Tips
agar mudah shalat malam
Sebenarnya shalat malam itu berat untuk dikerjakan
oleh hamba, kecuali yang diberi anugrah oleh Allah SWT untu bisa menunaikannya.
Dengan syarat – sayarat tertentu secara lahir dan batin. Beberapa syarat yang
bisa dilakukan agar shalat malam terasa ringan untuk ditunaikan adalah sebagai
berikut.
1.
Jangan terlalu banyak makan
Hendaklah kita menahan diri agar tidak terlalu
banyak makan, sihinga akan banyak minum, lalu akan terkalahkan oleh tidur dan
sangat bera untuk bangun, sebaian besar dari pasa syaikh biasa berdiri di depan
meja makan, kemudian berkata, “Wahai sekalian muridku, janganlah kalian banyak
makan, sehingga kalian akan banyak minum. Kalau sudah begitu, kalian akan
banyak tidur, lalu kalian akan banyak menyesal ketika meninggal!” ini merupakan
hal yang mendasar untuk bisa bangun malam, yaitu meringankan lambung dai beratnya makanan.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Tidaklah anak
Adam itu memenuhi sebuah bejana yang lebih buruk daripada (bejana yang berupa)
perut. Cukuplah bagi anak Adam itu beberapa suap makanan yang sekiranya bisa
membuat tegak tulang sulbinya (punggungnya). Jika terpaksa melempaui hal itu,
hendaknya sepertiga (bagian perutnya) untu makanannya, sepetriga untuk minuman
dan sepertiga lagi untuk nafasnya.”
Diriwayatkan bahwa iblis menampakkan kepada Nabi
Yahya bin Zakariyya dengan membawa banyak sendok. Yahya bertanya kepadanya,
“Ada apa dengan sendok-sendok itu?” Iblis menjawab, “Ini adalah syahwat yang
saya gunakan untuk memburu Anak Adam.” Yahya berkata kepadanya, “Apakah engkau
mendapatkan sesuatu pada diriku berkaitan dengan perangkapmu itu?” Iblis
menjawab, “Ya. Pada suatu malam, engkau sangan kenyang sehingga aku bisa
membuatmu merasa berat untuk mengerjakan sholat malam.” Yahya berkata, “sudah
tentu, sesudah ini, aku tidak akan mau lagi berkenyang-kenyang selamanya.”
Iblis kemudian berkata, “ Baiklah, tapi jangan engkau nasihatkan kepada orang
lain sesudahmu.”
Wahb bin Munabbih berkata, “Tidak ada orang yang
paling disukai oleh setan dari kalangan anak Adam, kecuali orang yang banyak
makan dan banyak minum.
2. Tidak
meningggalkan Qailulah di siang hari
Tidur seperti ini merupaka sunnah untuk bisa
membantu pelaksanaan shalat malam. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Mintalah bantuan
dengan makan sahur untuk bisa menunaikan puasa di siang hari, dna dengan
qailulah untu mengerjakan sholat malam.”
Hasan Al-Bashri ketika masuk ke dalam pasar,
kemudian mendengar kegaduhan dan omong kosong mereka, ia berkata, “Aku yakin
bahwa malam yang mereka lalui adalah malam yang buruk. Tidakkah meraka mau berqailulah (tidur disiang hari)?” Ini
berarti bahwa kesibukan di siang hari, sehingga tidak sempat tidur sejenak akan
melemahkan bdan dan tidak bisa membantu pelaksanaan shalat melam. Bahkan akan
semakin menambah jam tidur. Padahal, yang bisa membantu dan menggiatkan
pelaksanaan sholat malam adalah tidur di siang hari.
3.
