Breaking News

Tuesday, 22 December 2015

Makalah Pembuatan Kepusan




PENGANTAR MANAJEMEN
PEMBUATAN KEPUTUSAN

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang 
Pengambilan keputusan merupakan proses menentukan satu alternatif pilihan atas beragam alternatif pilihan. Aktivitas penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan membutuhkan perhatian dan pendefenisian yang tepat atas masalah, penentuan tujuan, menemukan, mendesain, dan menetapkan sejumlah tindakan yang tepat, serta  mengevaluasi dan memilih alternatif solusi tindakan terbaik.
Pengambilan putusan merupakan bagian yang tidak terpisah dari disiplin manajeman, perilaku organisasi, teori organisasi, kepemimpinan dan teknik analisis penyelesaian masalah. Setiap pengambil keputusan adalah pengguna ilmu dan seni dalam menentukan keputusan  final. Pandangan parsial lagi dikotomis tentang pengambilan keputusan tidak akan membantu kita dalam menghasilkan kelutusan terbaik, karena keputusan merupakan ilmu dan seni penentuan alternatif pilihan. Penentuan terbaik hanya didapat bila kita menggunakan cara bepikir yang rasional.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian pengambilan keputusan?
2.      Siapa pengambil keputusan?
3.      Bagaimana langkah-langkah sebelum pengambilan keputusan?
4.      Apa saja jenis pengambilan keputusan?
5.      Apa dasar basis pengambilan keputusan?
6.      Bagaimana teknik-teknik pengambilan keputusan?




BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Pengambilan Keputusan  (Decision Maker/ Taker)
Bila mengikuti pola alih bahasa, maka istilah dari decision making dan decision maker adalah pembuatan keputusan dan pembuat keputusan. Pengambilan keputusan merupakan seseorang atau kelompok yang berwenang untuk membuat pilihan akhir, atau keputusan memilih, satu diantara beberapa alternatif solusi terhadap masalah atau pencapaian tujuan.
Berikut terdapat beberapa pendapat terkait pengambilan keputusan.[1]
1.    G.R Terry
Pengambilan keputusan dapat didefinisikan sebagai “pemilihan alternatif kelakuan tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada”.
2.    Harold Koontz dan Cryil O’Donnel
Pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif-alternatif mengenai sesuatu, cara bertindak adalah adalah inti dari perencanaan. Suatu rencana dapat dikatakan tidak ada, jika tidak ada keputusan dari sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau nama baik yang telah dibuat.
3.    Theo Haiman
Inti dari semua perencanaan adalah pengambilan keputusan, suatu pemilihan cara bertindak. Dalam hubungan ini kita melihat suatu keputusan sebagai suatu cara bertindak yang dipilih oleh manajer sebagai suatu yang paling efektif, berarti penempatan untuk mencapai sasaran dan pemecahan masalah.
4.    Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan
Pengambilan keputusan adalah suatu proses penentuan keputusan yang terbaik dari sejumlah alternatif untuk melakukan aktivitas-aktivitas pada masa yang akan datang.


5.    Chester I. Barnard
Keputusan adalah perilaku organisasi, berintisari perilaku perorangan dan dalam gambaran proses keputusan ini secara relatif dapat dikatakan bahwa pengertian tingkah laku organisasi lebih penting daripada kepentingan perorangan.      
Dari definisi-definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa “Pembuatan/pengambilan keputusan adalah proses bagaimana menetapkan suatu keputusan yang terbaik, logis, rasional, dan ideal berdasarkan fakta, data, dan informasi dari sejumlah alternatif untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan dengan risiko terkecil, efektif, dan efesien untuk dilaksanakan pada masa yang akan datang”.
            Siapa pengambil keputusan (decision maker) itu?
Pengambil keputusan adalah manajer (pimpinan) baik secara “individual decision maupun group decision
Individual decision, keputusan “hanya” ditetapkan oleh manajer. Sedang para bawahan hanya dapat berpartisipasi memberikan saran-saran, pendapat-pendapat, dan informasi saja, tetapi tidak berhak untuk ikut memutuskannya.
Kebaikannya:
1)      Keputusan dapat diambil secara cepat.
2)      Penanggung jawab keputusan itu jelas.
3)      Biaya pengambilan keputusan relatif kecil.
4)      Kecakapan seorang manajer dapat dimanfaatkan.
Keburukannya:
1)      Keputusan itu kurang baik, sebab kemampuan decision maker terbatas.
2)      Prestise (kewibawaan) manajer akan berkurang, jika keputusannya ternyata salah.
3)      Pembinaan bawahan kurang diperhatikan, karena mereka tidak ikut serta dalam menetapkan keputusan, akibatnya kesinambungan pimpinan organisasi kurang terjamin.


