Breaking News

Monday, 18 January 2016

TIPS BERPUASA BAGI PENDERITA MAAG DAN SAKIT PERUT SECARA ALAMI




K
onsultasikan dengan dokter bila kita menderita dispensia organik. Dokter akan merekomendasikan kita untuk berpuasa atau tidak tergantung dari sebab dan keparahan penyakit. Penderita dispepsia yang di sebabkan oleh polip, tumor, atu ulkus mungkin disarankan tidak berpuasa. Dokter juga mungkin memberikan obat-obatan tertentu selama berpuasa.
 Puasa Bagi Penderia Maag


Di saat bulan Ramadhan kita selalu di khawatirkan dan sangat membingungkan kita yang dimana kita sebagai penderita penyakit Maag. Dimana seharusnya kita bisa merasa nyaman dan menikmati ketika berpuasa malah semua itu tidak dapat kita rasakan betapa indahnya berpuasa.  Ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan ketika sedang akan menjalankan ibadah puasa bagi kita yang memiliki penderita Maag.

·       Saat berbuka, mulailah dengan makan manis yang mudah dicerna, seperti kurma dan teh manis. Hindari langsung berbuka dengan makanan berat.
·         Hidari makanan atau minuman:

-          Yang banyak mengandung gas, seperti sawi, nangka, pisang, dan durian
-          Yang merangsang sekresi asam lambung seperti kopi dan susu
-          Yang lambat dicerna / berlemak, seperti keju, goreng – gorengan, kue tar, dan cokelat.
-         Yang dapat mengiritasi dinding lambung, seperti soda, cuka, cabe, merica, dan bumbu yang merangsang
  -     Yang mengandung pati lengket, seperti beras ketan, dodok, mie, maizena, singkong, dan         talas.

·         Makanlah pepaya matang dan wortel. Enzim dalam pepaa dan wortel membatu mencerna makanan berlemak dan berminyak.


Upayakan untuk selalu makan sahur di akhir waktu dengan diet yang seimbang.





TIPS MENGURANGI SAKIT PERUT
1.     Antasida yang dijual bebas,
Pergunakanlah antasida ketika perut merasa bergolak. Bagaimana cara kerja antasida? Antasida mengandung unsur seperti kalsium atau magnesium untuk menetralkan asam yang dikeluarkan oleh lambung. Produk seperti Pepcid dan Zantac yang disebut juha H2 blocker juga membantu mengurangi jumlah asam lambung dan mengurangi gejala refluks.

Pastikan untuk menggunakan antasida sesuai petunjuk. Tidak ada salahnya membawa antasida ketika bepergian untuk berjaga-jaga. Namun, apabila telah sering atau rutin  mengonsumsi antasida, berkonsultasilah dengan dokter mengenai konsisi perut selama beberapa waktu terakhir.

2.     Makanan ringan.
Makanlah makanan ringan atau snack setelah mengalami sakit perut atau diare. Apa pengaruh makanan ringan  untuk sakit perut? Pisang, nasi, saus, apel, dan roti bakar, di tambah teh, adalah satu paket makanan ringan yang dapat menenangkan kram perut dan merupakan makanan yang mudah dicerna. Yoghurt juga merupakan alternatif minuman yang aman.

3.      Minum.
Munumlah ketika sakit perut atau setelah muntah. Apa pengaruh minum saat sakit perut dan setelah muntah?. Setelah muntah, tubuh akan kehilangan banyak cairang dan juga kehilangan elektrolit dan nutrisi lainnya, sehingga cairan tubuh yang hilang tersebut harus diganti dengan segera.

4.     Obat herbal.
Kapan perlu menggunakan obat herbal? Jika perut terasa sakit atau kembung, gunakanlah secara rutin jika memang mempunyai masalah perut yang kronis, namun sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter mengenai obat herbal tersebut.


