Breaking News

Thursday, 7 January 2016

Makalah Pengaruh Turunnya Nilai Tukar Rupiah Terhadap Perekonomian Di Indonesia_Yudiprasetyo

PENGARUH TURUNNYA NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP PEREKONOMIAN DI INDONESIA

Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Perekonomian Indonesia

Dosen Pengampu: Hermanita, SE. MM




PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH
JURUSAN SYARIAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
JURAI SIWO METRO
T.A 2015/2016
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr. wb
Puji syukur kehadirat Allah swt atas segala limpahan Rahmat, Taufiq, Hidayah, serta InayahNya, sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah Perekonomian Indonesia  ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.
            Saya berharap semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan, pengalaman mengenai Perekonomian  Indonesia bagi para pembaca.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena keterbatasan pengalaman penulis. Oleh karena itu, saya berharap kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah Perekonomian Indonesia ini.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, dan dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya saya sendiri. Amiin..

Wassalamu’alaikum wr. Wb


Sekampung,   2015


 Penulis



DAFTAR ISI

Cover
Kata pengantar .............................................................................................. ........ ii          
Daftar isi ................................................................................................................. iii

Bab I Pendahuluan
   A.    Latar belakang ........................................................................................... 1 
   B.     Rumusan masalah ...................................................................................... 2
   C.    Tujuan ......................................................................................................... 2
Bab II Pembahasan
A.    Dampak lemahnya rupiah terhadap dolar............................................... 3
B.     Penyebab lemahnya rupiah terhadap dolar............................................. 5
C.    Upaya pemerintah mengendalikan lemahnya rupiah.............................. 8
Bab III Penutup
   A.    Kesimpulan................................................................................................. 10
   B.     Kritik dan saran ........................................................................................ 10
















BAB I
PENDAHULUAN

A.           LATAR BELAKANG
       Uang merupakan alat yang sah sebagai pembayaran dalam melakukan transaksi jual beli dan setiap negara pasti memiliki mata uang sendiri yang nilainya tidak sama antara mata uang satu negara dengan negara yang lain. Menurut Abu Ubaid, pada prinsipnya uang mempunyai dua fungsi utama, yakni sebagai standar nilai pertukaran dan media pertukaran.[1]
       Setiap negara mempunyai mata uang masing-masing. Seperti halnya dengan Indonesia yang mempunyai mata uang yaitu rupiah. Rupiah menjadi mata uang kebanggaan masyarakat di Indonesia. Namun belakangan ini rupiah menjadi terpuruk, selalu menurun terhadap nilai tukar mata uang asing terutama dollar Amerika.
       Dolar Amerika Serikat yang merupakan patokan mata uang di seluruh dunia walaupun kenyataannya masih terdapat mata uang yang lebih kuat daripada dolar Amerika Serikat yaitu mata uang Euro ( EUR )  yang digunakan hampir disebagian besar negara- negara di eropa dan Poundsterling ( GBP ) yang merupakan mata uang negara Ratu Elizabeth, Inggris. Namun tetap saja, dolar Amerika Serikat menjadi patokan utama mata uang dunia dan patokan utama pertukaran uang di dunia.
       Rupiah semakin hari semakin menurun, hal ini dapat berdampak terhadap perekonomian di Indonesia. Baik yang berdampak positif maupun berdampak negatif.





B.            RUMUSAN MASALAH
1.        Bagaimana dampak yang ditimbulkan atas lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika bagi perekonomian di Indonesia ?
2.        Apa yang menyebabkan lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika ?
3.      Bagaimana upaya pemerintah dalam mengendalikan melemahnya laju nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat?


C.           TUJUAN
1.        Mengetahui dampak lemahnya nilai tukar rupiah bagi perekonomian di Indonesia
2.        Mengetahui penyebabnya lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika
3.        Mengetahui upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengendalikan lemahnya nilai tukar rupiah.















