Breaking News

Wednesday, 23 December 2015

Makalah Pengantar Manajemen Modern



MANAJEMEN MODEREN

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang masalah
Manajemen merupakan sebuah seni kuno yang dipraktekan pada masa lampau oleh raja-raja, pangeran-pangeran, perdana mentri, para wakil atau pemimpin agama, dan para jendral. Dewasa ini kita melihat dengan jelas, bahwa manajemen memasuki hamper seluruh aspek masarakat kita, ia berkaitan dengan individu, kesatuan keluarga, perusahaan, badan pemerintah, pemerintah pusat, PBB, dan organisasi-organisasi lainnya.
Pengetahuan yang luas tentang manajemen, merupakan suatu peluang tetapi pula sebuah kendala bagi seorang pendidik manajemen, karna ia berhadapan dengan sebuah topik, yang sudah dikenal oleh para pendengarnya, sehingga tidak jarang ia perlu menghadapi pandangan-pandangan dan persepsi yang seringkali menyesatkan.
Ilmu manajemen memberikan pemahaman kepada kita tentang pendekatan atau tata cara penting dalam meneliti, menganalisa dan memecahkan masalah. Pada manfaat yang lebih besar, diharapkan mampu memberikan sumbangan terhadap rung lingkup dan perkembangan teori manajemen.

B.     Rumusan masalah
1.      Apa yang dimaksud manajemen modern?
2.      Bagaimana latar belakang manajemen moderen?
3.      Seperti apa prinsip-prinsip dan landasan pemikiran manajemen menurut hanry fayol?
4.      Siapa tokoh lain dari manajemen moderen?
5.      Bagaimana asas-asas dan kegunaan manajemen moderen?
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian manajemen modern
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti "seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal
Teori modern mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, tetapi organisasi adalah suatu sistem terbuka yang harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungannya. Teori organisasi dan manajemen modern dikembangkan sejak tahun 1950, Teori modern, dengan tekanan pada perpaduan dan perancangan, menyediakan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh.
Jadi teori organisasi modern lebih dinamis daripada teori-teori lainnya dan meliputi lebih banyak variabel yang dipertimbangkan. Teori modern bisa disebut sebagai teori organisasi dan manajemen yang memadukan teori klasik dan neoklasik dengan konsep-konsep yang lebih maju.

Manajemen moderen adalah adalah manajemen yang pada periodenya ditandai dengan sudah dipelajari manajemen sebagai ilmu yang mempunyai dasar-dasar logika ilmiah, sehingga banyak melibatkan ahli manajemen maupun ahli ekonomi untuk melakukan penelitian tentang manajemen yang menghasilkan berbagai teori maupun aliran manajemen.[1]