Tanaman herbal seperti jahe, peppermint, dan adas dapat digunakan sebagai alternatif solusi dari bahan alami untuk sakit perut. Peppermint dapat membantu pencernaan karena mempunyai sifat dapat menghilangi gas dan mengurangi kram. Biji adal dapat mengurangi kembung dan meminimalkan produksi gas. Minum jahe, peppermint, atau teh adas setelah makan makanan yang terlalu pedas dapat menghindarkan ganguan pencernaan. Jika menderita sakit perut secara rutin, berkonsultasilah dengan dokter. Dan yang terakhir yaitu Prebiotik.



Terimakasih bagi sahabat-sahabat semua yang telah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel sederhana ini. Semoga bisa bermanfaat bagi sahabat-sahabat semuanya.



Sumber: Yohanes Sunardi.Sehat itu pilihan.andi offset (yogyakarta,2012)
Read more ...

Mengatasi Darah Tinggi Secara Alami dan Ruang Lingkupnya




Tekanan darah tinggi
Penyakit darah tinggi atau hipertensi adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang di tunjukan oleh angka sistolik (bagian atas) dan angka bawah (diastolik) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah, baik yang berupa Cuff air raksa ataupun alat digital lainnya.

 Tekanan Darah Tinggi
Nilai normal tekanan darah sseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktivitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG. Dalam aktivitas sehari-hari, tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat di waktu beraktivitas atau berolahraga. Tekanan darah tinggi yang terus-menerus  menyebabka jantung seseorang bekerja ekstra keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal, otak, dan mata.

Penyakit darah tinggi atau hipertensi di kenal dengan dua tipe klasifikasi yaitu hipertensi Primary dan hipertensi Secondary.




Hipertensi primary

Hipertesi primary adalah suatu kondisi dimana tejadi tekanan darah tinggi sbagai akibat dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkunan. Pola makan yang tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan bera badan atau bahkan obesitas, merupakan pencetus awal terkena penyakit tekanan darah tingi. Seseoarang yang berada dalam lingkungan atau konsisi stressor tinggi sangat mungkin terkena penyakit tekanan darih tinggi, termasuk orang-orang yang kurang berolahraga



Hipertensi Secondary

Hipertensi secondary adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibah seseorang mengalami penyakit lainnya, seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh. Sedangkan pada ibu hamil, tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan berusia 20 minggu, terutama pada wanita yang berat badannya di atas normal atau gemuk.



Pregnancy-induced Hypertension (PIH)

Merupakan istilah medis bagi wanita hamil yang menderita hipertensi. Kondisi hipertensi pada ibu hami bisa tergolong sedang ataupun parah. Seorang ibu hami dengan tekanan darah tinggi bisa mengalami preeklampsia di masa kehamilannya itu.

Preeklampsia adalah kondisi seorang wanita hamil yang mengalami hipertensi, sehingga merasakan keluhan seperti pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut, muka yang membengkak, kurang nafsu makan, mual, bahkan muntah. Kekejangan sebagai dampak hipertensi disebut eklamsia.







MAKANAN UNTUK PENDERITA DARAH TINGGI

Makanan Untuk Penderita Maag
1.   Kedelai. Kita juga dianjurkan untuk banyak mengonsumsi makanan dari kedelai karena kedelai mengandung isoflavon yang penting untu menurunkan tekanan darah.

2.     Kacang-kacangan. Kacang tanah, kacang almond, dan kacang merah mengandung magnesium dan postasium,  yang efektif menurunkan tekanan darah.

3.   Kuaci tawar. Kandungan magnesium dalam kuaci biji bunga matahari sangat tinggi. Selain itu kuaci juga mengandung fitosterol yang dapat mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Kolesterol tinggi merupakan pemicu tekanan darih tinggi karena dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Tapi, pastikan kita mengonsumsi kuaci segar yang tidak di beri garam.

4.    Avokad. Asam oleat dalam avokad dapat membantu mengurangi kolestrol. Selain itu,kandungan kalium dan asam folatnya sangat pentung untuk kesehatan jantung.

5.     Pisang. Pisang tidak hanya memiliki kalium dalam umlah yang besar, namun juga dapat membantu menstabilkan tekanan darah, jadi, makanlah sedikitnya satu pisang setiap hari.