BAB II
PEMBAHASAN

A.           Dampak lemahnya rupiah terhadap dollar Amerika
Semakin turunnya nilai tukar rupiah tentu akan menimbulkan dampak terhadap perekonomian di Indonesia. Baik dampak yang positif ataupun yang negatif.
1.         Dampak Positif
a.         Nilai gaji dalam Dolar AS akan meningkat
Kurs Rupiah melemah membuat nilai gaji dalam bentuk Dolar AS atau mata uang asing lainnya jadi meningkat saat ditukarkan dengan Rupiah. Contohnya kiriman bulanan TKI sebesar 500 USD ke keluarganya di Indonesia. Misalnya, Saat kurs Rupiah Rp 12.000,00 per Dolar AS maka jumlah itu hanya akan setara dengan sekitar Rp 6.000.000,00 ; tetapi bila kurs Rupiah melemah hingga Rp 13.000,00 per Dolar AS maka nilainya akan meningkat jadi sekitar Rp 6.500.000,00. Hal ini dengan sendirinya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga Indonesia yang kebetulan kerabatnya bekerja di luar negeri.
b.        Meningkatkan daya saing produk Made in Indonesia
Jika kurs rupiah melemah, harga produk Indonesia akan makin murah bagi konsumen yang berdomisili di luar negeri. Secara teoritis, hal ini bisa meningkatkan pangsa pasar bagi produk-produk Made In Indonesia. Selain itu, perusahaan berorientasi ekspor menerima pembayaran dari luar negeri dalam bentuk Dolar AS yang nilainya semakin tinggi seiring melemahnya Rupiah. Dengan sendirinya, kondisi ini bisa meningkatkan ekspor Indonesia. Meningkatnya daya saing produk Made In Indonesia di luar negeri ini berpotensi memicu ekspor Indonesia dan menguntungkan perusahaan-perusahaan berorientasi ekspor jika biaya produksi barang-barang ekspor itu sendiri bisa dijaga dalam kisaran normal dan produk Indonesia disukai di luar negeri.
c.         Harga barang konsumsi impor akan naik
Bagi barang-barang impor dari jenis barang konsumsi, mungkin bagus. Jika harga buah-buahan impor naik misalnya, maka orang mungkin akan tertarik untuk membeli buah-buahan lokal yang lebih murah dan segar. Jika masyarakat lebih suka buah lokal, maka impor buah pun akan turun. Pendapatan importir buah ikut anjlok, tetapi di saat yang bersamaan akan menggeser rejeki bagi petani dan pedagang buah local. Hal ini memungkinkan pendapatan petani lokal akan bertambah.
2.         Dampak negatif
a.         Beban Hutang Negara Dan Swasta Makin Berat
Pemerintah seringkali perlu berutang guna menjalankan pembangunan, baik secara langsung ke lembaga atau negara tertentu, maupun dengan menerbitkan obligasi (surat utang). Perusahaan-perusahaan swasta pun seringkali perlu berutang dulu untuk mengembangkan usahanya. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), utang luar negeri Indonesia sektor swasta tercatat sekitar US$ 168,7 miliar atau 55,8 persen dari total ULN pada Mei 2015.
 Utang luar negeri sektor swasta pada akhir Mei 2015 terutama terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, listrik, gas dan air bersih. Pangsa utang luar negeri keempat sektor itu terhadap total utang luar negeri sektor swasta. mencapai 75,9 persen.[2]
Jika utang- utang ini dilakukan dalam bentuk Dolar AS, maka pengembaliannya pun harus dilakukan dengan mata uang yang sama, walaupun kurs Rupiah saat pengembalian utang berbeda dengan saat pemberian hutang. Namun selama beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah lebih banyak berhutang dalam Rupiah, sehingga risiko krisis jadi lebih kecil. Walaupun demikian, sebagian hutang Pemerintah Indonesia masih ada yang berdenominasi Dolar AS, begitu pula banyak sekali utang- utang perusahaan swasta dalam mata uang tersebut, sehingga ketika kurs Rupiah melemah akan tetap terasa efeknya.
b.        Harga bahan baku impor akan naik
Kenaikan harga barang impor ini akan buruk sekali bagi industri yang berbahan baku impor, misalnya industri tempe dan tahu. Kebutuhan kedelai Indonesia sebagian besar dipenuhi dari impor, sehingga bila kurs Rupiah melemah terus menerus, maka harga kedelai akan makin menjulang tinggi dan dampaknya harga tempe dan tahu naik, serta industrinya terancam gulung tikar. Semakin banyak industri berbahan baku impor di Indonesia, maka dampak kurs rupiah melemah terhadap perekonomian akan semakin berat. Selain karena perusahaan-perusahaan di industri itu terancam tutup, para pegawainya bisa di-PHK dan pertumbuhan ekonomi juga terancam melambat. Padahal jumlah industri berbahan baku impor ini banyak terdapat di Indonesia.

