Breaking News

Tuesday, 22 December 2015

Makalah Motivasi





MAKALAH PENGANTAR MANAJEMEN
MOTIVASI





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Setiap di dalam lingkungan kerja kita selalu berhadapan dengan kondisi mental yang lemah dan pada saat itu kita bisa mendapatkan masukan atau saran yang dapat membangkitkan semangat kita kembali. Dalam kehidupan ini kita selalu memotivasi diri kita untuk lebih dari orang lain, tidak hanya di dunia kerja saja kita harus di motivasi agar menjadi lebih baik tetapi dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini, mendorong mental kita untuk lebih maju lagi. Motivasi berasal dari kata movere yang berarti dorongan atau menggerakkan. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi bawahan, agar mau bekerja sama secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan.
Dalam makalah ini kami akan menjelaskan tentang motivasi secara terperinci agar lebih jelas apa yang di maksud dengan motivasi itu sendiri. Motivasi sering di pakai perusahaan untuk meningkatkan nilai mutu kerja kita di suatu perusahaan .

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian dari Motivasi?
2.      Bagaimana proses motivasi?
3.      Apa saja teori- teori dalam motivasi ?
4.      Apakah alat-alat dari Motivasi ?
           


BABII
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Motivasi
Motivasi berasal dari bahasa latin, Mavere yang berarti dorongan atau daya penggerak. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mendorong gairah kerja bawahan, agar mereka mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan keterampilannya untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Kemampuan, kecakapan, dan keterampilan karyawan tidak ada artinya bagi perusahaan, jika mereka tidak mau bekerja keras dengan menggunakan kemampuan, kecakapan dan keterampilan yang dimilikinya.[1]
Motivasi penting karena dengan motivasi ini diharapkan setiap individu karyawan mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi. Jika hendak diibaratkan motivasi adalah ruh yang membuat tubuh manusia itu menjadi bergerak, berkembang, dan menggapai peradaban. Motivasi adalah aspek terpenting dalam hidup maupun kehidupan.[2]
Terdapat beberapa pendapat para ahli tentang pengertian motivasi diantaranya adalah:
v  Harold Koontz
”Motivation refers to the drive and effort to statisfy a want or goal” yang artinya motivasi mengacu pada dorongan dan usaha untuk memuaskan kebutuhan atau suatu tujuan.
v  Drs. H. Malayu S.P Hasibuan
Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama. Bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan.

v  American Encyclopedia
Motivasi adalah kecenderungan (suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri seseorang yang mengerahkan tindakan tanduknya. Motivasi meliputi kebutuhan biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dari pengamatan tingkah laku manusia.

B.       Proses Motivasi
Malayu S.P. Hasibuan mengatakan bahwa proses motivasi adalah sebagai berikut[3] :
1.      Tujuan
Dalam proses motivasi perlu ditetapkan terlebih dahulu tujuan organisasi. Baru kemudian para karyawan dimotivasi kearah tujuan.
2.       Mengetahui kepentingan
Hal yang penting dalam proses motivasi adalah mengetahui keinginan karyawan dan tidak hanya melihat dari sudut kepentingan pimpinan atau perusahaan saja.
3.      Komunikasi efektif
Dalam proses motivasi harus dilakukan komunikasi yang baik dengan bawahan. Bawahan harus mengetahui apa yang akan diperolehnya dan syarat apa saja yang harus dipenuhinya supaya insentif tersebut diperolehnya.
4.       Integrasi tujuan
Proses motivasi perlu untuk menyatukan tujuan organisasi dan tujuan kepentingan karyawan. Tujuan organisasi adalah needscomplex yaitu untuk memperoleh laba serta perluasan perusahaan. Sedangkan tujuan individu karyawan ialah pemenuhan kebutuhan dan kepuasan. Jadi, tujuan organisasi dan tujuan karyawan harus disatukan dan untuk itu penting adanya penyesuaian motivasi.
5.      Fasilitas
Manajer penting untuk memberikan bantuan fasilitas kepada organisasi dan individu karyawan yang akan mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Seperti memberikan bantuan kendaraan kepada salesman.
6.      Team Work
Manajer harus membentuk Team work yang terkoordinasi baik yang bisa mencapai tujuan perusahaan. Team Work penting karena dalam suatu perusahaan biasanya terdapat banyak bagian.

