MANAJEMEN MODEREN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang masalah
Manajemen
merupakan sebuah seni kuno yang dipraktekan pada masa lampau oleh raja-raja,
pangeran-pangeran, perdana mentri, para wakil atau pemimpin
agama, dan para jendral. Dewasa ini kita melihat dengan jelas, bahwa manajemen
memasuki hamper seluruh aspek masarakat kita, ia berkaitan dengan individu,
kesatuan keluarga, perusahaan, badan pemerintah, pemerintah pusat, PBB, dan
organisasi-organisasi lainnya.
Pengetahuan
yang luas tentang manajemen, merupakan suatu peluang tetapi pula sebuah kendala
bagi seorang pendidik manajemen, karna ia berhadapan dengan sebuah topik, yang
sudah dikenal oleh para pendengarnya, sehingga tidak jarang ia perlu menghadapi
pandangan-pandangan dan persepsi yang seringkali menyesatkan.
Ilmu manajemen
memberikan pemahaman kepada kita tentang pendekatan atau tata cara penting
dalam meneliti, menganalisa dan memecahkan masalah. Pada manfaat yang lebih
besar, diharapkan mampu memberikan sumbangan terhadap rung lingkup dan
perkembangan teori manajemen.
B.
Rumusan masalah
1.
Apa yang
dimaksud manajemen modern?
2.
Bagaimana latar
belakang manajemen moderen?
3.
Seperti apa
prinsip-prinsip dan landasan pemikiran manajemen menurut hanry fayol?
4.
Siapa tokoh
lain dari manajemen moderen?
5.
Bagaimana
asas-asas dan kegunaan manajemen moderen?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
manajemen modern
Kata
Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki
arti "seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi
yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya,
mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang
lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan
orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan
manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara
efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan
perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara
benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal
Teori modern
mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sistem tertutup yang berkaitan
dengan lingkungan yang stabil, tetapi organisasi adalah suatu sistem terbuka
yang harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungannya. Teori
organisasi dan manajemen modern dikembangkan sejak tahun 1950, Teori modern,
dengan tekanan pada perpaduan dan perancangan, menyediakan pemenuhan suatu
kebutuhan yang menyeluruh.
Jadi teori organisasi modern lebih dinamis daripada teori-teori
lainnya dan meliputi lebih banyak variabel yang dipertimbangkan. Teori modern
bisa disebut sebagai teori organisasi dan manajemen yang memadukan teori klasik
dan neoklasik dengan konsep-konsep yang lebih maju.
Manajemen moderen adalah adalah manajemen yang pada periodenya ditandai
dengan sudah dipelajari manajemen sebagai ilmu yang mempunyai dasar-dasar logika
ilmiah, sehingga banyak melibatkan ahli manajemen maupun ahli ekonomi untuk
melakukan penelitian tentang manajemen yang menghasilkan berbagai teori maupun
aliran manajemen.[1]
B.
Latar belakang
manajemen modern
Salah satu cara
untuka memahami manajemen dapat dilakukan dengan cara mempelajari latar
belakang manajemen yang ada pada masa kini, atau lebih dikenal sebagai
manajemen modern. Mempelajari latar belakang manajemen modern, sama halnya
dengan menengok kembali jalannya sejarah manajemen dimasa yang lalu. Memang
sukar bagi kita untuk menetapkan pangkal
dari mana kita harus memulainya mengingat sejarah manajemen setua sejarah
manusia itu sendiri, namun demikian, kita dapat memulai mempelajari latar
belakang perkembangan manajemen sejak adanya catatan-catatan sejarah aktivitas
manusia dalam mencapai tujuan mereka. Atau kita juga dapat memulainya dengan
mempelajari perkembangan problema manajemen sejak jaman dahulu hingga sekarang.[2]
Problematik
manajemen sejak dlu hingga sekarang sebenarnya tidak berubah, hanya tingakat
kecanggihannya yang berbeda. Problema tidak berubah, hanya tingkat
kecanggihannya yangberbeda. Problema pokok manajemen adalah mengkoordinasi
secara efektif unsur-unsur produki,
yakni orang, material, mesin,
uang, dan pasar, atau sering disingkat 5M (men, materials, machines, money, markets).
