MANAJEMEN
MODERN
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Dalam kehidupan
sehari-hari manusia selalu mengadakan berbagai aktifitas baik fisik maupun
psikis guna memenuhi kebutuhan dan keinginan hidupnya secara maksimal. Salah
satu aktifitas itu ditujukan sebagai sebuah proses untuk menyelesaikan tugas
yang diakhiri dengan sebuah karya yang dapat dinikmati oleh manusia. Sejak
manusia pertama ada, adalah sunatullah danya sifat untuk saling bergantung dan
melengkapi kebutuhan antara satu dengan yang lain, hal ini dimaksudkan
agar tujuan dalam hidup dapat lebih mudah tercapai. Dari rasa saling
membutuhkan ini muncul keinginan untuk bekerja sama. Dari kerja sama ini
kemudian muncul keinginan untuk dapat mengatur, merencanakan, dan mengevaluasi
tujuan kerja sama yang sejak awal dicitakan hingga terbentuklah satu sistem
manajemen yang disepakati untuk mengatur semua anggotanya.
Ilmu manajemen
memberikan pemahaman kepada kita tentang pendekatan atau tata cara penting
dalam meneliti, menganalisa dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan
manajer. Pada manfaat yang lebih besar, diharapkan mampu memberikan sumbangan
terhadap rung lingkup dan perkembangan teori manajemen.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan manejemen modern?
2. Prinsip apa saja yang dikemukakan oleh Henry fayol didalam
manejemen modern?
3.
Siapa saja tokoh-tokoh yang ada dalam manejemen modern?
PEMBAHASAN
MANAJEMEN MODERN
A. Definisi
Manajemen
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis
kuno ménagement, yang memiliki arti "seni melaksanakan dan
mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara
universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni
menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang
manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan
organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai
sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai
sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada
dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.[1]
Definisi
Modern
Teori modern mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu
sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, tetapi organisasi
adalah suatu sistem terbuka yang harus menyesuaikan diri dengan
perubahan-perubahan lingkungannya. Teori organisasi dan manajemen modern
dikembangkan sejak tahun 1950, Teori modern, dengan tekanan pada perpaduan dan
perancangan, menyediakan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh.
Teori organisasi modern lebih dinamis daripada teori-teori lainnya dan meliputi lebih banyak
variabel yang dipertimbangkan. Teori modern bisa disebut sebagai teori
organisasi dan manajemen yang memadukan teori klasik dan neoklasik dengan
konsep-konsep yang lebih maju.
Jadi, manajeman modern
adalah manajemen yang pada periodenya ditandai dengan sudah dipelajari
manajemen sebagai ilmu yang mempunyai dasar-dasar logika ilmiah, sehingga
banyak melibatkan ahli manajemen maupun ahli ekonomi untuk melakukan penelitian
tentang manajemen yang menghasilkan berbagai teori maupun aliran manejemen.[2]
B. Latar Belakang Manajemen Modern
Salah satu cara untuk
memahami manajemen dapat dilakukan dengan cara mempelajari latar belakang
manajemen yanga ada pada masa kini, atau lebih dikenal dengan manajemen modern.
Mempelajari latar belakang manajemen modern, sama hal nya dengan menengok kembali
jalan nya sejarah manajemen dimasa yang lalu. Kita dapat memulai mempelajari
latar belakang perkembangan manajemen dari sejak adanya catatan-catatan sejarah
aktivitas manusia dengan mempelajari perkembangan problema manajemen sejak
jaman dahulu hingga sekarang. Problema pokok manajemen adalah mengkoordinasi
secara efektif unsur-unsur produksi, yakni orang, material, mesin uang dan
pasar, atau sering sering disingkat dengan 5 m (men, materials, machines, money, markets).
Tugas mengkoordinasikan 5m ini, sering diidentikkan dengan tugas manajer, oleh
karena itu, sebutan manjer sebenarnya bukan hal baru, bahkan masalah-masalah
yang dihadapi manajer saat ini, adalah setua sejarah itu sendiri. Hanyaa saja,
upaya pengkombinasian 5m pada waktu yang lalu, tidak sesukar pada jaman modern
sekarang ini.
