MASALAH INFLASI MASIH
TERJADI DI INDONESIA
Makalah ini Guna Memenuhi Mata Kuliah
Perekonomian INDONESIA
Dosen pengampu ; HERMANITA,
SE. MM
Ekonmi
syari’ah (esy)
Kelas; D
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
JURAI SIWO METRO
2015/2016
KATA PENGANTAR
Segala Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
Karena atas berkat dan rahmat-Nya kami Dapat menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan.
Tanpa pertolongan-Nya mungkin kami tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini
disusun untuk memenuhi tugas “perekonomian indonesia” yang di ampu oleh HERMANITA, SE.
MM. Makalah ini kami susun dengan sungguh-sungguh. Banyak rintangan yang kami lewati, Baik itu yang
datang dari diri kami sendiri maupun
yaang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan pertolongan dari Tuhan
akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang
bermanfaat. Kami
menyadari bahwa
dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran
yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi kami dan teman-teman. Amin.
Lampung,21-12-2015
Penulis
Andika fansori
Daftar isi
Kata pengantar
............................................................... 1
Daftar isi.......................................................................... 2
Bab I
pendahuluan..........................................................
a.
latar belakang............................................................................. 3
b.
rumusan masalah........................................................................ 3
c.
tujuan penulisan......................................................................... 4
Bab II
pembahasan.........................................................
1.
Definisi inflasi.......................................................................... 4
2.
Berita tentantang
inflasi 2015.................................................. 5
3.
Solusi....................................................................................... 7
Bab III
kesimpulan.......................................................... 9
Daftar pustaka................................................................. 10
BAB I
PENDAHULUAN
a.
Latar belakang
Ekonomi merupakan
hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Seiring perkembangan
zaman, tentu di suatu negara pasti
memiliki suatu masalah, terutama dalam bidang ekonomi.
Permasalahan ekonomi biasanya terjadi pada suatu negara yang
berkembang, seperti negara indonesia, yakni suatu negara yang masih dalam tahap
berkembang, masalah yang biasa terjadi terjadi di negara indonesia ini yakni
pengangguran, inflasi, sempitnya lapangan pekerjaan.
Dalam
kesempatan ini kami akan membahas permasalahan ekonomi yang baru-baru ini terjadi di inidonesia dan
menjadi berita hangat, yang cukup menarik untuk kita bahas, dan mencoba mencari
solusi yang tepat..
b.
Rumusan masalah
·
Masalah-masalah
ekonomi apakah yang melanda di indonesia pada akhir ini ?
·
Apakah penyebab-penyebabnya ?
·
Seperti apa sajakah solusinya ?
c.
Tujuan
penulisan
·
untuk mengetahui masalah-masalah ekonomi yang terjadi di
masyarakat.
·
untuk mencari solusi permasalahan ekonomi di negara ini.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Definisi
inflasi
Menrut A.P
lerner bahwa inflasi adalah kelebihan permitaan (excess demand) terhadap
penyediaan barang dalam suatu perekonomian secara keseluruhan.[1]
Sedangkan
menurut pendapat F.W. PAISH. Inflasi yakni keadaan dimana pendapatan nominal
(individu) jauh lebih cepat meningkat dengan peningkatan arus barang dan jasa
yang tersedia.[2]
Pengaruh
inflasi:
·
Mendorong
penanaman modal spekulatif
·
Menimbulkan ketidakpastian keadaan ekonomi dimasa depan
·
Menimbulkan masalah pembayaran
Akibat buruk
akibat inflasi
·
Kesenjangan distibusi pendapatan
·
Pendapatan riil merosot
·
Nilai riil tabungan merosot
·
Bagi orang yang meminjam uang dari bank atau debitur
inflasi menguntungkan[3]
Perkembangan
iflasi di indonesia
Seperti halnya
yang terjadi pada negara-negara
berkembang pada umumnya, fenomena inflasi di indonesia masih menjadi satu dari
berbagai penyakit makro yang meresahkan pemeritah terlebih lagi masyarakat[4]
Salah satu bukti
inflasi yang masih terjadi diindonesia
seperti yang di beritakan dalam
berita berikut ini :
2.
Berita inflasi
Menko Darmin Ungkap 3 Masalah
Utama Ekonomi Indonesia
Safyra Primadhyta, CNN Indonesia
Rabu, 12/08/2015
21:03 WIB
Darmin Nasution usai dilantik sebagai Menteri
Koordinator Perekonomian menggantikan Sofyan Djalil di Kantor Kemenko
Perekonomian, Jakarta, Rabu (12/8). (CNN Indonesia/ Safyra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator bidang Perekonomian yang baru,
Darmin Nasution mengaku telah memprioritaskan tiga persoalan yang
akan dibereskan dalam waktu dekat. Ini dilakukan lantaran persoalan tadi
ditengarai menjadi musabab dari adanya permasalahan di
sektor perekonomian tanah air belakangan ini.
"Sebetulnya banyak yang harus dikerjakan. Tetapi kan harus ada prioritas, nggak bisa mau mengerjakan semuanya," ucap Darmin usai serah terima jabatan di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Rabu (12/8).
Darmin mengatakan persoalan pertama yang menjadi perhatiannya ialah problematika di sektro pangan, yang berkaitan erat dengan inflasi. Seperti diketahui, beberapa waktu terakhir Indonesia dihadapkan dengan gejolak harga pangan seperti kenaikan harga daging hingga maslah ketersedian pangan.
Tak ayal, matan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini pun menyatakan akan memprioritas pembenahan sektor pangan sebagai prioritas pertama.
"Tentu juga sangkutannya dengan masalah kekeringan, ya kan nanti di dalamnya bisa bicara dengan harga daging dan macam-macam," tutur Darmin.