Dari gambaran
diatas, guna lebih memahami latar belakang timbulnya manajemen modern, kiranya
perlu ditengok kembali, problematik manajemen dijaman produksi oleh kaum budak,
produksi rumah tangga, produksi oleh tukang, produksi pada industri rumah
tangga, prosuksi dijaman revolusi industri, maupun produksi setelah revolusi
industri.[3]
C. Prinsip-prinsip manajemen Henry fayol (1841-1925)
Henry fayol,
sebagai seorang tokoh manajemen. Peranannya dapat disejajarkan dengan
F.W.Taylor. kedua tokoh ini sama-sama berpendapat bahwa ada prinsip-prinsip
manajemen tertentu, dan itu dapat diajarkan dan dipelajari. Perbedaan keduanya,
kalau Henry fayol menjuruskan perhatiannya kepada pimpinan tingkat atas, maka
Taylor menitikberatkan perhatiannya kepada pimpinan menengah dan pertama.
Itulah sebabnya buku Taylor pada cetakan ulang dalam tahun 1933 diubah namanya
dari Principles of Scientific
Management menjadi The Shop Management.
Henry fayol
menggunakan seluruh karier bisnisnya pada sebuah perusahaan pertambangan dan
industri di Perancis. Ia pensiun sebagai
direktur setelah membuat kemajuan besar dalam organisasi dan memperluas
perusahaan tersebut.
Pada tahun
1908, henry fayol mengeluarkan sebuah buku dengan judul Administration
Industrielle et General. Yang kemudian diterjemahkan oleh Constance
Storrs kedalam bahasa Inggris dengan
judul General and Industrial
Management. Buku ini adalah hasil praktik dan studi dibang manajemen selama
lebih dari lima puluh tahun.[4]
Dalam bukunya
yang disebutkan diatas, Henry Fayol mengemukakan prinsip-prinsip manajemen,
yaitu:
A.
Divinision of
Work
Spesialisasi
menurut Henry Fayol merupakan sifat ilmiah, terlihat pada setiap masyarakat.
Bila masyarakat berkembang, maka tambahlah organisasi-organisasi lama yang
mengatakan beraneka ragam fungsi pada masyarakat primitif
B.
Authority and
Responsibility
Authority
(wewenang) adalah hak memberi intruksi-intruksi dan kekuasaan yang meminta
kepatuhan.
C.
Dicipline
Hakikat
dari kepatuhan (dicipline), yakni melakukan apa yang sudah disetujui
bersama antara pimpinan dengan para pekerja, baik persetujuan tertulis, lisan,
atau berupa peraturan atau kebiasaan.
D.
Unity of
Command
Dalam
tiap tindakan, seorang pegawai harus menerima intruksi dari seorang atasan
saja. Bila hal ini dilanggar, berarti wewenang (authority) dikurangi,
disiplin terancam, ketenangan terganggu, dan stabilitas mengalami cobaan.
E.
Unity of
Direction
Prinsip
ini dapat dijabarkan sebagai one head
and plan for a group of activities having the same objective itu merupakan persyaratan penting untuk
kesatuan tindakan, koordinasi, kekuatan, memfokuskan usaha.
F.
Subordination
of Individual Interest to General
Interest
Dalam
sebuah perusahaan, kepentingan seorang pegawai tidak boleh diatas kepentingan
perusahaan.
G.
Remuneration of
Personnel
Gaji
pegawai adalah harga dari layanan yang diberikannya. Harus adil, sejauh mungkin
memberi kepuasan baik kepada pegawai maupun kepada perusahaan.
H.
Centralization
Masalah
sentralisasi atau desentralisasi adaah masalah pembagian kekuasaan, pada suatu
organisasi kecil sentralisasi dapat diterapkan, akan tetapi pada organisasi
besar harus diterapkan desentralisasi.
I.
Scalar Chain
Scalar
chain (rantai saklar) adalh rantaiyang bermula dari atasan, yaitu authority terahir
hingga pada tingkat terendah.
J.