B.            Penyebab lemahnya rupiah terhadap dollar
Menguat atau melemahnya nilai tukar mata uang tidak hanya ditentukan oleh kondisi dan kebijakan ekonomi dalam negeri akan tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi perekonomian negara lain yang menjadi mitra dalam perdagangan internasionalnya serta kondisi non- ekonomi seperti keamanan dan kondisi politik.[3] Berikut merupakan faktor- faktor yang mempengaruhi melemahnya nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat, baik itu faktor di dalam negeri maupun faktor di luar negeri:
1.        Faktor dalam negeri mempengaruhi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar:
a.         Perekonomian Indonesia yang kurang mapan
Rupiah termasuk soft currency, yaitu mata uang yang mudah terdepresiasi ( depresiasi; melemahnya nilai mata uang suatu negara terhadap negara lain yang ditentukan oleh mekanisme pasar ) karena perekonomian negara asalnya relatif kurang mapan. Mata uang negara-negara berkembang umumnya adalah mata uang tipe ini, sedangkan mata uang negara maju seperti Amerika Serikat disebut hard currency, karena kemampuannya untuk mempengaruhi nilai mata uang yang lebih lemah. Selain itu, sebagai salah satu negara berkembang, Indonesia berbagi sentimen dengan negara berkembang lainnya. Artinya, ketika sentimen terhadap negara- negara berkembang secara umum baik, maka nilai rupiah akan cenderung menguat. Sebaliknya, ketika di negara-negara berkembang yang lain banyak kerusuhan, bencana, dan lain sebagainya, maka nilai Rupiah akan melemah.
b.         Pelarian modal kembali ke luar negeri (Capital Flight)
Modal yang beredar di Indonesia, terutama di pasar finansial, sebagian besar adalah modal asing. Ini membuat nilai rupiah sedikit banyak tergantung pada kepercayaan investor asing terhadap prospek bisnis di Indonesia. Semakin baik iklim bisnis Indonesia maka akan semakin banyak investasi asing di Indonesia dan dengan demikian Rupiah akan semakin menguat. Sebaliknya, semakin negatif pandangan investor terhadap Indonesia, Rupiah akan kian melemah.
Mari ambil contoh pemotongan stimulus yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, baru-baru ini. Kebijakan uang ketat (tight money policy) tersebut membuat investor memindahkan investasinya dari Indonesia kembali ke Barat sehingga kemudian diikuti oleh  pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar.
c.         Ketidakstabilan Politik- Ekonomi di Indonesia
Faktor yang paling mempengaruhi Rupiah adalah kondisi politik- ekonomi. Performa data ekonomi Indonesia, seperti pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto/Gross Domestic Product), inflasi, dan neraca perdagangan, juga cukup mempengaruhi Rupiah. Pertumbuhan yang bagus akan menyokong nilai Rupiah, sebaliknya defisit neraca perdagangan yang bertambah akan membuat Rupiah terdepresiasi. Dua sisi dalam neraca perdagangan, impor dan ekspor, sangat penting disini. Inilah sebabnya kenapa sangat penting bagi Indonesia untuk menggenjot ekspor dan mengurangi ketergantungan pada produk impor, defisit neraca perdagangan Indonesia dan tingginya inflasi yang menyebabkan kebutuhan akan dolar meningkat tajam karena impor lebih besar daripada ekspor.
d.        Kultur bangsa yang cenderung konsumtif dan boros
Kultur bangsa yang cenderung konsumtif dan boros serta public policy terkait utang. Pemerintah akan kesulitan berutang di dalam negeri, maka kekurangan akan ditutupi dengan berutang ke luar negeri. Maka karena utang harus dibayar dengan mata uang dolar, nilai tukar rupiah terhadap dolar dipastikan melemah.
2.        Faktor di luar negeri mempengaruhi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar
a.         Keadaan ekonomi Amerika Serikat yang baik
Dalam 8 tahun terakhir ekonomi AS memang cukup stabil, dan bahkan dalam 6 tahun terakhir mencapai kondisi pertumbuhan yang relatif tinggi, tingkat pengangguran turun, dan inflasi rendah. Kenaikan tingkat bunga yang cukup tinggi tidak akan membuat pertumbuhan ekonomi mereka menurun tajam.
b.         Rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika The Fed
Stimulus moneter sebesar 20% dari PDB Amerika atau US$3,8 triliun akan ditarik perlahan oleh Bank Sentral AS dengan menaikkan suku bunga. Dalam tiga tahun ke depan akan naik 2,5%-3%, AS ekonominya meningkat sendiri sehingga suku bunganya juga naik.[4]