C.    Teori Motivasi
Setiap teori motivasi berusaha menguraikan apa sebenarnya manusia dan manusia dapat menjadi seperti apa. Dengan alasan ini, biasa untuk mengatakan bahwa sebuah teori motivasi  mempunyai isi dalam bentuk  pandangan tertentu menngenai manusia. Karena teori motivaasi menyangkut pengembangan manusia, isi dari teori motivasi juga membantu menejer bergulat dengan dinamika kehidupan organisasi. Teori motivasi diklasifikasikan sebagai berikut[4] :
1.      Pandangan Motivasi Lama
Dalam pandangan teori motivasi lama, dibedakan model hubungan manusiawi dan model sumber daya manusia sebagai berikut:
a.      Model Tradisional
Model tradisional ini digunakan untuk memberikan dorongan kepada karyawan agar melakukan tugas mereka dengan berhasil, para menajer menggunakan sistem upah insentif, semakin banyak mereka menghasilkan atau mencapai hasil kerja yang sempurna, semakin besar penghasilan mereka.


b.      Model Hubungan Manusiawi
Model hubungan manusiawi yaitu para manajer dianjurkan untuk bisa memotivasi para karyawan dengan mengakui kebutuhan sosial mereka dan dengan membuat mereka merasa penting dan berguna, sehingga dapat meningkatkan kepuasan kerjanya. Para karyawan diberi lebih banyak waktu kebebasan  untuk mengambil keputusan dalam menjalankan pekerjaannya.
c.        Model Sumber Daya Manusia
Model Sumber Daya Manusia yaitu karyawan mempunyai motivasi yang sangat beraneka ragam, bukan hanya motivasi karena uang ataupn keinginan akan kepuasan, tetapi juga kebutuhan untuk berprestasi dan mempunyai arti dalam bekerja. Tugas manajer dalam model ini, bukanlah menyuap para karyawan dengan upah atau uang saja tetapi juga untuk mengembangkan rasa tanggung jawab bersama dalam mencapai tujuan organisasi dan anggotanya, dimana setiap karyawan menyumbangkan sesuai dengan kepentingan dan kemampuannya masing-masing.

2.      Pandangan motivasi kontemporer
a.      Teori Kepuasan (Content Theories)
“Content Theories” adalah teori motivasi yang berfokus pada kebutuhan-kebutuhan yang memotivasi perilaku. Dalam usaha mengurangi atau memuaskan kebutuhan mereka, manusia akan bertindak dengan cara tertentu.
Pendekatan ini diasosiasikan dengan  pemikir-pemikir seperti Maslow, Alderfer, Mc Gregor, Hezberg, Atkinson, dan Mc clelland.[5]


1)      Hirarki Kebutuhan Maslow
Hirarki kebutuhan maslow dikembangkan oleh Abraham Maslow,mungkin mendapat lebih banyak perhatian manajer daripada motivasi yang lain. Menurut Maslow, individu akan termotivasi untuk memenuhi kebutuhan yang paling menonjol, atau paling kuat bagi mereka pada waktu tertentu. Kemenonjolan dari kebutuhan ini tergantung pada situasi saat ini dan pengalaman mutakhir.
a)      Kebutuhan fisik
Kebutuhan fisik adalah kebutuhan-kebutuhan pokok untuk mempertahankan kehidupan manusia sendiri, seperti makanan, air, perumahan, tidur, dan kehangatan. Maslow mengambil posisi bahwa sampai kebutuhan-kebutuhan ini dipuaskan pada tingkat yang diperlukan untuk mempertahankan hidup, kebutuhan-kebutuhan lain tidak akan memotivasi manusia.
b)      Kebutuhan keamanan
Kebutuhan keamanan adalah kebutuhan untuk bebas dari bahaya fisik dan ketakutan kehilangan suatu pekerjaan, kekayaan, makanan, atau tempat tinggal.  
c)      Kebutuhan afiliasi/akseptasi
Manusia adalah mahluk social (social beings) maka perlu dimiliki, diterima oleh yang lain.
d)     Kebutuhan penghargaan
Menurut Maslow, apabila manusia mulai memuaskan kebutuhan yang dimiliki, mereka cenderung menginginkan penghargaan, baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Jenis kebutuhan tersebut menghasikan kepuasan seperti, kekuasaan, prestise, status, dan kepercayaan diri.


e)      Kebutuhan untuk aktualisasi diri
Maslow menghubungkan kebutuhan ini sebagai kebutuhan yang tertinggi dalam hierarki kebutuhannya. Aktualisasi diri merupakan keinginan menjadi apa yang seorang maupun menjadi, untuk memaksimalkan potensial seseorang untuk menyelesaikan sesuatu.

2)      Teori ERG
ERG merupakan akronim dari “Existance”, ” Related”, dan ”Growth”. Ahli jiwa Clayton Alderfer setuju dengan Maslow bahwa motivasi pekerja dapat diukur menurut suatu hierarki kebutuhan. Alderfer membagi kebutuhan hanya ke dalam 3(tiga)  kategori, yaitu:
a)      Kebutuhan eksitensi (Existance needs)
Yaitu  kebutuhan dasar Maslow ditambah faktor-faktor seperti tunjangan-tunjangan dalam tempat kerja.
b)      Kebutuhan hubungan (Related needs/Needs For Interpersonal Reletions)
c)      Kebutuhan pertumbuhan (growth Needs)
Yaitu kebutuhan untuk kreativitas pribadi atau pengaruh yang produktif.

