K
|
onsultasikan
dengan dokter bila kita menderita dispensia organik. Dokter akan
merekomendasikan kita untuk berpuasa atau tidak tergantung dari sebab dan
keparahan penyakit. Penderita dispepsia yang di sebabkan oleh polip, tumor, atu
ulkus mungkin disarankan tidak berpuasa. Dokter juga mungkin memberikan
obat-obatan tertentu selama berpuasa.
Di saat
bulan Ramadhan kita selalu di khawatirkan dan sangat membingungkan kita yang
dimana kita sebagai penderita penyakit Maag. Dimana seharusnya kita bisa merasa
nyaman dan menikmati ketika berpuasa malah semua itu tidak dapat kita rasakan
betapa indahnya berpuasa. Ada beberapa
langkah yang dapat kita lakukan ketika sedang akan menjalankan ibadah puasa
bagi kita yang memiliki penderita Maag.
· Saat berbuka, mulailah dengan makan manis yang mudah dicerna,
seperti kurma dan teh manis. Hindari langsung berbuka dengan makanan berat.
·
Hidari makanan atau minuman:
-
Yang banyak mengandung gas, seperti sawi, nangka, pisang, dan
durian
-
Yang merangsang sekresi asam lambung seperti kopi dan susu
-
Yang lambat dicerna / berlemak, seperti keju, goreng – gorengan,
kue tar, dan cokelat.
- Yang dapat mengiritasi dinding lambung, seperti soda, cuka, cabe,
merica, dan bumbu yang merangsang
- Yang mengandung pati lengket, seperti beras ketan, dodok, mie,
maizena, singkong, dan talas.
·
Makanlah pepaya matang dan wortel. Enzim dalam pepaa dan wortel
membatu mencerna makanan berlemak dan berminyak.
Upayakan untuk
selalu makan sahur di akhir waktu dengan diet yang seimbang.
TIPS MENGURANGI SAKIT PERUT
1.
Antasida
yang dijual bebas,
Pergunakanlah antasida ketika perut merasa
bergolak. Bagaimana cara kerja antasida? Antasida mengandung unsur seperti
kalsium atau magnesium untuk menetralkan asam yang dikeluarkan oleh lambung.
Produk seperti Pepcid dan Zantac yang disebut juha H2 blocker juga membantu mengurangi jumlah asam lambung dan mengurangi
gejala refluks.
Pastikan untuk menggunakan antasida sesuai
petunjuk. Tidak ada salahnya membawa antasida ketika bepergian untuk
berjaga-jaga. Namun, apabila telah sering atau rutin mengonsumsi antasida, berkonsultasilah dengan
dokter mengenai konsisi perut selama beberapa waktu terakhir.
2.
Makanan
ringan.
Makanlah makanan ringan atau snack setelah mengalami sakit perut atau
diare. Apa pengaruh makanan ringan untuk
sakit perut? Pisang, nasi, saus, apel, dan roti bakar, di tambah teh, adalah
satu paket makanan ringan yang dapat menenangkan kram perut dan merupakan
makanan yang mudah dicerna. Yoghurt juga merupakan alternatif minuman yang
aman.
3. Minum.
Munumlah ketika sakit perut atau setelah
muntah. Apa pengaruh minum saat sakit perut dan setelah muntah?. Setelah
muntah, tubuh akan kehilangan banyak cairang dan juga kehilangan elektrolit dan
nutrisi lainnya, sehingga cairan tubuh yang hilang tersebut harus diganti
dengan segera.
4.
Obat herbal.
Kapan perlu menggunakan obat herbal? Jika
perut terasa sakit atau kembung, gunakanlah secara rutin jika memang mempunyai
masalah perut yang kronis, namun sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter
mengenai obat herbal tersebut.
Tanaman herbal seperti jahe, peppermint, dan
adas dapat digunakan sebagai alternatif solusi dari bahan alami untuk sakit
perut. Peppermint dapat membantu pencernaan karena mempunyai sifat dapat
menghilangi gas dan mengurangi kram. Biji adal dapat mengurangi kembung dan
meminimalkan produksi gas. Minum jahe, peppermint, atau teh adas setelah makan
makanan yang terlalu pedas dapat menghindarkan ganguan pencernaan. Jika
menderita sakit perut secara rutin, berkonsultasilah dengan dokter. Dan yang
terakhir yaitu Prebiotik.
Terimakasih
bagi sahabat-sahabat semua yang telah menyempatkan waktunya untuk membaca
artikel sederhana ini. Semoga bisa bermanfaat bagi sahabat-sahabat semuanya.
Sumber: Yohanes Sunardi.Sehat itu pilihan.andi offset
(yogyakarta,2012)