6.     Buncis. Buncis mengandung potasium, yang mampu mengurangi tekanan darah.

7.   Bayam. Magnesium yang terkandung dalam bayam dapat menurunkan tekanan darah dan melindungi kita dari penyakit jantung. Selain itu, kandungan folat dalambayam dapat melindungi tubuh dari homosistein yang membuat bahan kimia berbahaya. Penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat tinggi asam amino dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

8.     Kentang. Jika dimasak dengan cara yang tepat, kentang dapat menurukan tekanan darah. Janganlah menggoreng kentang dan hindari menambahkan mentega atau keju pada olahan kentang yang akan dikonsumsi.

9.     Ikan. Nikmati ikan sebanyak yang kita sukai, dengan catatan ikan tersbut disajikan dengan cara yang sehat. Ikan mengandung asam lemak Omega 3 yang manjur menurunkan tekanan darah.


Terimakasih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel tips mengatasi darah tinggi, semoga artikel ini bisa bermanfaa.




Sumber: Yohanes Sunardi.Sehat itu pilihan.andi offset (yogyakarta,2012)



Read more ...

Sunday, 17 January 2016

Indahnya Menjalankan Shalat Malam

Keindahan
Dalam Shalat Malam
Yang Harus Diketahui

Ø Hukum shalat malam
P
Keindahan shalat malamara ulama sepakat bahwa hukum shalat malam adalah sunnah mua’kkadah, berdasarkan nash dari kitab dan sunnah serta ijmak kaum muslimin.

Shalat malam merupakan sebuah kewajiban atas Nabi Muhammad SAW. Kewajiban ini masih terus berlaku atas Rasulullah SAW setelah diwajibkannya shalat lima waktu. Ini merupakan bentuk pengagungan kepada beliau dengan banyaknya mengahadapkan diri dalam bermunajat kepada rabbnya di waktu selang dari menyampaikan wahyu dan mengatur urusan kaum muslimin, yaitu waktu malam, ini merupakan hukum khusus bagi Nabi Muhammad SAW. Para fuqaha’ menyebutkannya dalam bab kekhususan Nabi SAW, namun tidak diwajibkan atas selain beliau.

Adapun perbedaan antara qiyamul lail dan tahajud, yakni bahwa yang dimaksud shalat malam atau qiyamul  lail adalah mengerjakan shalat di awal malam, sedangkan tahajud adalah mengerjakan shalat di tengah malam.


Ø Klasifikasi pelaksanaan shalat malam
K
etahuilah, bahwa menghidupkan malam itu jika ditinjai dari kadarnya dapat di bagi menjai tujuh tingkatan, yaitu diantaranya:
1.      Pertama, menghidupkan seluruh malam, ini merupakan hanya biasa dilakukan oleh orang-orang yang kuat, yang seluruh hidupnya banya dipersembahkan untuk beribadah kepada Allah dan menikmati. . . . . . . . . .
2.      Kedua, mengerjakan shalat malam selam setengah malam, yang mampu mengerjakan shalat seperti ini dari kalangan. . . . . . . . . .
3.      Ketiga, mengerjakan shalat malam selama sepertiga waktu malam. Dalam hal ini sebaiknya seseorang. . . . . . . . . .
4.      Keempat, mengerjakan shalat malam selama seperenam atau seperlima waktu malam. . . . . . . . . .
5.      Kelima, mengerjakan shalat malam tanpa mempersoalkan estimasi waktu tertentu. Caranya adalah. . . . . . . . . .
6.      Keenam, mengerjakan shalat malam dengan estimasi paling minim dalam melaksanakan shalat malam, yaitu cukup mengerjakan. . . . . .



Ø Sifat Shalat Malam
M
uhammad bin Nashr Al-Marwazi berkata, “pendapat yang kami pilih bagi orang yang mengerjakan shalat malam adalah hendaklah ia mengerjakan shalat malam dua rakaat-dua rakaat, lalu salam pada setiap dua rakaat, kemudian. . . . . . . . . .