Order
Untuk
ketertiban manusia ada formula yang harus dipegang, yaitu suatu tempat untuk
setiap orang dan setiap orang pada tempatnya masing-masing.
K.
Equity
Untuk
merangsang pegawai dalam melaksanakan tugasnya dengan kesungguhan dan
kesetiaan, mereka memerlukan keramahan dan keadilan.
L.
Stability of
Turnover of Personnel
Seorang
pegawai membutuhkan waktu untuk membiasakan diri pada pekrjaan baru dan berhasi
mengerjakannya dengan baik.
M.
Initiative
Memikirkan
sebuah rencana dan meyakinkan keberhasilan merupakan pengalaman yang memuaskan
bagi seseorang.
N.
Ecsprit de Corps
“Persatuan
adalah kekuatan”. Para pimpinan perusahaan harus berbuat abnyak untuk
merealisasikan pembahasan itu. Keharmonisan. Persatuan dikalangan personalia perusahaan
merupakan kekuatan besar bagi perusahaan.[5]
D.
Landasan pemikiran Henry fayol
Henry fayol
berhasil mengembangkan salah satu diantara teori komprehensif tentang manajemen
umum. Sebagai managing director dari perusahaan The commentary Fourchambault Mining
Company di Perancis dari tahun 1888-1918, Fayol berhasil berhasil mengembangkan
perusahaan tersebut.
Sukses yang
diraih, sebagian besar disebabkan karena berbagai macam konsep manajemen yang dikembangkan dan
diterapkan oleh Fayol.
fayol sering dinamakan bapak yang mempelopori sudut pandangan proses manajemen.
fayol sering dinamakan bapak yang mempelopori sudut pandangan proses manajemen.
Diantara
konsep-konsep Fayol dapat disebut:
1.
Kompetensi
manajemen versus kompetensi teknis:
2.
Sifat ilmiah
manajemen:
3.
Universalitas
manajemen.[6]
E.
Tokoh-tokoh
lain dalam aliran moderen
1.
Robert Owen (1771-1858)
Sejak
tahun 1828-1824, dia mencurahkan perhatiannya kepad perlombaan struktur
masyarakat. Dia adalah salah seorang pendiri gerakan koprasi komsumsi dan salah
satu usahanya yang lain adalah percobaannya yang gagaluantuk mendirikan suatu
komune di nem harmony, Indiana dalam 1824.
2.
Charles babbage
(1792-1871)
Dia
menaruh perhatian tentang soal pembagian kerja (division of labour). Inilah
menurut pendapatnya yang merupakan suatu prinsip utama dalam ekonomi industri.
Bila seseorang membatasi bidang pekerjaannnya akan memudahkan dan menimbulkan
kegembiraan kepada orang tersebut.
3.
Kapten henry
Metcalfe (1847-1917)
Menurutnnya,
ada suatu science of administration (ilmu pengetahuan) manajemen,
berdasarkan kepada prinsip-prinsip yang dapat diterapkan kepada keadaan-keadaan
yang beraneka ragam. Prinsip dapat di peroleh dengan pencatatan, observasi, dan
membandingkan.
4.
Henry robinson
(1844-1924)
Bila
ketiga tokoh di atas menganjurkan agar para manajer mengadakan
pencatatan-pencatatan, observasi dan perbandingan-perbandingan dalam perusahaan
untuk dipergunakan sebagai pedoman pada waktu-waktu yang akan dating, maka
henry robinson town maju selangkah lagi. Ia menganjurkan agar para manajer itu
mengadakan pertukaran penglaman yang diselenggarakan atau di bantu oleh
organisasi sarjana mesin-mesin yang ada di amerika pada saat itu.[7]
F. Asas-asas Manajemen Modern
Pekerjaan
seorang manejer pada pokoknya terdiri dari dua buah fungsi principal yaitu:
a.
Memutuskan (DECIDING)
b.
Melaksanakan (DOING)
Mengingat
bahwa fungsi-fungsi tesebut sesungguhnya lebih kompeks daripada yang dapat
dinyatakan oleh dua buah istilah sederhana tersebut, maka mungkin lebih baik
kita menggunakan istilah:
a. Perencanaan
(PLANNING)
Perencanaaan merupakan suatu proses dimana orang
memikirkan pekerjaan yang akaan dilaksanakan, dipertimbangkan, apa yang
diperlukan untuk melakukannya.