Group decision, keputusan itu ditetapkan oleh para anggota grup, baik atas hasil mufakat dan musyawarah, maupun atas voting. Dalam proses pengambilan keputusan anggota grup ikut berperan aktif membicarakan tujuan dari “keputusan, risiko, dan dampak keputusan serta ikut menetapkan keputusan tersebut”.
Kebaikannya :
1.      Keputusan relatif lebih baik, logis ideal, sebab merupakan hasil pemikiran dari beberapa orang.
2.      Kecendrungan untuk bertindak otoriter dapat dihindarkan.
3.      Kerja sama relatif akan dapat ditingkatkan di antara sesama anggota grup.
4.      Risiko dan dampak negatif dari keputusan semakin kecil.
5.      Pembinaan para anggota grup akan lebih baik.
Keburukannya :
1.      Pengambilan keputusan relatif lama, bahkan sering bertele-tele.
2.      Biaya pengambilan keputusan relatif lebih banyak.
3.      Penanggung jawab keputusa kurang jelas.
4.      Minoritas kadang-kadang terpaksa menyetujui keputusan karena kalah suara.
Langkah-langkah dalam analisis masalah sebelum pengambilan keputusan adalah sebagai berikut :[2]
a.      Menemukan tujuan, yaitu menentukan target lebih dahulu tanpa mencampuradukkan apa yang ingin dicapai dengan apa yang ingin dilakukan.
b.      Mengumpulkan fakta, yaitu dengan mempelajari catatan-catatan yang relevan, peraturan dan kebiasaan yang berlaku, membicarakan dengan orang yang bersangkutan dan usahakan untuk mengetahui pendapat serta perasaannya.
c.       Mempertimbangkan fakta dan tentukan tindak lanjut yang harus diambil dengan menghubungkan fakta yang satu dengan yang lain dan mempelajari pengaruhnya dan menentukan tindakan yang dapat diambil. Hilangkan tindakan yang tidak bijaksana serta tentukan yang paling baik.
d.      Mengambil tindakan dengan mempertimbangkan :
-          Tentukan siapa yang harus mengambil tindakan yang dapat diambil.
-          Pertimbangkan siapa-siapa yang perlu diberi informasi tentang keputusan atau tindakan yang akan diambil.
-          Tentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan tindakan yang telah diputuskan.
e.       Periksa hasil pelaksanaanya untuk mengetahui apakah tujuan tercapai dan pelajari perubahan-perubahan sikap dan hubungan antara satu pihak dengan pihak lain.

B.       Macam-macam Keputusan
Keputusan jika dikaji dari proses pengambilan keputusan dikenal atas “keputusan Auto Generated dan keputusan Induced
a.    Keputusan Auto Generated
Keputusan semacam ini diambil dengan cepat dan kurang memperhatikan, mempertimbangkan data, informasi, fakta, dan lapangan keputusannya. Keputusan ini kurang baik, sebab risikonya besar. Tetapi jika seorang decision maker dapat melakukannya dengan baik dan berhasil maka pemimpin tersebut akan cepat maju. Keputusan ini biasanya diambil dalan keadaan gawat, misalnya sekompi tentara telah dikepung musuh, pimpinan harus secepatnya mengambil keputusan sebelum terlambat dan hancur maka keputusan Auto generated lah yang diambil.
b.    Keputusan Induced
Keputusan ini diambil berdasarkan scientific management atau manajemen ilmiah, sehingga keputusan itu logis, ideal, rasional untuk dilaksanakan dan risikonya relatif kecil, hanya proses pengambilan keputusannya lebih lambat.
Pada dasarnya tujuan kedua macam keputusan itu sama, yakni “untuk mencapai hasil yang terbaik dan risiko sekecil-kecilnya”