B.     Latar belakang manajemen modern
Salah satu cara untuka memahami manajemen dapat dilakukan dengan cara mempelajari latar belakang manajemen yang ada pada masa kini, atau lebih dikenal sebagai manajemen modern. Mempelajari latar belakang manajemen modern, sama halnya dengan menengok kembali jalannya sejarah manajemen dimasa yang lalu. Memang sukar bagi kita untuk menetapkan  pangkal dari mana kita harus memulainya mengingat sejarah manajemen setua sejarah manusia itu sendiri, namun demikian, kita dapat memulai mempelajari latar belakang perkembangan manajemen sejak adanya catatan-catatan sejarah aktivitas manusia dalam mencapai tujuan mereka. Atau kita juga dapat memulainya dengan mempelajari perkembangan problema manajemen sejak jaman dahulu hingga sekarang.[2]
Problematik manajemen sejak dlu hingga sekarang sebenarnya tidak berubah, hanya tingakat kecanggihannya yang berbeda. Problema tidak berubah, hanya tingkat kecanggihannya yangberbeda. Problema pokok manajemen adalah mengkoordinasi secara efektif unsur-unsur produki,  yakni  orang, material, mesin, uang, dan pasar, atau sering disingkat 5M (men, materials, machines, money, markets).
Dari gambaran diatas, guna lebih memahami latar belakang timbulnya manajemen modern, kiranya perlu ditengok kembali, problematik manajemen dijaman produksi oleh kaum budak, produksi rumah tangga, produksi oleh tukang, produksi pada industri rumah tangga, prosuksi dijaman revolusi industri, maupun produksi setelah revolusi industri.[3]
C.    Prinsip-prinsip manajemen Henry fayol (1841-1925)
Henry fayol, sebagai seorang tokoh manajemen. Peranannya dapat disejajarkan dengan F.W.Taylor. kedua tokoh ini sama-sama berpendapat bahwa ada prinsip-prinsip manajemen tertentu, dan itu dapat diajarkan dan dipelajari. Perbedaan keduanya, kalau Henry fayol menjuruskan perhatiannya kepada pimpinan tingkat atas, maka Taylor menitikberatkan perhatiannya kepada pimpinan menengah dan pertama. Itulah sebabnya buku Taylor pada cetakan ulang dalam tahun 1933 diubah namanya dari Principles of  Scientific Management menjadi The Shop Management.
Henry fayol menggunakan seluruh karier bisnisnya pada sebuah perusahaan pertambangan dan industri di  Perancis. Ia pensiun sebagai direktur setelah membuat kemajuan besar dalam organisasi dan memperluas perusahaan tersebut.
Pada tahun 1908, henry fayol mengeluarkan sebuah buku dengan judul Administration Industrielle et General. Yang kemudian diterjemahkan oleh Constance Storrs  kedalam bahasa Inggris dengan judul General  and Industrial Management. Buku ini adalah hasil praktik dan studi dibang manajemen selama lebih dari lima puluh tahun.[4]
Dalam bukunya yang disebutkan diatas, Henry Fayol mengemukakan prinsip-prinsip manajemen, yaitu:
A.    Divinision of Work
Spesialisasi menurut Henry Fayol merupakan sifat ilmiah, terlihat pada setiap masyarakat. Bila masyarakat berkembang, maka tambahlah organisasi-organisasi lama yang mengatakan beraneka ragam fungsi pada masyarakat primitif
B.     Authority and Responsibility
Authority (wewenang) adalah hak memberi intruksi-intruksi dan kekuasaan yang meminta kepatuhan.
C.     Dicipline
Hakikat dari kepatuhan (dicipline), yakni melakukan apa yang sudah disetujui bersama antara pimpinan dengan para pekerja, baik persetujuan tertulis, lisan, atau berupa peraturan atau kebiasaan.
D.    Unity of Command
Dalam tiap tindakan, seorang pegawai harus menerima intruksi dari seorang atasan saja. Bila hal ini dilanggar, berarti wewenang (authority) dikurangi, disiplin terancam, ketenangan terganggu, dan stabilitas mengalami cobaan.
E.     Unity of Direction
Prinsip ini dapat dijabarkan sebagai  one head and plan for a group of activities having the same objective  itu merupakan persyaratan penting untuk kesatuan tindakan, koordinasi, kekuatan, memfokuskan usaha.
F.      Subordination of Individual  Interest to General Interest
Dalam sebuah perusahaan, kepentingan seorang pegawai tidak boleh diatas kepentingan perusahaan.
G.    Remuneration of Personnel
Gaji pegawai adalah harga dari layanan yang diberikannya. Harus adil, sejauh mungkin memberi kepuasan baik kepada pegawai maupun kepada perusahaan.
H.    Centralization
Masalah sentralisasi atau desentralisasi adaah masalah pembagian kekuasaan, pada suatu organisasi kecil sentralisasi dapat diterapkan, akan tetapi pada organisasi besar harus diterapkan desentralisasi.
I.       Scalar Chain
Scalar chain (rantai saklar) adalh rantaiyang bermula dari atasan, yaitu authority terahir hingga pada tingkat terendah.
J.       Order
Untuk ketertiban manusia ada formula yang harus dipegang, yaitu suatu tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya masing-masing.
K.    Equity
Untuk merangsang pegawai dalam melaksanakan tugasnya dengan kesungguhan dan kesetiaan, mereka memerlukan keramahan dan keadilan.
L.     Stability of Turnover of Personnel
Seorang pegawai membutuhkan waktu untuk membiasakan diri pada pekrjaan baru dan berhasi mengerjakannya dengan baik.
M.   Initiative
Memikirkan sebuah rencana dan meyakinkan keberhasilan merupakan pengalaman yang memuaskan bagi seseorang.
N.    Ecsprit  de Corps
Persatuan adalah kekuatan”. Para pimpinan perusahaan harus berbuat abnyak untuk merealisasikan pembahasan itu. Keharmonisan. Persatuan dikalangan personalia perusahaan merupakan kekuatan besar bagi perusahaan.[5]

