Breaking News

Tuesday, 22 December 2015

MAKALAH PERENCANAAN STRATEGIS




PERENCANAAN STRATEGIS






BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Perencanaan adalah proses mendefinisi tujuan organisasi dan bagaimana mencapai tujuan tersebut. Perencanaan merupakan salah satu fungsi utama manajemen. Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan-tujuan organisasi, dan kemudian mengartikulasi/menyajikan dengan jelas strategi-strategi, taktik-taktik, dan operasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

B.     Rumusan Masalah
Dalam masalah ini penulis mengangkat permasalahan sebagai berikut:
1.      Apa pengertian perencanaan?
2.      Apa saja jenis?
3.      Apa tujuan dari perencanaan?
4.      Proses/urutan/langkah yang harus ditempuh dalam perencanaan?















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Perencanaan
Perencanaan (planning) adalah fungsi dasar (fundamental) manajemen, karena organizing, staffing, directing,dan controlling pun harus terlebih dahulu direncanakan. Perencanaan ini adalah dinamis. Perencanaan ini ditujukan pada masa depan yang penuh dengan ketidakpastian, karena adanya perubahan kondisi dan situasi.[1]
Perencanaan adalah proses mendefinisi tujuan organisasi dan bagaimana mencapai tujuan tersebut. Perencanaan merupakan salah satu fungsi utama manajemen. Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan-tujuan organisasi, dan kemudian mengartikulasi/menyajikan dengan jelas strategi-strategi, taktik-taktik, dan operasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.[2]
Perencanaan merupakan pemilihan dan menghubungkan fakta, menggunakan asumsi-asumsi tentang masa depan dalam membuat visualisasi dan perumusan kegiatan yang diusulkan dan memang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.[3]
Jadi, perencanaan adalah proses penentuan tujuan kinerja dan menentukan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Suatu rencana adalah serangkaian tindakan untuk mencapai tujuan-tujuan penting.
Perencanaan (planning) menjembatani jurang pemisah antara posisi kita sekarang dan tujuan yang ingin dicapai. Perencanaan dapat menjawab di muka tentang, siapa, kapan, apa, di mana, mengapa dan bagaimana tindakan-tindakan di masa depan dapat dilaksanankan.
Planing yang efektif didasarkan pada fakta dan informasi, bukan atas dasar emosi atau keinginan. Fakta-fakta yang relevan dengan situasi yang sedang dihadapi berhubungnan erat dengan pengalaman dan pengetahuan seorang manajer. Dibutuhkan cara berfikir yang berefleksi, juga dibantu oleh imaginasi forecast.
Sebagian besar rencana dapat dibagi menjadi fase atau tahapan waktu pelaksanaan kegiatan. Tahapan waktu tersebut dapat membantu untuk:
a.       Membagi rencana kedalam serangkaian tindakan yang sederhana
b.      Mempertahankan pelaksanaan rencana sesuai jadwalnya
c.       Mengkoordinir kegiatan-kegiatan yang terpisah kedalam perencanaan.
d.      Rencana tersebut dapat diterima oleh semua pihak yang berkepentingan.