"Sebetulnya banyak yang harus dikerjakan. Tetapi kan harus ada prioritas, nggak bisa mau mengerjakan semuanya," ucap Darmin usai serah terima jabatan di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Rabu (12/8).
Darmin mengatakan persoalan pertama yang menjadi perhatiannya ialah problematika di sektro pangan, yang berkaitan erat dengan inflasi. Seperti diketahui, beberapa waktu terakhir Indonesia dihadapkan dengan gejolak harga pangan seperti kenaikan harga daging hingga maslah ketersedian pangan.
Tak ayal, matan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini pun menyatakan akan memprioritas pembenahan sektor pangan sebagai prioritas pertama.
"Tentu juga sangkutannya dengan masalah kekeringan, ya kan nanti di dalamnya bisa bicara dengan harga daging dan macam-macam," tutur Darmin.
Sementara untuk persoalan kedua, katanya
adalah problematika fiskal yang berkaitan dengan penerimaan dan
pengeluaran negara, khususnya di sektor pertambangan dan perkebunan yang
selama ini menjadi komoditas utama dalam negeri.
Oleh karena itu, cetusnya pemerintah akan terus mendorong sektor tersebut dengan mempercepat proyek infrastruktur padat karya seperti pembangunan irigasi tersier, yang secara tak langsung berkaitan dengan ketersediaan pangan.
"Kalau irigasi tersier itu bisa dikerjakan sembari kemudian orang bisa dapat gaji dari situ. Tetapi itu tergantung di APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) uangnya seperti apa, ada anggarannya atau nggak," ujar Pria yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak itu di medio 2006 sampai 2009.
Sedangkan persoalan ketiga adalah problematika investasi yang dikaitkannya dengan arus modal masuk (capital inflow) ke Tanah Air. Menurut Darmin, makin minimnya capital inflow disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar rupiah akhir-akhir ini membuat negara kekurangan
"Darimana datangnya capital inflow itu? Investasi kan bisa PMA (Penanaman Modal Asing), PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri), bisa juga karena pemerintah menerbitkan bonds di pasar internasional atau bisa juga swasta yang menerbitkan," tandasnya. (dim/ags)[5]
Oleh karena itu, cetusnya pemerintah akan terus mendorong sektor tersebut dengan mempercepat proyek infrastruktur padat karya seperti pembangunan irigasi tersier, yang secara tak langsung berkaitan dengan ketersediaan pangan.
"Kalau irigasi tersier itu bisa dikerjakan sembari kemudian orang bisa dapat gaji dari situ. Tetapi itu tergantung di APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) uangnya seperti apa, ada anggarannya atau nggak," ujar Pria yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak itu di medio 2006 sampai 2009.
Sedangkan persoalan ketiga adalah problematika investasi yang dikaitkannya dengan arus modal masuk (capital inflow) ke Tanah Air. Menurut Darmin, makin minimnya capital inflow disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar rupiah akhir-akhir ini membuat negara kekurangan
"Darimana datangnya capital inflow itu? Investasi kan bisa PMA (Penanaman Modal Asing), PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri), bisa juga karena pemerintah menerbitkan bonds di pasar internasional atau bisa juga swasta yang menerbitkan," tandasnya. (dim/ags)[5]
3.
Solusi / saran
Dengan dua
pendekatan (moneterist dan strukturalist) pada komposisi yang tepat, maka
diharapkan bukan saja dalam jangka pendek inflasi dapat dikendalikan, tetapi
juga dalam jangka panjang. Dan, bila ada upaya yang serius untuk memperkecil
atau bahkan menghilangkan hambatan-hambatan struktural yang ada, maka akan
berakibat pada membaiknya ekonomi indonesia.
Untuk mengatasi
terjadinya inflasi dengan cara :
1.
Peningkatan suku bunga
2.
Penjualan surat berharga
3.
Peningkatan cadangan kas
4.
Pengetatan pemberian kredit
Dalam pemulihan
makro ekonomi, tim ekonomi pemerintah harus mampu menciptakan kesetabilan makro
ekonomi, denan menekan inflation rate menjadi single digit, sekitar 8%. Makro
ekonomi yang menyangkut tiga komponen yaitu interest rate, inflation ratedan
exchange rate, yang semuanya saling bergantung dan saling mempengaruhi satu
sama lain. Di sisi lain dengan diturunkannya BI rate, hal tersebut berpengaruh
pada turunya suku bunga perbankan dan akan mendorong investor menanamkan
investor menanamkan investasi lebih banyak. Aktivitas perekonomian terus
berputar. Dengan demikian akan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar
secara bertahap, sehingga pendapatan masyarakat akan ikut naik. Dalam rangka
meningkatkan iklim investasi secara rasiaonal guna menanggulangi dan
meningkatkan di sektor riil.
BAB III
KESIMPULAN
Inflasi adalah
kecederungan dari harga-harga untuk menaik secara umum dan terus menerus.
Kenaikan harga dari satu atau barang saja tidak disebut inflasi kecuali bila
kenaikan barang tersebut meluas kepada (mngakibatkan kenaikan) sebagian besar
dari harga barang-barang lain. Inflasi digolongkan menurut beberapa cara, dapat
menurut laju inflasi (ringan, sedang, berat, hiper inflasi) sebab awalnya
(demand, atau cost inflation) asalnya (domestic atau imported inflation).
Upaya yang
dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi inflasi adalah yang berkaitan
dengan kebijakan moneter, kebijakan fiskal, kebijakan yang berkaitan dengan
output, kebijaksanaan penentuan harga dan indexing , senering, dan devaluasi
Daftar pustaka
Perekonomian indonesia,
HERMANITA, SE. MM
Compas.COM
Liputan 6.COM

No comments:
Post a Comment