C.       Basis Pengambilan Keputusan (Decision making)
            Dasar basis pengambilan keputusan yang dilakukan manajer ada 5 yaitu:
a)    Keyakinan
b)    Intuisi (suara hati)
c)     Fakta-fakta
d)   Pengalaman (experience)
e)    Kekuasaan (authority)

1.    Keyakinan
               Manajer dalam pengambilan keputusan (decision making) didasarkan atas keyakinan bahwa “keputusan” (decision) inilah yang terbaik setelah diperhitungkan dan dianalisis  faktor-faktor internal dan eksternal serta dampak positif dan negatif dari keputusan tersebut .
               Jadi, keyakinanlah yang dijadikan sebagai basis pengambilan keputusan oleh manajer.

2.    Intuisi
                 Manajer dalam pengambilan keputusan didasarkan atas suara hati (intuisi) , bersifat ilham dan perasaan-perasaan (good feeling). Sasaran-sasaran, pengaruh, prefensi-prefensi, dan psikologis individu pengambil keputusan memegang peranan penting.
                 Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi biasanya mengandalkan naluri, perasaan pribadi, kemampuan mental, tetapi setiap situasi dihadapinya dengan sikap realistis dan memutuskannya menurut perasaan saja.
                 Problem adalah suatu penyimpangan dari standar tertentu atau suatu tingkat dimensi tertentu yang cukup penting untuk dipecahkan oleh orang yang berkaitan.
                 Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi mempunyai kebaikan dan keburukan, sebagai berikut.

Kebaikannya :
1.    Keputusan dapat ditetapkan dengan cepat
2.    Kecakapan decision maker dapat di manfaaatkan
3.    Memberikan keputusan tertentu bagi decision maker atas penyelesaian problem yang dihadapi.
4.    Jika keputusan yang diambil tepat maka perusahaan akan lebih cepat  maju dibandingkan dengan perusahaaan-perusahaan yang sejenis.
Keburukannya :
1.                   Keputusan mungkin terbukti salah, karena feeling bisa saja salah.
2.                   Risiko keputusan cukup besar, sebab tidak berdasarkan ilmiah.
3.                  Alat-alat pengambilan keputusan tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya, seperti data, informasi, dan fakta.
4.                   Asas kehati-hatian kurang mendapat perhatian.

3.    Fakta-Fakta
               Pengambilan keputusan ini berdasarkan atas hasil analisis data, informasi, dan fakta-fakta serta didukung oleh kemampuan imajinasi, pengalaman, perspektif yang tepat, dan daya pikir untuk mengimplementasikan situasi dan kondisi masa depan.
               Keputusan (decision) yang ditetapkan berdasarkan fakta-fakta ini relatif baik, logis, rasional, dan dapat dipertanggung jawabkan serta bisa diterapkan pada setiap situasi dan kondisi.
               Pengambilan keputusan berdasarkan fakta-fakta (ilmiah) mempunyai kebaikan dan keburukan, sebagai berikut.

Kebaikannya :
1.    Keputusan ditetapkan dengan menggunakan dan memanfaatkan sarana dan prasarana, analisis data, informasi, dan fakta, misalnya komputer dsb.
2.    Risiko relatif kecil.
3.    Keputusan secara relatif akan lebih mudah di realisasi.
4.    Keputusan akan relevan dengan masalah yang dihadapi.
5.    Keputusan akan rasional, logis, ideal, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keburukannya :                 
1.    Keputusan sering terlambat.
2.    Biaya untuk pengambilan keputusan relatif besar.
3.    Pengumpulan data, informasi, dan fakta kadang-kadang sulit.

4.    Pengalaman
               Manajer dalam pengambilan keputusannya berdasarkan kepada pengalamannya dan pengalaman pihak-pihak lain.
Kebaikannya :
1)   Pengalaman manajer dapat dimanfaatkan dengan menggunakan pengetahuan-pengetahuan praktisnya.
2)   Keterampilan terbaik dan latar belakang manajer dapat digunakan.
3)   Keputusan dapat ditetapkan dengan cepat serta dengan biaya yang kecil.
Keburukannya :
1)   Keputusan yang ditetapkan mungkin telah ketinggalan zaman serta tidak sesuai dengan situasi dan kondisi sekarang.
2)   Jika pengalaman manajer sangat terbatas maka keputusannya sangat sempit.
3)   Keputusan yang ditetapkan kadang-kadang kurang relevan dengan masalah yang dihadapi, sebab tidak ada masalah yang persis sama.