Perencanaan meliputi aneka macam
subfungsi sebagai berikut:
1. Perencanaan
jangka panjang (long-range planning)
2. Perencanaan
jangka pendek (short-range planning)
3. Pengambilan
keputusan strategik(strategic decision making)
b. Pelaksanaan
(EXECUTION)
Fase pelaksanaan dalam bidang manajemen
meliputi berbagai macam subfungsi yang berbeda-beda. Hal yang terpenting
diantara mereka adalah:
1.
Pengorganisasian (ORGANIZING)
Pengorganisasian
mencakup suatu formalisasi tentang pemikiran dan perencanaan yang diperlukan
oleh organisasi tertentu, hingga ia menjadi strukur proses-proses dan arus yang
teratur, hingga dengan demikian tersedia sebuah landasan stabil bagi
pengelompokan aktivitas dan peralatan.
2.
Memimpin/memberikan arah (DIRECTING)
Memimpin berhubungan
dengan kepemimpinan tatap muka antara para atasan, para bawahan, para rekan dan
para kawan kerja. DIRECTING merupakan sebuah fungsi manajemen yang terutama
banyak dipelajari oleh para ilmuan dan para pemraktek manajemen. Fungsi-fungsi
DIRECTING sebagian besar berhubungan dengan subsistem manusia pada
organisai-organisasi, dan hal tersebut makin penting, apabila kita harus
melaksanakan suatu tugas yang mengharuskan kita melakukan lintas batas berbagai
garis organisasi dimanapun mereka berada, dalam hal mencapai sasaran yang
bersangkutan.
3.
Pengawasan (CONTROLLING)
Mengawasi merupakan
proses dimana diupayakan agar kejadian-kejadian berlangsung sesuai dengan
rencana-rencana yang telah disusun sebelumnya. Ia mencakup aneka macam
aktivitas misalnya menetapkan waktu (TIMING) dan menjadwal (SCHEDULING) pekerjaan
organisasi yang bersangkutan dan menghubungkannya dengan upaya-upaya individual
dan segmen-segmen organistoris yang ada. Pengkoordinasian sering kali dianggap
sebagai bagian esensial dari fungsi peengawasan, yangberkaitan denagan
pengsinkronisasian aktivitas-aktivitas sehubungan dengan waktu dan tempat dalam
rangka upaya memanfaatkan sumber-sumber daya sebaik mungkin yang diarahkan ke
arah pencapaian tujuan yang sama atau tujuan yang mempuanyai kaitan satu sama
lain.[8]
G.
Pentingnya
manajemen modern
Organisasi-organisasi dengan siapa kita
berhubungan dalam kehidupan kita sehari-hari, terlepas dari apakah mereka
merupakan perusahaan yang menguasai hajat hidup orang banyak badan-badan
pemerintah, atau produsen-prousen, masing-masing memiliki kekuasaan ekonomi,
politik dan sosial besar.
Dalam sejarah pembangunan negara, kita
telah melihat betapa dalam waktu yang relatif singkat, tumbuh berbagai
perusahaan besar (kadang-kadang perusahaan-perusahaan raksasa) yang dalam
percakapan sehari-hari seringkali dinamakan orang perusahaann-perusahaan
kolomerat. Besarnya ukuran perusahaan secara otomatik mengandung arti kekuasaan
potensi besar pula.
Masyarakat kompleks kita yang
mengharuskan adanya manajemen baik, menunjukan pula aspek interdependensi
organisasi-organisasi. Organisasi-organisasi modern terkait satu sama lain
dengan macam-macam cara. Perhatikan saja bagaimana dunia perbankan swasta
demikian erat dengan berbagai macam perusahaan swasta pula.
Besarnya perusahaan-perusahaan,
kekuasaan yang dimiliki mereka dan interdependensi organisasi-organisasi modern
dapat menyebabkan timbulnya dampak luas serta serius dan berkepanjangan atas
masyarakat kita.