b.      Teori Proses ( Processs Theoris)
Teori proses mengkaji proses pemikiran yang manusia memutuskan bagaimana bertindak. Teori proses terdiri dari:
1)      Teori Pengharapan (The Expectancy approach)
Teori Pengharapan yaitu suatu model motivasi yang menentukan bahwa usaha untuk mencapai kinerja atau performa yang tinggi adalah suatu fungsi kemungkinan yang dirasakan, bahwa performa yang tinggi bisa dicapai dan akan diberi ganjaran apabila tercapai. Dan bahwa ganjaran itu akan bernilai bila untuk usaha yang dilakukan. 
2)      Teori Ekuitas (Equity Theory)
Ekuitas dapat didefinisikan sebagai rasio antara masukan individual (seperti usaha keterampilan) dan ganjaran kerja (seperti gaji atau promosi) dibandingkan dengan ganjaran lain yang diterima untuk masukan kerja yang sama. Teori ekuitas berpendapat bahwa motivasi manusia, performa dan kepuasan tergantung pada penilaian subyektif mereka, dari hubungan, dari rasio uang /ganjaran mereka dan rasio usaha/ganjaran dari yang lain, dalam situasiyang sama.
3)      Teori penetapan tujuan (Goal Setting Theory)
Teori penetapan tujuan adalah teroi motivasi proses yang berfokus pada proses penetapan tujuan. Riset menunjukan bahwa motivasi dan komitmen lebih tinggi apabila bawahan berpartisipasi dalam menetapkan tujuan. Karyawan memerlukan umpan balik yang akurat atas performa mereka, untuk membantu mereka menyesuaikan metode kerja mereka apabila perlu dan untuk mendorong mereka untuk tetap melakukan atau bekerja  menuju tujuan.

D.    Alat-Alat Motivasi
Alat-alat motivasi terdiri dari:
1.      Material insentif, yaitu alat motivasi yang diberikan berupa uang dan atau barang yang mempunyai nilai pasar, jadi memberikan kebutuhan ekonomis. Misalnya kendaraan, rumah, dan lain-lain.
2.      Nonmaterial insentif, yaitu alat motivasi yang diberikan berupa barang atau benda yang tidak ternilai, jadi hanya memberikan kepuasan atau kebanggan batin saja. Misalnya piagam, mendali dan lain-lain.
3.      Kombinasi material dan nonmaterial insentif, yaitu alat motivasi yang diberikan berupa material (uang dan barang) dan nonmaterial (mendali-piagam), jadi memenuhi kebutuhan ekonomis dan kepuasan atau kebanggan rohani.[6]


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Motivasi berasal dari bahasa latin, Mavere yang berarti dorongan atau daya penggerak. Untuk melakukan motivasi ada beberapa proses yaitu dengan mengintegrasikan tujuan, mengetahui keinginan karyawan, adanya komunikasi yang efektif, memberikan bantuan fasilitas kepada karyawan, dan yang terakhir membentuk Team work yang terkoordinasi yang baik, yang bisa mencapai tujuan perusahaan. Untuk melakukan motivasi juga dibutuhkan alat-alat motivasi yang terdiri dari Material insentif, yaitu alat motivasi yang diberikan berupa uang atau barang, kemudian Nonmaterial insentif, yaitu alat motivasi yang diberikan berupa barang atau benda yang tidak ternilai, Misalnya piagam, mendali dan lain-lain. Dan yang terakhir yaitu Kombinasi material dan nonmaterial insentif, yaitu alat motivasi yang diberikan berupa material (uang dan barang) dan nonmaterial (mendali-piagam), jadi memenuhi kebutuhan ekonomis dan kepuasan atau kebanggan rohani.[7]




 DAFTAR PUSTAKA

Hasibuan, Malayu S.P. 2007. MANAJEMEN: Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta. bumi aksara.
Santoso, Teguh. 2011. 7 Rahasia mengatasi putus asa. Yogyakarta. tugu publisher.
Ak, amin widjaja tunggal.2002.MANAJEMEN,suatu pengantar.jakarta.PT rineka cipta.
Stoner,James A.F. R Edward freeman, Daniel R. Gilbert. JR.1996.Manajemen edisi bahasa Indonesia.Jakarta.PT prenhallindo.



[1]Malayu S.P hasibuan,MANAJEMEN: Dasar, Pengertian, dan Masalah (Jakarta: bumi aksara, 2007), hal.216
[2]Teguh Santoso, 7 Rahasia mengatasi putus asa(Yogyakarta, tugu publisher, 2011), hal. 86

[3] Malayu S.P. Hasibuan,opcit.  hal. 218
[4]James A.F. Stoner, R Edward freeman, Daniel R. Gilbert. JR., Manajemen edisi bahasa Indonesia(Jakarta: PT prenhallindo, 1996), hal 136
[5]Amin Widjaja Tunggal,  Ak, Manajemen, suatu pengantar, (Jakarta: PT Rineka cipta, 2002), hal. 293
[6]Malayu S.P hasibuan, op.,cit hal.221
[7]Malayu S.P hasibuan, op.,cit hal.221

No comments:

Post a Comment

Designed By VungTauZ.Com