C.           Upaya pemerintah mengendalikan lemahnya rupiah
1.        Menerapkan kembali UU No 7/ 2011
Salah satu upaya nyata yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi pelemahan rupiah adalah menegakkan kembali UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. UU tersebut dengan tegas menetapkan bahwa setiap transaksi harus dilakukan dengan mata uang rupiah. Bila berhasil dilaksanakan sepenuhnya, tentu rupiah akan terjaga dari tekanan fluktuasi. Jadi, di dalam negeri akan dilarang bertransaksi dengan dolar.
2.        Mendongkrak ekspor
Ekspor industri, terutama industri manufaktur, menjadi fokus pemerintah karena sektor tersebut dapat memberikan nilai tambah pada kegiatan ekspor. Upaya untuk meningkatkan ekspor industri manufaktur ini sangat menjadi perhatian pemerintah, mengingat sektor industri manufaktur merupakan sektor yang memberikan nilai tambah tinggi bagi kegiatan ekonomi, termasuk kegiatan ekspor. Untuk mendukungnya, pemerintah telah melakukan revisi terhadap berbagai peraturan yang terkait dengan ekspor.
Terutama di sektor produksi tekstil, sepatu, serta kertas. Pemerintah juga mempertimbangkan pemberian fasilitas untuk barang-barang modal yang masuk ke dalam negeri, agar dapat membantu dunia usaha mempertahankan daya saing produk-produknya, terutama produk ekspor. Peningkatan ekspor sangat penting untuk memperkuat nilai tukar rupiah, karena sangat sulit untuk menekan atau menghentikan aktivitas impor di era perdagangan bebas saat ini. Salah satu langkah yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan menyiapkan seluruh struktur ekonomi nasional untuk mampu berasing di era perdagangan bebas.
3.        Perkuat modal industi berbahan baku domestik untuk mengoptimalkan ekspor
4.        Menjaga kestabilan harga makanan pokok agar kualitas hidup masyarakat terjaga.
5.        Meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan domestik sebagai bahan konsumsi nasional.
6.        Meningkatkan iklan swasta untuk menarik wisatawan
7.        Mengalihkan subsidi bahan bakar minyak dari non-produktif ke arah produktif.















BAB III
PENUTUP

A.           Kesimpulan
1.        Dampak lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar
a.         Dampak positif
1)      Nilai gaji dalam Dolar AS akan meningkat
2)      Meningkatkan daya saing produk Made in Indonesia
3)      Harga barang konsumsi impor akan naik
b.         Dampak negatif
1)      Beban Hutang Negara Dan Swasta Makin Berat
2)      Harga bahan baku impor akan naik
2.        Penyebab lemahnya rupiah dapat berasal dari Faktor dalam negeri dan faktor luar negeri
3.        Upaya yang dilakukan dalam mengendalikan lemahnya nilai tukar rupiah.
a.         Menerapkan kembali UU No 7/ 2011
b.         Mendongkrak ekspor
c.         Perkuat modal industi berbahan baku domestik untuk mengoptimalkan ekspor
d.        Menjaga kestabilan harga makanan pokok agar kualitas hidup masyarakat terjaga.
e.         Meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan domestik sebagai bahan konsumsi nasional.
f.          Meningkatkan iklan swasta untuk menarik wisatawan
g.         Mengalihkan subsidi bahan bakar minyak dari non-produktif ke arah produktif.


           
                       
B.            Kritik dan Saran
          Penulis mengakui masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, oleh karena itu penulis sangat membutuhkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dan demi untuk membuat makalah yang lebih baik dan lebih sempurna lagi.

                       
























DAFTAR PUSTAKA

Adiwarman A. Karim, Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, (Jakarta: Rajawali Press, 2010). Hal . 264
Liputan 6. Com, selasa 8 september 2015
Muttaqiena, A. “Faktor- faktor yang menyebabkan rupiah melemah”. Diunduh pada tanggal 8 Mei 2015 pukul 15:20 WIB dari http://www.seputarforex.com/artikel/rupiah/lihat.php?id=157900&title=faktorfaktor_yang_menyebabkan_rupiah_melemah




[1] Adiwarman A. Karim, Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, (Jakarta: Rajawali Press, 2010). Hal . 264
[2] Liputan 6. Com, selasa 8 september 2015
[3] Muttaqiena, A. “Faktor- faktor yang menyebabkan rupiah melemah”. Diunduh pada tanggal 8 Mei 2015 pukul 15:20 WIB dari http://www.seputarforex.com/artikel/rupiah/lihat.php?id=157900&title=faktorfaktor_yang_menyebabkan_rupiah_melemah
[4] Liputan 6. Com, 8 september 2015

No comments:

Post a Comment

Designed By VungTauZ.Com