Menjauhi dosa dan maksiat
Dosa dan maksia harus dijauhik baik di waktu siang
maupun malam. Sebab, hal itu akan mengeraskan hati dan menjadi penghalang
antara dirimu dengan hembusan rahmat ilahi. Seorang berkata kepada Al-Hasan,
“Wahai Abu Sa’id, sesungguhnya aku tidur malam dalam keadaan sehat, sedngakan
aku ingin sekali untuk menunaikan shalat malam, bahkan aku sudah menyiapkan air
untu berwudhu. Tapi, mengapa aku tidak juga bisa bangun?” Al-Hasan menjawab,
“Dosa-dosamu telah membelenggumu.”
Ats-Tsauri berkata, “Aku pernah terhalang (tidak
bisa bangun) untuk mengerjakan shalat malam selama lima bulan disebabkan satu
dosa yang pernah aku lakukan.” Ditanyakan kepada beliau, “Dosa apakah itu?”
Beliau menjawab, “Aku melihat seorang laki-laki yang menangis, lalu aku katakan
di dalam hatiku bahwa hal itu dilakukan sebagai bentuk kepura-puraan saja
(hanya untuk riya).” Fadhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Jika engkau tidak mampu
menunaikan shalat malam dan puasa di siang hari, maka ketahuilah bahwa
sebenarnya engkau sedang terhalang oleh dosa.”
Sebagian dari orang-orang shalih mengatakan, “Betapa
sering sesuap makanan itu menghalangi pelaksanaan shalat malam. Betapa sering
pandangan itu menghalangi seseorng dari membaca satu surah dari Al-Quran.
Sungguh, seseorang hamba tu menyantap satu makanan atau melakukan satu
perbuatan yang menyebabkan tidak bisa mengerjakan shalat malam selama satu tahun.”
Jika sudah jelas demikian, maka seyogyanya setiap
orang yang ingin bangun malam serta bermunajat dan mengenalkan diri kepada
Allah SWT agar menjauhi segala bentuk dosa dan kemaksiatan.
4.
Mengamalkan Sunah Berkaitan dengan
Tidur.
Hal itu dapat dilakukan dengan memperhatikan
baik-baik akan dua hal:
a.
Selalu
membaca dzikir-dzikir syar’i. Hal ini akan semakin menambah eratnya hubungan
seorang hamba dengan Rabbnya.
b.
Tidur
dengan berbaring pada sisi kanan.
Al- ‘Allamah
Ibnul Qayyim telah menjelaskan alasa mengenai rahasia petunjuk ini dengan
mengatakan, “Ada rahasia tersendiri mengenai tidur dengan berbaring pada sisi
kanan. Yaitu bahwa jantung itu bergantung pada sisi kiri tubuh kita. Maka, jika
seseorang itu tidur dengan berbaring pada sisi kiri, maka ia akan tidur sangat
nyenyak, karena iat= berda dalam kondisi tenang dan nyaman. Inilah yang
menyebabkannya tidur dengan nyenyak, sebalikny, jika ia tidur dengan berbaring
pada sisi kanannya, maka ia akan gelisah dan tidak bisa tidur degnan nyenyak
desebabkan karena kegelisahan hati. Sebab, ia ingin mencari tampat
ketenangannya dan kecenderungannya kepadanya. Oleh karena itu, para dokter
menyukai tidur pada sisi kiri, karena ketika itu, para dokter menyukai tidur
pada sisi kiri, karena ketika itu seseorang bisa mendapatkan sehat yang
sempurna dan tidur yang enak. Sementara itu, syara’ lebih menyukai tidur pada
sisi kanan, karena tidur seperti itu menjadikan seseorang tidak bisa tidur
terlalu nyenyak, sehingga ia tidak sempat bagun untuk mengerjakan shalat malam.
Dengan demikian, tidur pada sisi kanan lebih bermanfaat bagi hati, sedangkan
tidur pada sisi kiri lebih bermanfaat bagi badan. Wallahu a’lam.”
Itu saja yang
dapat saya bagikan kepada teman-teman semua mengenai Tips Agar Mudah Untuk Melakukan Shalat Malam.
Sumber:
Muhammad, Yusuf Khaththar, Mukjizat
Shalat Tahajjud, (Suoharjo, 2014)
No comments:
Post a Comment