D.    Landasan pemikiran Henry fayol
Henry fayol berhasil mengembangkan salah satu diantara teori komprehensif tentang manajemen umum. Sebagai managing director dari perusahaan The commentary Fourchambault Mining Company di Perancis dari tahun 1888-1918, Fayol berhasil berhasil mengembangkan perusahaan tersebut.
Sukses yang diraih, sebagian besar disebabkan karena berbagai  macam konsep manajemen yang dikembangkan dan diterapkan oleh Fayol.
fayol sering dinamakan bapak yang mempelopori sudut pandangan proses manajemen.
Diantara konsep-konsep Fayol dapat disebut:
1.      Kompetensi manajemen versus kompetensi  teknis:
2.      Sifat ilmiah manajemen:
3.      Universalitas manajemen.[6]

E.     Tokoh-tokoh lain dalam aliran moderen
1.      Robert Owen (1771-1858)
Sejak tahun 1828-1824, dia mencurahkan perhatiannya kepad perlombaan struktur masyarakat. Dia adalah salah seorang pendiri gerakan koprasi komsumsi dan salah satu usahanya yang lain adalah percobaannya yang gagaluantuk mendirikan suatu komune di nem harmony, Indiana dalam 1824.
2.      Charles babbage (1792-1871)
Dia menaruh perhatian tentang soal pembagian kerja (division of labour). Inilah menurut pendapatnya yang merupakan suatu prinsip utama dalam ekonomi industri. Bila seseorang membatasi bidang pekerjaannnya akan memudahkan dan menimbulkan kegembiraan kepada orang tersebut.
3.      Kapten henry Metcalfe (1847-1917)
Menurutnnya, ada suatu science of administration (ilmu pengetahuan) manajemen, berdasarkan kepada prinsip-prinsip yang dapat diterapkan kepada keadaan-keadaan yang beraneka ragam. Prinsip dapat di peroleh dengan pencatatan, observasi, dan membandingkan.
4.      Henry robinson (1844-1924)
Bila ketiga tokoh di atas menganjurkan agar para manajer mengadakan pencatatan-pencatatan, observasi dan perbandingan-perbandingan dalam perusahaan untuk dipergunakan sebagai pedoman pada waktu-waktu yang akan dating, maka henry robinson town maju selangkah lagi. Ia menganjurkan agar para manajer itu mengadakan pertukaran penglaman yang diselenggarakan atau di bantu oleh organisasi sarjana mesin-mesin yang ada di amerika pada saat itu.[7]

F.     Asas-asas Manajemen Modern
Pekerjaan seorang manejer pada pokoknya terdiri dari dua buah fungsi principal yaitu:
a.       Memutuskan (DECIDING)
b.      Melaksanakan (DOING)
Mengingat bahwa fungsi-fungsi tesebut sesungguhnya lebih kompeks daripada yang dapat dinyatakan oleh dua buah istilah sederhana tersebut, maka mungkin lebih baik kita menggunakan istilah:
a.       Perencanaan (PLANNING)
Perencanaaan merupakan suatu proses dimana orang memikirkan pekerjaan yang akaan dilaksanakan, dipertimbangkan, apa yang diperlukan untuk melakukannya.
Perencanaan meliputi aneka macam subfungsi sebagai berikut:
1.    Perencanaan jangka panjang (long-range planning)
2.    Perencanaan jangka pendek (short-range planning)
3.    Pengambilan keputusan strategik(strategic decision making)

