Breaking News

Sunday, 10 January 2016

MAKALAH SUKU BUNGA THE FED MENGHANTUI EKONOMI INDONESIA

SUKU BUNGA THE FED MENGHANTUI EKONOMI INDONESIA
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perekonomian Di Indonesia yang di ampu oleh Hermanita, MM.






PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH
JURUSAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) JURAI SIWO METRO
2015
Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong mengatakan, kenaikan suku bunga acuan atau Fed Fund Rate (FFR) membuka peluang ekspor yang lebih besar lagi ke negeri Paman Sam, Amerika Serikat.
"Buat kita-kita di negara berkembang, itu berita yang cukup menggembirakan (bahwa) perekonomian Amerika Serikat semakin menguat, perekonomian Eropa semakin menguat. Itu memberikan peluang lebih positif kepada kita untuk ekspor," kata Thomas di Jakarta, Selasa (22/12/2015).
Kenaikan suku bunga acuan FFR sebesar 25-50 basis poins, lanjut Thomas, menunjukkan bahwa perekonomian Amerika Serikat menunjukkan pemulihan. Dia memperkirakan, ekonomi Eropa juga akan menyusul perbaikan ekonomi Amerika Serikat.
"Kita jangan hanya melihat sisi negatif bahwa bunga naik. Tetapi kenapa bunga dollar AS naik. Suku bunga naik karena bank sentral AS percaya diri sekali bahwa ekonominya kuat dan akan semakin menguat," sambung Thomas.
Thomas menuturkan, kenaikan suku bunga FFR seharusnya bisa dilihat dari dua sisi. Memang benar, sambung dia, bahwa di satu sisi kenaikan suku bunga FFR mengakibatkan tekanan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Dan tekanan nilai tukar ini pun dialami semua negara-negara berkembang.
"Di lain sisi, AS berani menaikkan suku bunganya karena perekonomian makin pulih. Akselerasi perekonomian AS, disusul akselerasi perekonomian Eropa, ujungnya saya yakin akan positif untuk perdagangan," ucapnya.
Pada Kamis pekan lalu, sidang FOMC telah menyepakati kenaikan suku bunga acuan sebesar 25-50 bps. Federal Reserve juga diprediksikan kembali mengerek suku bunga acuannya sebesar 100 bps secara gradual tahun depan.
Menurut Andry Asmoro, Head of Macroeconomic Research Department Bank Mandiri, sayangnya selama ini ekspor Indonesia didominasi oleh komoditas. Di sisi lain, apabila ingin menangkap peluang pemulihan ekonomi Amerika Serikat, maka pemerintah perlu mendorong produk manufaktur.
Lantas produk apa saja yang berpeluang dikirim ke negeri Paman Sam? Berkaca dari kinerja ekspor 2014, setidaknya ada lima kelompok produk potensial ekspor dengan tujuan Amerika Serikat. Mereka adalah apparel dan sejenisnya, karet dan produk turunannya, ekspor perikanan, ekspor peralatan elektronik, serta alas kaki.
Sepanjang 2014, ekspor produk apparel dan sejenisnya ke Amerika Serikat mencapai 3,7 miliar dollar AS. Sementara ekspor produk karet dan turunannya tercatat sebesar 1,7 miliar dollar AS.
Adapun ekspor produk perikanan mencapai 1,3 miliar dollar AS, produk peralatan elektronik mencapai 1,3 miliar dollar AS, dan alas kaki mencapai 1,1 miliar dollar AS. "Jadi ini adalah yang diharapkan sekali (ekspornya naik) jika Amerika Serikat lebih cepat lagi pertumbuhannya," kata Andry, Senin (21/12/2015).[1]
Bank sentral Amerika (The Fed) akhirnya menaikkan suku bunga secara bertahap, dimulai dengan menaikkan sebesar 25 basis poin dari 0-0,25% menjadi 0,25- 0,50%.
Kebijakan ini ditempuh The Fed setelah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar 15- 16 Desember 2015. Rapat FOMC ini memandang perbaikan pasar tenaga kerja dan ekspektasi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) saat ini menjadi momentum menaikkan suku bunga, meninggalkan zona suku bunga murah ke era kebijakan ketat.
KenaikansukubungaTheFedtahun 2015 sepertinya tidak terlalu mengkhawatirkan seperti dugaan banyak kalangan, khususnya risiko terjadinya capital-outflow secara besar-besaran. Namun, langkah The Fed untuk menaikkan suku bunga tidak hanya berhenti pada tahun ini saja. Direncanakan tahun 2016-2018, suku bunga The Fedakandinaikkan kembalisecara bertahap sampai pada level optimum.