B.     Jenis-Jenis Rencana
1.      Tujuan (Objective)
Tujuan yang diinginkan harus dirumuskan sejelas-jelasnya agar dapat dipahami dan ditafsirkan dengan mudah oleh orang lain. Tujuan yang diinginkan itu juga harus wajar, rasional, ideal, dan cukup menantang untuk diperjuangkan dan dapat dicapai oleh orang banyak. Tegasnya, tujuan yang diinginkan itu harus ditetapkan, supaya perencanaan itu tidak mengambang.[4]
2.      Kebijaksanaan (Policy)
Kebijakan adalah suatu jenis rencana yang memberikan bimbingan berfikir dan arah dalam pengambilan keputusan. Karna dengan kebijaksanaan ini maka rencana akan semakin baik dan menjuruskan daya pikir dari pengambil keputusan kearah tujuan yang diinginkan.
Syarat-syarat kebijaksanaan:
a.       Kejelasan (clearity), artinya kebijaksanaan yang diambil harus jelas maksud, arah, dan tujuan, supaya tidak salah ditafsirkan.
b.      Luwes (flexsibility), artinya kebijaksanaan itu juga jangan kaku
c.       Konsisten (consistency), artinya harus tetap dalam pendirian atau tujuan.
d.      Berkepribadian (individuality), artinya khas, tersendiri.
3.      Prosedur
Prosedur merupakan petunjuk-petunjuk untuk tindakan dan bukan untuk cara berfikir. Prosedur memberikan detail-detail tindakan, sehingga suatu aktivitas tertentu harus dilaksanankan. Esesinnya adalah rentetan tindakan yang diatur secara kronologis atau berurutan.
Penetapan prosedur dalam rencana adalah penting, supaya pelaksanaan kerja tidak simpang-siur. Banyak kelambatan dan kemandekan dalam pekerjaan yang disebabkan oleh kurang tertibnya prosedur kerja. Kebijjaksanaan akan memberikan bimbingan untuk “berfikir” dalam menentukan suatu keputusan. Prosedur juga memberikan bimbingan akan tetapi sifat bimbingannya jelas dan secara nyata harus dipakai sebagai pedoman dalam hal “bertindak”.[5]Kebijaksanaan membutuhkan “interprestasi” dalam penggunaannya sedangkan prosedur tidak.
4.      Rule
Rule adalah suatu rencana tentang peraturan-peraturan yang telah diterapkan dan harus ditaati. Rule kadang-kadang ditimbulkan oleh prosedur, tetapi keadaanya tidak sama. Perbedaanya terletak dalam hal bahwa rule tidak menurut “urutan-urutan” tindakan dan waktu pelaksanaan pekerjaan. Rule tidak dimaksutkan untuk membimbing pemikiran, melainkan memberikan bimbingan agar setiap tindakan jangan menyimpang dari peratura.
5.      Program
Program adalah suatu rencana yang pada dasarnya telah mengambarkan rencana yang konkret. Rencana ini konkret, karena dalam “program sudah tercantum, baik sasaran, kebijaksanaan, prosedur, waktu maupun anggarannya”. Jadi program juga merupakan usaha-usaha untuk mengefeksikan rangkaian tindakan yang harus dilaksanakan menurut bidannya masing-masing.
6.      Budget
Budget (anggaran) adalah suatu rencana yang menggambarkan penerimaan dan pengeluaran yang akan dilakukan pada setiap bidang. Dalam anggaran ini hendaknya tercantum besarnya biaya dan hasil yang akan diperoleh secara rasional.
7.      Metode
George R. Terry
Suatu metode dapat didefinisikan sebagai hasil penentuan cara pelaksanaan suatu tugas dengan suatu pertimbangan yang memadai menyangkut tujuan, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan jumlah pennggunaan waktu, uang, dan usaha.[6]
8.      Strategi
Strategi (sisat) pada dasarnya adalah penentuan cara yang harus dilakukan agar memungkinkan memperoleh hasil yang optimal, efektif, dan dalam jangka waktu yang ralatif singkat serta tepat menuju tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

C.    Proses atau Langkah-langkah Pelaksanaan
Prosedur (langkah-langkah) perencanaan yang baik dilakukan dengan cara:
1.      Menjelaskan dan merumuskan dahulu masalah, usaha, dan tujuan yang akan direncanakan itu.
2.      Mengumpulkan data, informasi, dan fakta yang diperlukan secukupnya.
3.      Menganalisis dan mengklasifikasikan data, informasi, dan fakta serta hubungan-hubunganya.
4.      Menetapkan perencanaan, premises, dan hambatan-hambatan serta hal-hal yang mendorongnya.
5.      Menentukan beberapa alternatif.[7]
6.      Pilihlah rencana yang terbaik dari alternatif-alternatif yang ada.
7.      Tetapkanlah urutan-urutan dan penetapan waktu secara terinci bagi rencana yang di usulkan itu.
8.      Laksanakan pengecekan tentang kemajuan rencana yang diusulkan.