b.      Pelaksanaan (EXECUTION)
Fase pelaksanaan dalam bidang manajemen meliputi berbagai macam subfungsi yang berbeda-beda. Hal yang terpenting diantara mereka adalah:
1.         Pengorganisasian (ORGANIZING)
Pengorganisasian mencakup suatu formalisasi tentang pemikiran dan perencanaan yang diperlukan oleh organisasi tertentu, hingga ia menjadi strukur proses-proses dan arus yang teratur, hingga dengan demikian tersedia sebuah landasan stabil bagi pengelompokan aktivitas dan peralatan.

2.         Memimpin/memberikan arah (DIRECTING)
Memimpin berhubungan dengan kepemimpinan tatap muka antara para atasan, para bawahan, para rekan dan para kawan kerja. DIRECTING merupakan sebuah fungsi manajemen yang terutama banyak dipelajari oleh para ilmuan dan para pemraktek manajemen. Fungsi-fungsi DIRECTING sebagian besar berhubungan dengan subsistem manusia pada organisai-organisasi, dan hal tersebut makin penting, apabila kita harus melaksanakan suatu tugas yang mengharuskan kita melakukan lintas batas berbagai garis organisasi dimanapun mereka berada, dalam hal mencapai sasaran yang bersangkutan.

3.         Pengawasan (CONTROLLING)
Mengawasi merupakan proses dimana diupayakan agar kejadian-kejadian berlangsung sesuai dengan rencana-rencana yang telah disusun sebelumnya. Ia mencakup aneka macam aktivitas misalnya menetapkan waktu (TIMING) dan menjadwal (SCHEDULING) pekerjaan organisasi yang bersangkutan dan menghubungkannya dengan upaya-upaya individual dan segmen-segmen organistoris yang ada. Pengkoordinasian sering kali dianggap sebagai bagian esensial dari fungsi peengawasan, yangberkaitan denagan pengsinkronisasian aktivitas-aktivitas sehubungan dengan waktu dan tempat dalam rangka upaya memanfaatkan sumber-sumber daya sebaik mungkin yang diarahkan ke arah pencapaian tujuan yang sama atau tujuan yang mempuanyai kaitan satu sama lain.[8]
G.    Pentingnya manajemen modern
Organisasi-organisasi dengan siapa kita berhubungan dalam kehidupan kita sehari-hari, terlepas dari apakah mereka merupakan perusahaan yang menguasai hajat hidup orang banyak badan-badan pemerintah, atau produsen-prousen, masing-masing memiliki kekuasaan ekonomi, politik dan sosial besar.
Dalam sejarah pembangunan negara, kita telah melihat betapa dalam waktu yang relatif singkat, tumbuh berbagai perusahaan besar (kadang-kadang perusahaan-perusahaan raksasa) yang dalam percakapan sehari-hari seringkali dinamakan orang perusahaann-perusahaan kolomerat. Besarnya ukuran perusahaan secara otomatik mengandung arti kekuasaan potensi besar pula.
Masyarakat kompleks kita yang mengharuskan adanya manajemen baik, menunjukan pula aspek interdependensi organisasi-organisasi. Organisasi-organisasi modern terkait satu sama lain dengan macam-macam cara. Perhatikan saja bagaimana dunia perbankan swasta demikian erat dengan berbagai macam perusahaan swasta pula.
Besarnya perusahaan-perusahaan, kekuasaan yang dimiliki mereka dan interdependensi organisasi-organisasi modern dapat menyebabkan timbulnya dampak luas serta serius dan berkepanjangan atas masyarakat kita.
Perhatikan sebagai contoh kenyataan  dalam perekonomian kita dimana pada hampir semua sektor industri dan jasa-jasa terjadi PHK secara besar-besaran, hal mana akan merupakan beban berat bagi perekonomian kita yang masih menunjukan laju pertumbuhan ekonomi negatif.
H.    Evolusi manajemen