Inilah yang perlu diantisipasi oleh Indonesia terkait dengan kebijakan moneter yang akan ditempuh oleh The Fed di 2016. Kenaikan suku bunga ini menandakanera easy money telahberakhirdankebijakan ekonomi ketat mulai dilakukan. Kenaikan suku bunga The Fed secara bertahap akan dilakukan hingga mencapailevelnormaldikisaran3,5% dengan kemungkinan sekenario 2016 (1,5%), 2017 (2,5%) dan 2018 (3,5%). Keputusan kenaikan suku bunga The Fed ini tentunya mengakhiri ketidakpastian di pasar, baik global mupun regional.
Tiap-tiap otoritas moneter dan fiskal di hampir semua kawasan mulai melakukan kalkukasi strategis dalam mengantisipasidampakdari tahapankenaikan ini. Kebijakan menaikkan suku bunga The Fed ini tentunya semakin memperluas gap dengan kebijakan bunga di zona Eropa yang tengah menempuh pelonggaran kebijakan.
Pada awal bulan inibanksentralEropa(ECB) kembali menurunkan suku bunga acuannya dari minus 0,2% menjadi minus 0,3% dan mempertahankan program stimulus pasar sebesar 60 miliar euro per bulan hingga 2017. Keputusan The Fed terhadap kebijakan suku bunga acuannya dalamjangkapendek setidaknya telahmeredamspekulasidipasar. Hal ini sekaligus memberikan ruang kepastian yang lebih bagi pengelolaan sistem keuangan global, regional dan domestik.
Namun langkah The Fed menaikkan suku bunga akan terus berlanjut di tahun 2016 dan hal ini perlu diantisipasi. Terlebih saat ini, kondisi ekonomi Eropa, Tiongkok, Jepang, dan Amerika Latin tidak terlalu menjanjikan. Sepertinya The Fed juga sangat hati-hati dalam memutuskan kenaikan suku bunga. Ini membuat kenaikan suku bunga pertama di tahun 2015 tidak menciptakan guncangan sangat besar di pasar keuangan dunia.
Hal itu pula yang tentunya diharapkan oleh banyak negara ketika The Fed akan melakukan kenaikan lanjutan di sepanjang 2016. Bagi Indonesia, kondisi ini perlu terus diikuti dengan penguatan fundamental ekonomi di tahun 2016. Penguatan fundamental dapat dilakukan melalui empat faktor berikut; pertama, kebijakan nilai tukar rupiah perlu mendapat perhatian besar bagi otoritas moneter mengingat sepanjang2015, nilai tukar mengalami tekanan yang cukup dalam (terdepresiasi sekitar 8-9% sepanjang Januari- November 2015).
Terdepresiasinya nilai tukar rupiah ini mendorong pembengkakan sejumlah pembiayaan yang menggunakan dolar AS di satu sisi sementara pendapatan yang diperoleh menggunakan mata uang rupiah. Begitu pula dengan sejumlah industri yang banyak menggunakan bahan baku impor. Ongkos produksi akan meningkat sementara permintaan relatif melemah akibat terkurasnya daya beli masyarakat.
Di sisi lain, depresiasi nilai tukar rupiah memberikan dampak positif bagi kegiatan ekspor. Selain mendorong ekspor, kebijakan yang mendatangkan devisa seperti sektor pariwisata perlu dioptimalkan. Selain itu, kebijakan menahan sisa hasil devisa ekspor untuk beberapa waktu tertentu dapat dilakukan untuk meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Kedua, kenaikan suku bunga lanjutan The Fed tentunya mendorong pembalikan arus modal keluar mengingat sejumlah pembelian di pasar keuangan banyak didominasi oleh asing, misalnya di pasar saham, asing menguasai sekitar 60% kepemilikan, dan di pasar obligasi pemerintah di kisaran 40%. Eksposur kepemilikan asing di pasar keuangan ini tentunya sangat rentanterhadap pemulihan ekonomi Amerika Serikat. Ketika suku bunga The Fed naik, bisa diproyeksikan secara perlahan asing akan mulai mengalihkan modalnya kembali ke Amerika Serikat.
Kondisi ini tidak hanya berlaku di Indonesia, tetapi juga terjadidinegara- negara berkembang lainnya. Pelarian modal di pasar keuangan dapat diantisipasi melalui dorongan untuk memperluas kapasitas di sektor riil. Langkah yang perlu dilakukan untuk meredam dampak ini salah satunya denganmendorongiklim usaha yang business friendly termasuk upaya memangkas sejumlah regulasi perizinan usaha yang tidak ramah investasi.