Ø Menjaga Hati Dengan Shalat Malam
B
erbagi hasil studi kedokteran medern menegaskan bahwa manusia yang terlalu banyak tidur dalam waktu yang begitu lama dalam satu posisi, lebih berpotensi untuk terserang berbagai bentuk. . . . . . . . . .

Para peneliti menasihatkan agar setelah tidur selama 4-5 jam, seseorang itu hendaklah bangun untuk menggerakkan badannya, atau berjalan kaki selama sepermpat jam, karena untuk. . . . . . . . . .





Ø Keutamaan Shalat Malam
S
yaikh ‘Abdullah bin Sirajuddin di dalam buku beliau Ash-Shalah fil Islam, mengatakan:

Saudaraku, sesungguhnya shalat malam merupakan lambang orang-orang yang shalih. Di dalamnya terdapat berbagai keutamaan dan kebaikan yang sangatlah. . . . . . . . . .



Terimakasih telah membaca artikel tentang Keindahan Shalat Malam yangHarus Diketahui, semoga bisa bermanfaat
Read more ...

Klasifikasi dalam pelaksanaan Shalat Malam (Tahajjud)

   
 Klasifikasi shalat malam


             Klasifikasi Pelaksanaan Shalat Malam

Ketahuilah, menghidupkan malam itu merupakan salah satu   keindahan shalat malam, dan jika ditinjau dari kadarnya, ada tujuh tingkatan yaitu diantaranya adalah:

1.     Pertama, menghidupkan seluruh malam. Ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang kuat, yang seluruh hidupnya hanya dipersembahkan unntuk beribadah kepada Allah dan Menikmati munajat kepada-Nya, sehingga shalat itulah yang menjadi santapan bagi merekan dan kehidupan bagi hati mereka. Mereka tidak merasakan letih dengan mengerjakan shalat sepanjang malam. Mereka menggantikan tidur disiang hari ketika semua manusia sibuk mencari rezeki. Hal ini di lakukan oleh sejumlah kalangan salaf. Mereka terbiasa mengerjakan shalat Shubuh dengan menggunakan wudhu shalat isya’. (Maksudnya, mengerjakan shalat isya’ dan shubuh hanya dengan satu wudhu, karena sejak Isya’ hingga shubuh, wudhunya belum batal).

Abu Thalib Al-Makki membawakan riwayat mengenai hal itu secara bersambung dan dengan sangat populer. Di antara mereka ada yang mengerjakan hal itu secara terus – menerus selama empat puluh tahun. Di antara mereka adalah Sa’id bin Musayyab dan Shafwan bin Salim dari Madinah; Fudhail bin ‘Iyadh dan Wahib bin Al-Ward dari makah; Thawus dan Wahb bin Munabbih dari Yaman; Rub’i bin Khairsam dan Al-Hakam dan sebagainya.

2.     Kedua, mengerjakan shalat malam selama separuh malam. Yang mampu mengerjakan shalat seperti ini dari kalangan salaf tidak terhitung jumlahnya. Cara terbaik untuk mengerjakannya adalah dengan tidur di sepertiga awal malam dan seperenam waktu malam. Dengan demikian, ia dapat untuk mengerjakan shalat malam tepat ditengah-tengah waktu  malam. Ini merupakan salah satu waktu yang begitu penting dan paling utama.

3.     Ketiga, mengerjakan shalat selama sepertiga waktu malam. Dalam hal ini, sebaiknya seseorang tidur pada separuh awal dari waktu malam dan seperenam akhir. Sebab, secara umum, tidur di akhir waktu malam itu dianjurkan (sunnah). Sebab, ia akan menghilangkanrasa kantuk ketika melaksanakan shalat shubuh, di mana mereka jelas tidak menginginkan hal itu.


Aisyah r.a. berkata, “rasulullah mengerjakan shalat witir di waktu malam. Jika kemudian beliau ada keperluan kepadaistrinya beliau, maka beliau mendekat kepadanya (menemuinya). Jika tidak, maka beliau berbaring di tempat shalat beliau, sehingga Bilal datang untuk mengumandangkan adzan.” Aisyah juga mengatakan bahwa, “aku tidaklah menemui beliau setelah waktu sahur melainkan beliau dalam keadaan tidur.”