Problema manajemen
menjadi lebih komplek dihadapi oleh para manajer, pada saat para pekerja lepas
dari jaman perbudakkan, dan mereka membentuk organisasi pekerja guna secara
kolektif mengadakan perundingan dengan majikannnya, untuk menentukan
syarat-syarat kerja yang lebih baik, yang diinginkan oleh para pekerja
tersebut. Demikian juga saat industrialisasi telah bejalan jauh, dimana
produksi dan distribusi dilaksanakan secara masal, para manajer mengadapi
masalah teknik-teknik manajemen yang baru. Disaat inilah manajemen modern mulai
diperkenalkan guna memecahkan permasalahan koordinasi 5m yang makin komplek.
Dari gambaran di atas, guna lebih memahami latar belakang timbulnya manajemen
modern, kiranya perlu ditengok kembali, problematik manajemen di jaman produksi
oleh kaum budak, produksi rumah tangga, produksi oleh kaum tukang produksi pada
industri rmah tangga, produksi dijamn revolusi industri, maupun produksi
setelah Revolusi Industri. Dengan mempelajari kondisi produksi dari jaman ke
jaman, maka akan lebih mudah memahmi perkembangan-perkembangan pemikiran
manejemen.
1.
Produksi Di Jaman Perbudakan
Adanya perbedaan
pengertian yang amat tajam antara pekerja dan budak, menyebabkan kaum budak
berada pada kondisi sosial ekonomi yang menyedihkan, sementara kaum pekerja
selalu dapat meningkatakan kondisi sosial ekonominya. Kaum budak selalu
dikarakteristikkan sebagai tenaga yang produktivitasnya rendah dan penuh
pemborosan. Ciri proses produksi pada waktu itu, adalah dengan mesin-mesin
primitif yang amat kasar, peralatan kerja tangan dan teknik manajemen. Dijaman
perbudakan ini, tenaga kerja dikuasai oleh kaum majikan, dan pendekatan
kemanusiaan belum dilaksanakan.
2.
Produksi oleh rumah tangga
Adanya perubahan
kondisi pekerja dari model perbudakan ke model pekerja rumah tangga kaum
bangsawan maupun tuan tuan tanah, memperlihatkan adanya perkembangan baru dalam
sistem teknik manejemen. Pada model pekerja rumah tangga, sitem balas jasa
sudah diatur lebih baik daripada saat perbudakan. Disamping itu, pengakuan
terhadap hak-hak kaum pekerja, merupakan langkah awal dari pendekatan hubungan
manusiawinpada bidang manajemen.
3.
Produksi oleh tukang
Dalam hal ini para
pekerja dapat memperoleh kebebasan untuk memilih sendiri jenis tanaman yang
akan diusahakan. Di waktu-waktu luang, para pekerja mengerjakan kerajinan
tangan, bahkan banyak pula kaum pekerja yang menjadikan kerajinan tangan ini
sebagai mata pencaharian pokoknya.
Pada fase ini , dunia
manajemen memperoleh sumbangan, yakni dengan diperkenalkannya sistem
organisasi. Dalam sistem organisasi ini dikenalkan berbagai kegiatan seperti
sistem magang untuk masuk menjadi anggota organisasi, sistem pelatihan, sistem
pengaturan waktu pelatihan, peraturan pengupahan, pengaturan jam kerja, pengaturan
daerah penjualan, pengaturan harga penjualan, dan sebagainya. Dengan demikian
bidang-bidang manajemen seperti manajemen personalia, manajemen pemasaran,
memperoleh “isi” pada periode ini.
4.
Produksi Pada Industri Rumah
Tangga
Pada
sistem perekonomian rumah tangga,dimana para pekrja menghasilkan barang untuk
keluarganya maupun untuk penghuni rumah tangga yang lain (rumah tangga besar),
telah terjadi perubahan dalam pola produksinya, sebagai akibat terjadinya
perdagangan antar antar rumah tangga. Akibat lancarnya perdagangan antar rumah
tangga, kebutuhan untuk menngkatkan produksi merupakan tuntutan bagi mereka.
Alhasil, mereka membeli bahan baku, dan menyerahkan kepada para pengrajin yang
dikumpulkan pda sebuah rumah kerja atau “”cottage”.