Ketiga, imbas kenaikan The Fed juga berpotensi menekan fiskal negara-negara berkembang khususnya bagi negara yang memiliki defisit fiskal yang besar. Pemerintah Indonesia bebarapa waktu lalu menaikkan proyeksi defisit fiskal dari 2,7% menjadi 2,9%. Hal ini dilakukan mengingat ruang fiskal pada tahun 2015 semakin terbatas sehingga Kementerian Keuangan mengambil kebijakan menaikkan proyeksi defisit ke level 2,9%.
Dengan naiknya proyeksi defisit ini, pemerintah berharap ruang fiskal masih dapat mendorong sejumah agenda pembangunandi2015. Memang menjadi persoalan ketika target penerimaan pajak sebagai tulang punggungAPBNtidakterpenuhi. Tercatat hingga akhir November 2015, realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp841 triliun atau 65% dari target APBNP 2015 sebesar Rp1.294,2 triliun.
Proyeksi realisasi penerimaan pajak hingga 31 desember 2015 diperkirakan hanya akan mampu menyentuh angka Rp950 triliiun atau 73% dari target APBNP 2015. Dengan realita ini tentunya pemerintah dapat mengalkulasi ulang proyeksi penerimaan pajak 2016 yang ditargetkan dalam APBN 2016 sebesar Rp1.360,1 triliun.
Sementara itu, saat ini dunia usaha Indonesia juga membutuhkan kebijakan perpajakan yang lebih ramah agar dunia usaha dan penciptaan lapangan kerja terus berkembang. Keempat, asumsi kehatihatian The Fed dalam memutuskan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) akan dilanjutkan pada 2016. Kita berharap bahwa kenaikan lanjutan suku bunga di Amerika Serikat tidak akan memberikan guncangan besar di pasar keuangan dunia seperti yang terjadi pekan lalu.
Mempertimbangkan akan hal ini, perlu stimulus untuk menaikkan daya saing industri dan pelaku usaha melalui penyesuaian suku bunga acuan BI. Tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia saat ini di level 7,5% dapat diturunkan ke level 6,0-7,0% di tahun 2016 untuk memberi ruang bagi ekspansi usaha-usaha dalam negeri (khususnya UMKM). Penurunan suku bunga acuan ini dapat menekan suku bunga kredit sehingga industri dalam negeri dapat tetap tumbuh.
Meskipun dengan angka suku bunga di kisaran 6%, suku bunga kredit Indonesia masih relatif tinggi di banding negara negara seperti Vietnam, Malaysia dan Singapura. Keempat hal ini menurut pandangan saya perlu menjadi perhatian pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla khususnya dalam menahan efek perlambatan ekonomi global. Keempat faktor ini berimbas langsung pada upaya penguatan daya beli masyarakat sekaligus mendorong penguatan ekonomi domestik, tentunya di samping sejumlah pembangunan infrastuktur yang sedang berjalan.
Kita berharap paket ekonomi yang telah berjalan (1-7) dan yang akan dikeluarkan dapat efektif di tingkat implementasi untuk semakin memperkuat fundamental ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global 2016. Koordinasi dan sinkronisasi antara otoritas fiskal-moneter dan sektor riil menjadi titik simpul yang penting untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan nasional.[2]
Kenaikan suku bunga Bank Federal Amerika Serikat dinilai bisa memangkas keuntungan pabrikan otomotif pada tahun mendatang dan mempengaruhi penjualan mobil beserta pembiayaan otomotif.
Untuk kali pertama sejak 2006 The Fed akhirnya menaikkan suku bunga ke level 0,25-0,5 persen, dan sejumlah ekonom memprediksikan setidaknya tiga-empat kali penyesuaian suku bunga akan dilakukan The Fed hingga akhir 2016 nanti.
Pengetatan dari bank sentral AS tersebut, bakal membuat perusahaan seperti Ford Motor Co dan General Motors sedikit kesulitan memperoleh dana dari pasar obligasi karena tingkat suku bunga yang tinggi dan mahal.
Pabrikan tersebut akan membebankan ongkos tambahan kepada para konsumen akibat tekanan persaingan. Di sisi lain bagi bank-bank di AS, kenaikan suku bunga The Fed tidak akan membengkakkan ongkos pembiayaan meski misalkan penyesuaian dilakukan satu atau dua kali, sebab mereka akan tetap mempertahankan suku bunga yang mereka gunakan untuk pembiayaan otomotif. (Zum/Nji)[3]