            Marilah kita memperhatikan bagaimana dan mengapa manajemen modern berkembang dari manajemen tradisional. Sesungguhnya manajemen modern dibangun berlandasan praktek-praktek terbaik manajemen tradisional, yang dibantu oleh pendekatan-pendekatan, teknik-teknik, dan sikap-sikap baru. Sekalipun terlihat bahwa manajemen modern telah berkembang secara sistematikal, dampaknya bersifat revolusioner
Manajer masa kini berpraktek dalam suatu lingkungan yang sangat  berbeda dibandingkan dengan lingkunngan yang terdapat puluhan tahun yang lampau. Organisasi yang perlu dimanaje olehnya, berbeda dengan organisasi masa lampau, bentuk-bentuk keorganisasian baru telah berkmbang, yang memungkinkan pola-pola operasi yang lebih fleksibel, sehingga organisasi modern, sangat berbeda dibandingkan dengan organisasi sebelumnya. Perubahan-perubahan yang terjadi pada organisasi-organisasi sebagai timbul karena perubahan-perubahan dalam teknologi.
Dewasa ini, organisasi sebelumnya belum pernah menganggap manajemen baik sebagai kebutuhan, telah menjadi pemimpin dalam hal mengembangkn ide-ide manajemen modern. Sebagian besar dari teori manajemen yang dikembengkan untuk perusahaan-perusahaan dengan teknologi rendah memeng tidak dapat diterapkan bagi  organisasi modern.
Organisasi teknologi tinggi tidak berisikan sejumlah besar karyawan yang tidak terampil, atau dengan ketermpilan sedang, tetapi disana terdapat sejumlah pekerja terampil dan kelompok profesional, yang harus dihadapi dengan cara yang sangat berbeda dibandingkan dengan cara yang dahulu yang berhasil dengan karyawan yang tidak terampil pada masa lampau.
Banyak organisasi modern merupakan konfenderesi  kelompok profesional dengan ikatan lepas yang menunjukan loyalitas yang tidak telampau tinggi oleh organisasi mereka, ataupun tidak terlampaui tergantung pada organisasi mereka. Sebagai contoh dapat disebut misalnya rumah sakit (swasta) di mana para dokter bekerja sebagai enterpreniur independen, dan Universitas  di mana para profesor mengabdi kepada pemerintah dan industri sebagai konsultan.
Pada contoh yang disajikan, loyalitas primer sang profesional adalah terhadap profesinya, dan bukan terhadap organisasi di mana ia sedang praktek. Dalam dunia bisnis, apa yang dikemukakn hampir sama saja. Perusahaan-perusahaan dengan teknologi tinggi memanfaatkan karyawan yang independen bersifat mobil, dan dalam sebuah perekonomian, dimana ketrampilan bersifat langka, maka perusahaan harus menjalankan manajemen baru terhadap mereka.
Di negara industrial maju hampir semua karyawan merupakan spesialis, dan mereka berprilaku seakan-akan mereka merupakan aktiva yang berharga, dan setiap orang perlu dimanaje dengan cara yang konsisten dengan stasusnya.
I.       Landasan manajemen modern
            Fokus manajemen baru tentang perusahaan, tidak menyebabkan penyisihan konsep dan falsafah-falsafah manajemen tradisional. Justru, manajemen baru telah berkembang dari manajemen tradisional, karena dimnfaatkannya hal terbaik yang  di tawarkan oleh manajemen tradisional, yang kemudian di lengkapi dengan sejumlah perkembangan konseptual baru, yang memperkuat spoke dan evektifitas sang manajer yang harus hidup dalam dunia perubahan terus menerus berlangsung.
            Perkembangan-perkembangan konseptual penting mencangkup konsep sistem dan analisis keputusan formal. Perkembangan-perkembangan lainnya berupa makin disadarinya pentingnya elemen manusia pada organisasi-organisasi dan makin dirasakan dan dihayatinya tanggung jawab sosial yang dihadapi dan di emban oleh organisasi-organisasi.