Sistem “cottage” ini
akhirnya berkembang dengan digunakannya mesin-mesin guna meningkatkan volume
produksi para pengrajin. Disinilah sistem pabrik mulai dikenal orang sekaligus
merupakan prototipe wirausaha seperti yang kita kenal sekarang ini. Sistem
“cottage” merupakan bibit dari pabrik-pabrik modern yang ada dewasa ini. Dunia
manajemen memperoleh banyak “isi” dengan adanya sistem “cottage” tadi, dan hal
ini memberikan peluang bagi berkembangnya manajemen industri dikemudian hari.
5. Produksi Selama Dan
Sesudah Revolusi Industri
Revolusi Industri ini
mendorong penggunaan sistem mesin dalam pabrik, serta membantu pertumbuhan
ekonomi industri, yang semua itu terjadi karena revolusi industri memberikan
peluang dalam tiga hal yang saling berkaitan, yakni (a) penggunaan mesin-mesin
secara luas, (b) dassar bagi penemuan-penemuan baru, dan (c) tumbuhnya pasar
dunia.[3]
C. Prinsip-Prinsip Manajemen Henry fayol
a. Devision of Work
Spesialisasi menurut
Henry Fayol merupakan sifat alamiah, terlihat pada setiap masyarakat. Bila masyarakat
berkembang, maka tambahlah organisasi-organisasi baru menggantikan organisasi
lama yang mengatakan beraneka ragam fungsi pada masyarakat primitif. Tujuan
pembagian kerja adalah menghasilkan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih
dengan usaha yang sama. Pembagian kerja memungkinkan mengurangi sasaran,
terhadap mana perhatian harus diarahkan, dan dikenal sebagai alat terbaik
memanfaatkan individu-individu dan kelompok-kelompok orang.
b.
Authority and responbility
. Authority(wewenang)
adalah hak memberi instruksi-instruksi dan kekuasaan yang meminta kepatuhan.
Henry Fayol membedakan Authority atas personal Authority dan official
Authority. Personal authority (kekuasaan pribadi) bersumber dari intelegensia,
pengalaman, nilai moral, kesanggupan memimpin, pelayanan-pelayanan masa lalu
dsb. Untuk menjadi seorang atasan yang abik, personal authority merupaka
sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dan lengkap daripada official authority.
Official authority merupakan wewenang resmi, yang diterima dari instansi yang
lebih tinggi.
Responbility atau
tanggung jawab adalah tugas dan fungsi-fungsi yang harus dilakukan oleh
seoarang pejabat, agar dapat melaksanakan authority (wewenang) yang diberikan
kepadanya.
c.
dicipline
Hakikat dari kepatuhan
(dicipline), yakni melakukan apa yang sudah disetujui bersama antar pemimpin
dengan para pekerja, baik persetujuan tertulis lisan atau berupa peraturan atau
kebiasaan.
d.
unity of command
Dalam setiap tindakan
pegawai harus menerima instruksi dari seorang atasan saja. Bila hal ini
dilanggar, berarti wewenang dikurangi.
e.
unity of direction
Prinsip ini
merupakanpersyaratan penting untuk kesatuan tindakan, koordinasi, kekuatan,
memfokuskan usaha.
f.
subordination of individual interest to general interest
Dalam sebuah perusahaan,
kepentingan seorag pegawai tidak boleh diatas kepentingan perusahaaan.
Kepentingan rumah tangga harus terlebih dahulu daripada kepentingan
angota-anggotanya, dan kepentingan negara harus didahulukan dari kepentingan
warga negara atau kepentingan kelompok masyarakat.
g.
remuneration of personal
Gaji pegawai adalah
harga dari layanan yang diberikannya. Harus adil, sejauh mungkin memberi
kepuasan bai kepada pegawai maupun kepada perusahaan.
h.
centralization
Masalah sentralisasi
atau desentralisasi adalah masalah pembagian kekuasaan, pada suatu organisasi
kecil, sentralisasi dapat diterapkan, akan tetapi pada organisasi besar harus
diterapkan desentralisasi.