Sebagian kaum salaf mengatakan bahwa tidur sebelum shubuh adalah sunnah di angara yang menyatakan demikian adalah sahabat Abu Hurairah r.a. tidur pada waktu ini merupakan bentuk rehat yang akan membantu pelaksanaan ibadah lainnya di waktu berikutnya, mengerjakan shalat pada sepertiga waktu malam di bagian separuh terakhir waktu malam dan tidur  pada sisa seperenam akhir malam merupakan cara shalat malam yang dilakukan oleh       Nabi Dawud.

4.     Keempat, mengerjakan shalat malam selama seperenam atau seperlima waktu malam. Yang libih utama adalah jika dilakukan pada separuh terakhir, sebelum datang waktu seperenam terakhir di waktu akhir waktu malam.

5.     Kelima, mengerjakan shalat malam tanpa mempersoalkan  estimasi waktu tertentu, caranyya adlah dengan mengerjakan shalat dari awal malam. Jika sudah mengantuk, maka ia tidur. Jika kemudian terbangun lagi meka ia mengerjakan shalat lagi; dan jika terkuasai oleh kantuk , maka ia kembali lagi tidur. Dengan demikian, di waktu malam itu ada dua kali waktu tidur dan ada dua kali waktu untuk shalat malam. Demikian ini adalah cara mengatasi waktu malam dan merupakan amalan yang paling berat dan paling utama. Ini merupakan bagian dari Akhlah Rasulullah SAW dan juga cara yang ditempuh oleh Ibnu ‘Umar serta mereka yang memiliki tingkat ketegaran yang tinggi dari kalangan sahabat dan  tabi’in –semoga Allah meridoi mereka semua amin-. Sebbagian dari kalangan  salaf mengatakan, “Ia merupakan tidur pertama, jika saya terbangun, kemudian aku kembali tidru maka semoga allha menidurkan mataku.

Shalat malam yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW, tidaklah mengikuti istimasi waktu tertentu. Akan tetapi, terkadan beliau mengerjakan shalat malam selama separuh malam, tau dua periganya, atau sepertiganya, atau seperempatnya. Hal itu berbeda-beda dari waktu malam dengan malam yang lainnya. Hal ini  dibutuhkan oleh firman Allah yang terdapat di dua tempat dalam surat AL-Muzzammil, Allah berfirman yang artinya:

“sesungguhnya Rabbmmu mengetahui bahwasanya kami berdiri (shalat) kurang dair dua pertiaga malam atau seperdua malam atau sepertiga malam.


6.     Keenam, estimasi paling minim dalam melaksanakan shalat malam, yaitu cukup mengerjakn hanya dalam empat atau dua raka’at. Atau bahkan barangkali kesulitan untuk bersuci, sehingga ia mecukupkan dirimya dengan duduk menghadap kiblat beberapa saat dengan membaca dzikir dan doa, sehingga ia tetap tercata sebagai bagian dari orang yang bangun malam, dengan rahmat Allah dan Karunia-Nya. Dalam atsar disebutkan, “Kerjakanlah shalat malam sekalipun hanya sesaat, seperti sebentarnya memerah susu kambing.”

Oleh karena itu, silahkan memilih estimasi waktu untuk mengerjakan shalat mlm sesuai dengn kemampuan. Jika keberatn untuk mengerjakan shalat malam di tengah malam, maka sebaiknya tidak mengabaikan untuk baca wirid setelah shalat isya’. Kemudian, hendaklah ia mengerjakan shalat sebelum shubuh, yaitu pada waktu sahur, sehingga ketika waktu shubuh tiba, ia tidak dalam keadaan tidur, lalu mengerjakan shalat di ujung malam. Ini adalah tingkatan ketujuh. Jika seseorang itu bisa mengerjakn shalat malam secara rutin, maka hal itu merupakn karunia dari Allah SWT dan bimbingan dari-Nya.