J.      Pendekatan terhadap studi manajemen
            Ada macam-macam pendekatan dalam pengembangan  manajemen sebagai ilmu pengetahuan. Diantara pendekatan yang ada, pendekatan sistem atau pandangan sistem, dapat kita manfaatkan sebagai alat untuk lebih memahami manajemen sebagai sitem masukan, sebagai proses, maupun sebagai keluaran.
            Teks manajemen tradisional telah memanfaatkan pendekatan prinsip-prinsip yang berupaya untuk memanfaatka sebaiknya pengalaman masa lampau melalui tindakan  mengembangkan  prinsip-prinsip atau petunjuk-petunjuk manajemen baik.
            Walaupun  prinsip-prinsip demikian seringkali bermanfaat dan benar  (valid) mereka tidak menyediakan suatu kerangka kerja yang konseptual penuh pemikiran manajemenen.
Dalam kondisi paling buruk, mereka dapat menjadi pedoman bagi tindakan tanpa dipikirkan. Andaikata prinsip-prinsip dianggap sebagai sebuah pendekatan daftar pengecekan bagi manajemen, maka mereka dapat bersifat menyesatkan dan tidak memenuhi tujuan mereka     .
Pendekatan sistem yang banyak digunakan orang berupaya untuk mengembangan suatu cara pemikiran sebuah  kerangka kerja konseptual, bersama-sama dengan sebuah metedologi bagi pengimplementasi sehingga            ia bukan pedoman rinci secara spesifik bagi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan.
David I Cleland dan William R. King berpendapat bahwa banyak diantara pemikiran manajemen tradisional, baik dan bermanfaat begitupula halnya dengan pendekatan prinsip-prinsip. Akan tetapi, apabila kita mengendalikan diri secara total pada prinsip-prinsip, maka hal tersebut tidak akan cukup dan adakalanya sifatnya adalah kontraproduktif.



PENUTUP
KESIMPULAN

Teori Manajemen Modern ini ada pada zaman kuno dan di awali oleh teori klasik, neo-klasik, dan munculah manajemen modern. Teori ini cukup bagus di terapkan pada perusahaan-perusahaan yang berada di indonesia, karena dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Namun teori ini memepunyai kelemahan dari segi kemanusiaan yang mulai tergeser. Oleh karena itu banyak perusahaan yang menggabungkan teori klasik, neo-klasik, dengan modern, untuk mencapai kepuasan bagi organisasi dan perusahaan.
Hendry fayol adalah bapak teori manajemen moderen yang menjabarkan banyak tentang prinsip-prinsip dari teori manajemen modern, manajemen moderen ini berfungsi sangat bagus bagi sebuah perusahaan.


DAFTAR PUSTAKA

Anggota Ikapi  ,Dasar-dasar manajemen,Yogyakarta:Gajah Mada University Press,2009
Heidjarachman ranupandjono, teori dan konsep manajemen,Yogyakarta:UPP AMP YKPN,1996
Widya-devinda.blogspot.com/201/2/10/manajemen-modern.html
Winardi, Asas-Asas Manajemen,Bandung:Mandar maju,2000
Winardi, sejarah pemikiran dalam bidang manajemen, bandung:madar maju.2002




[1] Widya-devinda.blogspot.com/201/2/10/manajemen-modern.html
[2] Heidjarachman ranupandjono, teori dan konsep manajemen,(Yogyakarta:UPP AMP YKPN,1996), hal 19
[3] Ibid, 20
[4] Anggota Ikapi  ,Dasar-dasar manajemen,(Yogyakarta:Gajah Mada University Press,2009), hal 25
[5] Ibid, hal 26-31
[6] Winardi, Asas asas manajmen, (bandung: mandar maju.2000) hlm 10
[7] Dasar-dasar manjemen, op.cit 2009 hal 32-33
[8] Ibid, hlm. 432-436

No comments:

Post a Comment

Designed By VungTauZ.Com