Perhatikan sebagai contoh kenyataan dalam perekonomian kita dimana pada hampir
semua sektor industri dan jasa-jasa terjadi PHK secara besar-besaran, hal mana
akan merupakan beban berat bagi perekonomian kita yang masih menunjukan laju
pertumbuhan ekonomi negatif.
H. Evolusi manajemen
Marilah kita memperhatikan bagaimana
dan mengapa manajemen modern berkembang dari manajemen tradisional.
Sesungguhnya manajemen modern dibangun berlandasan praktek-praktek terbaik
manajemen tradisional, yang dibantu oleh pendekatan-pendekatan, teknik-teknik,
dan sikap-sikap baru. Sekalipun terlihat bahwa manajemen modern telah
berkembang secara sistematikal, dampaknya bersifat revolusioner
Manajer
masa kini berpraktek dalam suatu lingkungan yang sangat berbeda dibandingkan dengan lingkunngan yang
terdapat puluhan tahun yang lampau. Organisasi yang perlu dimanaje olehnya,
berbeda dengan organisasi masa lampau, bentuk-bentuk keorganisasian baru telah
berkmbang, yang memungkinkan pola-pola operasi yang lebih fleksibel, sehingga
organisasi modern, sangat berbeda dibandingkan dengan organisasi sebelumnya.
Perubahan-perubahan yang terjadi pada organisasi-organisasi sebagai timbul
karena perubahan-perubahan dalam teknologi.
Dewasa
ini, organisasi sebelumnya belum pernah menganggap manajemen baik sebagai
kebutuhan, telah menjadi pemimpin dalam hal mengembangkn ide-ide manajemen
modern. Sebagian besar dari teori manajemen yang dikembengkan untuk
perusahaan-perusahaan dengan teknologi rendah memeng tidak dapat diterapkan
bagi organisasi modern.
Organisasi
teknologi tinggi tidak berisikan sejumlah besar karyawan yang tidak terampil,
atau dengan ketermpilan sedang, tetapi disana terdapat sejumlah pekerja
terampil dan kelompok profesional, yang harus dihadapi dengan cara yang sangat
berbeda dibandingkan dengan cara yang dahulu yang berhasil dengan karyawan yang
tidak terampil pada masa lampau.
Banyak
organisasi modern merupakan konfenderesi
kelompok profesional dengan ikatan lepas yang menunjukan loyalitas yang
tidak telampau tinggi oleh organisasi mereka, ataupun tidak terlampaui
tergantung pada organisasi mereka. Sebagai contoh dapat disebut misalnya rumah
sakit (swasta) di mana para dokter bekerja sebagai enterpreniur independen, dan
Universitas di mana para profesor
mengabdi kepada pemerintah dan industri sebagai konsultan.
Pada
contoh yang disajikan, loyalitas primer sang profesional adalah terhadap
profesinya, dan bukan terhadap organisasi di mana ia sedang praktek. Dalam
dunia bisnis, apa yang dikemukakn hampir sama saja. Perusahaan-perusahaan
dengan teknologi tinggi memanfaatkan karyawan yang independen bersifat mobil,
dan dalam sebuah perekonomian, dimana ketrampilan bersifat langka, maka
perusahaan harus menjalankan manajemen baru terhadap mereka.
Di
negara industrial maju hampir semua karyawan merupakan spesialis, dan mereka
berprilaku seakan-akan mereka merupakan aktiva yang berharga, dan setiap orang
perlu dimanaje dengan cara yang konsisten dengan stasusnya.
I. Landasan manajemen modern
Fokus manajemen baru tentang
perusahaan, tidak menyebabkan penyisihan konsep dan falsafah-falsafah manajemen
tradisional. Justru, manajemen baru telah berkembang dari manajemen
tradisional, karena dimnfaatkannya hal terbaik yang di tawarkan oleh manajemen tradisional, yang
kemudian di lengkapi dengan sejumlah perkembangan konseptual baru, yang
memperkuat spoke dan evektifitas sang manajer yang harus hidup dalam dunia
perubahan terus menerus berlangsung.