[1] www.kompas.com
[2] www.koran-sindo.com
[3] www.bisnis.liputan6.com

2 comments:

  1. Nama saya adalah Cynthia Johnson. kita hipotek, pinjaman rumah, kredit mobil, pinjaman Hotel, tawaran komersial Umum Mr John Carlson, orang harus memperbarui semua situasi keuangan di dunia / perusahaan untuk membantu mereka yang terdaftar pemberi pinjaman uang pinjaman pribadi, kredit konstruksi, rendah suku bunga 2% dll kredit modal, pinjaman usaha dan pinjaman kredit buruk bekerja, Memulai. Kami membiayai proyek di tangan dan perusahaan Anda / mitra dan saya juga ingin menawarkan pinjaman pribadi untuk klien mereka. hubungi kami melalui e-mail untuk informasi lebih lanjut: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com

    ReplyDelete
  2. Kabar Baik, Setiap Satu. Nama saya Aris Setymin Dari Indonesia tapi aku tinggal di Prahova Rumania, aku cepat-cepat ingin menggunakan media ini untuk berbagi kesaksian tentang bagaimana Tuhan mengarahkan saya untuk pemberi pinjaman kredit Legit dan nyata yang telah mengubah hidup saya dari rumput untuk rahmat, saya pernah menjadi miskin wanita tapi dia telah berubah saya untuk orang kaya sekarang, karena saya sekarang dapat membanggakan dari hidup sehat dan kaya tanpa stres atau kesulitan keuangan.

    Setelah berbulan-bulan mencoba untuk mendapatkan pinjaman di internet, saya ditipu oleh perusahaan pinjaman lain untuk membayar jumlah total Rp98,700,500, saya menjadi begitu putus asa dalam mendapatkan pinjaman dari pemberi pinjaman online yang sah yang tidak akan meningkatkan rasa sakit saya, jadi aku memutuskan untuk menghubungi seorang wanita yang baru saja pinjaman diterima secara online, kita membahas tentang masalah ini dan kesimpulan kami dia bercerita tentang seorang wanita bernama CYNTHIA JOHNSON yang merupakan CEO dari Cynthia Johnson Pinjaman Perusahaan.

    Aku diterapkan untuk jumlah pinjaman ($520,000.00USD) dengan tingkat bunga rendah dari 2%, sehingga pinjaman disetujui dengan mudah tanpa stres dan semua persiapan dilakukan pada transfer kredit, karena fakta bahwa tidak memerlukan agunan untuk transfer pinjaman, saya hanya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat lisensi kesepakatan dari mereka untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari dua jam dan 20 menit pinjaman disetorkan ke rekening bank saya.

    Jadi saya ingin saran siapa saja yang membutuhkan pinjaman untuk cepat menghubungi dia melalui: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dia tidak tahu bahwa saya melakukan ini dan saya berdoa agar Tuhan memberkati dia dan keluarganya untuk hal-hal baik yang telah dilakukan di hidupku. Anda juga dapat menghubungi saya di arissetymin@gmail.com untuk info lebih lanjut. dan di sini adalah email dari teman saya: ladymia383@gmail.com yang memperkenalkan saya kepada Ibu Cynthia Anda juga dapat menghubungi dia.

    ReplyDelete

Designed By VungTauZ.Com