D.    Ciri Perencanaan yang Baik
1.      Rencana harus mempunyai tujuan yang jelas, objektif, rasional, dan cukup menantang untuk diperjuangkan.
2.      Rencana harus mudah dipahami dan penafsirannya hanya satu.
3.      Rencana harus dipakai sebagai pedoman untuk bertindak ekonomis rasional.
4.      Rencana harus menjadi dasar dan alat untuk pengendalian semua tindakan.

Perencanaan strategis (strategic planning) adalah sebuah alat manajemen yang digunakan untuk mengelola kondisi saat ini utuk melakukan proyeksi kondisi pada masa depan, sehingga rencana strategis adalah sebuah petunjuk yang dapat digunakan organisasi dari kondisi saat ini untuk mereka bekerja menuju 5 sampai 10 tahun kedepan. Tujuan perencanaan strategis adalah terus menerus mempertajam bisnis dan produk perusahaan sehingga keduanya berpadu menghasilkan laba dan pertumbuhan yang memuaskan.[8]

Berbagai kebaikan dan kelemahan Perencanaan Strategis
Kebaikan-kebaikan:
·         Memberikan pedoman yang konsisten bagi kegiatan-kegiatan organisasi
·         Membantu para manajer dalam pembuatan keputusan
·         Meninimumkan kemungkinan kesalahan.
Kelemahan-kelemahan
·         Memerlukan investasi dalam waktu, uang dan orang yang cukup besar
·         Penetapan dan pemeliharaan suatu system formal melibatkan banyak biaya
·         Kadang-kadang cenderung membatasi organisasi hanya terhadap pilihan yang paling rasional dan bebas resiko.


Hambatan-hambatan perencanaan yang efektif
·         Kurang pengetahuan tentang organisasi
·         Kurang pengetahuan tentang lingkungan
·         Ketidakmampuan melakukan peramalan secara efektif
·         Kesulitan perencanaan operasi-operasi yang tidak berulang
·         Memerlukan banyak biaya untuk penggunaan sumberdaya keuangan, fisik dan manusia
·         Takut gagal
·         Kurang percaya diri
·         Ketidaksediaan untuk menyingkirkan tujuan-tujuan alternative.[9]




















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Perencanaan adalah proses penentuan tujuan kinerja dan menentukan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Dapat juga dikatakan sebagai suatu dasar manajemen yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Dalam perencanaan ada langkah-langkah yang harus ditempuh agar dapat memaksimalkan pencapaian tujuan tersebut,























DAFTAR PUSTAKA

Hasibuan, Malayu S.P.  2007. Manajemen:Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta:Bumi Aksara.

Tunggal, Amin Widjaja. 2002. Manajemen, Suatu Pengantar. Jakarta:Rineka Cipta.

Terry, George R. 2000Prinsip-prinsip Manajemen. Jakarta:PT Bumi Aksara.




[1] Drs.H. Malayu S.P. Hasibuan. Manajemen:Dasar, Pengertian, dan Masalah.(Jakarta:Bumi Aksara, 2007)  hal.91.
[2] Drs. Amin Widjaja Tunggal,Ak. MBA, Manajemen, Suatu Pengantar, (Jakarta:Rineka Cipta, 2002), hal.141.
[3] George R. Terry, Prinsip-prinsip Manajemen,(Jakarta:PT Bumi Aksara, 2000), hal.46
[4] Drs.H. Malayu S.P. Hasibuan. Manajemen:Dasar, Pengertian...hal.95.
[5]Ibid.,hal.99.
[6]Ibid.,hal.101.
[7]Ibid.,hal.112.

No comments:

Post a Comment

Designed By VungTauZ.Com