Perkembangan-perkembangan konseptual
penting mencangkup konsep sistem dan analisis keputusan formal. Perkembangan-perkembangan
lainnya berupa makin disadarinya pentingnya elemen manusia pada
organisasi-organisasi dan makin dirasakan dan dihayatinya tanggung jawab sosial
yang dihadapi dan di emban oleh organisasi-organisasi.
J. Pendekatan terhadap studi manajemen
Ada macam-macam pendekatan dalam
pengembangan manajemen sebagai ilmu
pengetahuan. Diantara pendekatan yang ada, pendekatan sistem atau pandangan
sistem, dapat kita manfaatkan sebagai alat untuk lebih memahami manajemen
sebagai sitem masukan, sebagai proses, maupun sebagai keluaran.
Teks manajemen tradisional telah
memanfaatkan pendekatan prinsip-prinsip yang berupaya untuk memanfaatka
sebaiknya pengalaman masa lampau melalui tindakan mengembangkan
prinsip-prinsip atau petunjuk-petunjuk manajemen baik.
Walaupun prinsip-prinsip demikian seringkali
bermanfaat dan benar (valid) mereka
tidak menyediakan suatu kerangka kerja yang konseptual penuh pemikiran
manajemenen.
Dalam
kondisi paling buruk, mereka dapat menjadi pedoman bagi tindakan tanpa dipikirkan.
Andaikata prinsip-prinsip dianggap sebagai sebuah pendekatan daftar pengecekan
bagi manajemen, maka mereka dapat bersifat menyesatkan dan tidak memenuhi
tujuan mereka .
Pendekatan
sistem yang banyak digunakan orang berupaya untuk mengembangan suatu cara
pemikiran sebuah kerangka kerja
konseptual, bersama-sama dengan sebuah metedologi bagi pengimplementasi
sehingga ia bukan pedoman
rinci secara spesifik bagi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan.
David
I Cleland dan William R. King berpendapat bahwa banyak diantara pemikiran manajemen tradisional, baik dan
bermanfaat begitupula halnya dengan pendekatan prinsip-prinsip. Akan tetapi,
apabila kita mengendalikan diri secara total pada prinsip-prinsip, maka hal
tersebut tidak akan cukup dan adakalanya sifatnya adalah kontraproduktif.
PENUTUP
KESIMPULAN
Teori
Manajemen Modern ini ada pada zaman kuno dan di awali oleh teori klasik, neo-klasik,
dan munculah manajemen modern. Teori ini cukup bagus di terapkan pada
perusahaan-perusahaan yang berada di indonesia, karena dapat menghemat waktu, tenaga,
dan biaya. Namun teori ini memepunyai kelemahan dari segi kemanusiaan yang mulai tergeser. Oleh karena itu banyak perusahaan yang
menggabungkan teori klasik, neo-klasik, dengan modern, untuk mencapai kepuasan
bagi organisasi dan perusahaan.
Hendry fayol
adalah bapak teori manajemen moderen yang menjabarkan banyak tentang
prinsip-prinsip dari teori manajemen modern, manajemen moderen ini berfungsi
sangat bagus bagi sebuah perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Anggota
Ikapi ,Dasar-dasar
manajemen,Yogyakarta:Gajah Mada University Press,2009
Heidjarachman
ranupandjono, teori dan konsep manajemen,Yogyakarta:UPP AMP YKPN,1996
Widya-devinda.blogspot.com/201/2/10/manajemen-modern.html
Winardi, Asas-Asas Manajemen,Bandung:Mandar
maju,2000
Winardi, sejarah pemikiran dalam bidang manajemen,
bandung:madar maju.2002
[1]
Widya-devinda.blogspot.com/201/2/10/manajemen-modern.html
[2] Heidjarachman
ranupandjono, teori dan konsep manajemen,(Yogyakarta:UPP AMP YKPN,1996), hal 19
[3] Ibid, 20
[4] Anggota
Ikapi ,Dasar-dasar
manajemen,(Yogyakarta:Gajah Mada University Press,2009), hal 25
[5] Ibid, hal
26-31
[7] Dasar-dasar
manjemen, op.cit 2009 hal 32-33
No comments:
Post a Comment