Terimakasih telah membaca artikel ini tentang Klasifikasi PelaksanaanShalat Malam, semoga bisa bermanfaat.
Read more ...

Jenis Sifat dalam Shalat Malam

Sifat Shalat Malam
Berbicar mengenai shalat malam, shalat malam sendiri merupakan shalat sunnah yang begitu banyak sekali keindahan di dalamnya, dimana keindahan tersebut yang akan bisa kita rasakan baik di dunia maupun di akhirat nanti. Ketika di akhirat berguna sebagai sebuah tabungan bagi kita nanti untuk menjalani kehidupan berikutnya. Dimana shalat malam termasuk shalat Tahajjud, adalah shalat malam yang sangat banyak sekali manfaatnya. Karena ketika kita akan mengerjakannya, di dalamnya terdapat kesulitan yang begitu amat berat. Seperti, susahnya untuk mencoba bisa bangun di jam segitu dan melaksanakan shalat Tahajjud. Maka oleh sebab itulah shalat malam terdapat begitu banyak manfaatnya bagi kehidupan ini.

Muhammad bin Nashr Al-Marwazi berkata, “Pendapat yang kami pilih bagi orang yang mengerjakan shalat malam adalah hendaklah ia mengerjakan shalat malam dua rakaat-dua rakaat. Lalu salam pada setiap dua rakaat, kemudian menjadikan shalat yang terakhir adalah satu rakaat.

 Sifat Shalat malam
Diriwayatkan bahwa Nabi SAW pernah mengerjakan shalat malam hingga lima rakaat langsung. Beliau baru mengucapkan salam pada akhri rakaat yang kelima. Dengan demikian, sabda Nabi SAW yang menyebutkan bahwa shalat malam itu duar rakaat salam dua rakaat salam adalah bersifat pilihan. Orang yang henda mengerjakan shalat malam tiga rakaat langsung, atau lima, atau tujuh, atau sembilan tanpa salam, kecuali pada akhir rakaat tersebut, maka hukumnya mubah. Hanya saja, yang menjadi pilihan (lebih baik) adalah setiap dua rakaat salam, kemudian mengerjakan shalat witir satu rakaat.


v  Panjang Rakaat Shalat Malam
Di antara penduduk Nabi SAW dalam melaksanakan shalat malam adalah memanjangkan waktu berdiri. Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa ia berkata, “aku pernah mengerjakan shalat bersama Rasulullah SAW, lalu beliau memanjangkan watu berdiri sehingga akau berniat melakukan hal yang buruk,” ditanyakan kepadanya, “Keinginan buruk macam apa yang terlintas di dalam benakmu?” Ia menjawab, “Aku ingin duduk (Tahiyyat, lalu salam), kemudian meninggalkan beliau.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan, “Hadits ini menjadi dalil dari pemilihan Nabi SAW untuk meanjangkan rakaat shalat malam. Ibnu Mas’ud adalah salah seseorang sahabat yang sangat kuat dalam beribadah dan selalu meneladani Nabi SAW. Tidaklah ia mimiliki keinginan untuk segera duduk kecuali setelah sekian lam berdiri melebihi kebiasan yang telah dilakukannya.”


v  Berdiri dan duduk dalam shalat
Ibnul Qayyim menejaskan bahwa shalat malam Nabi SAW, itu terbagi menjadi tiga jenis. Pertama, dan yang sering dilakukan oleh beliau, adalah shalat malam dengan berdiri. Kedua, mengerjakan shalat dan rukuk dalam keadaan duduk. Ketiga, membaca Al-Qur’an dalam keadaan duduk, namun jika tinggal tersisa beberapa ayat, maka beliau berdiri dan rukuk dalam  keadaan berdiri. Ibnul Qayyim menambahkan, “ketiga jenis shalat itu sama – sama sah dari beliau.”



Terimakasih telah membaca artikel mengenai sifat seputar shalat malam, semoga bisa bermanfaat.
Read more ...
Designed By VungTauZ.Com