5.    Kekuasaan
               Decision maker dalam pengambilan keputusan (decision making) harus berpedoman atas kekuasaan (authority) yang dimilikinya, supaya keputusan (decision) itu sah dan legal untuk diberlakukan. Hal ini disebabkan autority merupakan dasar hukum untuk bertindak dan berbuat sesuatu.
Kebaikannya :
1)   Keputusan yang ditetapkan bersifat resmi dan mengikat.
2)   Keputusan harus di terima dan ditaati sepenuhnya.
3)   Keputusan ditetapkan oleh manajer yang berwenang dan resmi.
4)   Keputusan itu formal dan dapat memberlakukan sanksi hukuman.
Keburukannya :
1)   Keputusan dapat menjadi rutin dan kecendrungan decision maker untuk menjadi diktatorial.
2)   Keputusan kadang-kadang ditetapkan seseorang yang berada jauh diluar masalah yang aktual, sehingga pengetahuannya terhadap masalah yang sebenarnya kurang.

D.      Teknik-Teknik Pengambilan Keputusan
       Dalam pengambilan keputusan manajer dapat melakukan beberapa teknik-teknik diantaranya adalah :[3]
1.      Operation Research
Yaitu dengan penggunaan metode-metode scientific (yang meliputi teknik-teknik matematis) dalam analisis dan pemecahan suatu masalah tertentu penerapan teknik ini adalah usaha inventarisasi.
2.      Linear Programming
Yaitu dengan menggunakan rumus-rumus matematik yang disebut juga vector analysis .
3.      Gaming War Games
Yaitu dengan teori yang biasanya digunakan untuk menentukan strategi.
4.      Probability
Yaitu dengan teori kemungkinan yang dapat diterapkan pada kalkulasi rasional atas hal-hal yang tidak normal, mengenai sebuah keputusan yang dipertimbangkan dan diperhitugkan.
5.      Ranking and Statistical Weighting
Yaitu dengan cara:
(1.) Melokalisasi berbagai faktor yang akan mempengaruhi keputusan   terakhir.
(2.) Menimbang faktor-faktor yang dapat dibandingkan dan yang tercakup didalam setiap alternatif.
Aspek-aspek pengambilan keputusan, yaitu:
a)      Pribadi dan kepribadian si desicion maker.
b)      Sifat masalah yang dihadapi.
c)      Pandangan dan kecakapan faktual desicion maker terhadap masalah yang dihadapi.
d)     Kondisi institusional (lembaga) bersangkutan.
e)      Situasi umum yang menjadi lingkungan sekitar.
Faktor-faktor penolong pengambilan keputusan adalah :
a)      Harus diperhatikan emosi dan aturan-aturan baik.
b)      Setiap keputusan harus mendorong tercapainya tujuan.
c)      Pengambilan keputusan yang efektif memerlukan waktu, dana, data informasi, dan fakta yang cukup.
d)     Membuat keputusan dalam prakteknya, membutuhkan kecakapan, pengalaman, dan imajinasi.











DAFTAR PUSTAKA

Malayu Hasibuan, 2007, Manajemen: Dasar, Pengertian, Masalah, Jakarta: Bumi Aksara.
Assauri, Sofyan, 2002, Manajemen Pemasaran Dasar, Konsep dan Strategi, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Rizky, Dermawan S.E, 2006, Pengambilan Keputusan, Bandung: Alfabeta.
George, R. Terry, 2003, Prinsip-prinsip Manajemen, Jakarta: Bumi Aksara.
Tunggal, Wijaya Amin, 2002, Manajemen Suatu Pengantar, Jakarta: PT Rineka Cipta.


[1]  Malayu Hasibuan, Manajemen: Dasar, Pengertian, Masalah, Jakarta: Bumi Aksara, 2007.
[2]  Rizky Dermawan S.E, Pengambilan Keputusan, Bandung: Alfabeta, 2006.
[3]  George R. Terry, Prinsip-prinsip Manajemen, Jakarta: Bumi Aksara, 2003.

No comments:

Post a Comment

Designed By VungTauZ.Com