i.Scalar
chain
Scalar chain (rantai
scalar) adalah rantai yang bermula dari atasan, yaitu dari authority terakhir
hingga pada tingkat terendah.
j.
order
Untuk ketertiban
manusia ada formula yang harus dipegang, yaitu suatu tempat untuk setiap orang,
dan setiap orang pada tempatnya masing-masing.
k.
equity
Untuk merangsang
pegawai dalam melaksanakan tugasnya dengan kesungguhan dan kesetiaan, mereka
memerlukan keramahan dan keadilan. Kombinasi keramahan dan keadilan merupakan
equity.
l.
stability of turnover of personel
Seorang pegawai
membutuhkan wat agar membiasakan diri pada pekerjaan baru dan berhasil
mengerjakannya dengan baik.
m.
intiative
Memikirkan sebuah
rencana dan meyakinkan keberhasilan merupakan pengalaman yang memuaskan bagi
seseorang. Sumber kekuatan perusahaan adalah adanya insiatif di kalangan
ataasan amupun bawahan, khususnya pada masa sulit. Oleh karena itu insiatif
penting dikembangkan semaksimal mungkin.
n.
Ecsprit de Corps
“persatuan adalah
kekuatan”. Para pimpinan perusahaan harus berbuat banyak untuk merealisasikan
perusahaan itu.[4]
C. Tokoh-tokoh
dalam Aliran Modern
- Abraham Maslow, yang mengemukakan adanya idquo, yaitu Ego dan Super Ego, dan Hirarki Kebutuhan Manusia, dalama penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika motivasi.
- Douglas McGregor, yang terkenal karena mengemukakan teori X dan teori Y.
- Frederick Herzberg, yang mengemukakan teori motivasi higienis dan teori dua factor.
- Robert Blak dan Jane Mounton, yang membahas lima gaya kepemimpinan dan kisi-kisi manajerial (managerial grid).
- Rensistlikert, yang telah mengidentifikasi dan melakukan penelitian secara ekstensive mengenai Empat Sistem Manajemen, diantaranya Exploitif-Otoritatif sampai Partisipatif Kelompok.
- Chris Argyris, yang memandang organisasi sebagai sistem social atau sistem hubungan antar budaya.[5]
D. Asas-asas Manajemen Modern
Pekerjaan seorang manejer pada
pokoknya terdiri dari dua buah fungsi principal yaitu:
a.
Memutuskan (DECIDING)
b.
Melaksanakan (DOING)
Mengingat bahwa
fungsi-fungsi tesebut sesungguhnya lebih kompeks daripada yang dapat dinyatakan
oleh dua buah istilah sederhana tersebut, maka mungkin lebih baik kita
menggunakan istilah:
a.
Perencanaan (PLANNING)
Perencanaaan merupakan suatu proses dimana orang
memikirkan pekerjaan yang akaan dilaksanakan, dipertimbangkan, apa yang
diperlukan untuk melakukannya.
Perencanaan meliputi aneka macam subfungsi sbb:
1.
Perencanaan jangka panjang (LONG-RANGE
PLANNING)
2.
Perencanaan jangka pendek (SHORT-RANGE
PLANNING)
3.
Pengambilan keputusan
strategik(STRATEGIC DECISION MAKING)
b.
Pelaksanaan (EXECUTION)
Fase pelaksanaan dalam bidang manajemen meliputi
berbagai macam subfungsi yang berbeda-beda. Hal yang terpenting diantara mereka
adalah:
1.
Pengorganisasian (ORGANIZING)
Pengorganisasian mencakup suatu formalisasi tentang
pemikiran dan perencanaan yang diperlukan oleh organisasi tertentu, hingga ia
menjadi strukur proses-proses dan arus yang teratur, hingga dengan demikian
tersedia sebuah landasan stabil bagi pengelompokan aktivitas dan peralatan.
2.
Memimpin/memberikan arah (DIRECTING)
Memimpin
berhubungan dengan kepemimpinan tatap muka antara para atasan, para bawahan,
para rekan dan para kawan kerja. DIRECTING merupakan sebuah fungsi manajemen
yang terutama banyak dipelajari oleh para ilmuan dan para pemraktek manajemen.
Fungsi-fungsi DIRECTING sebagian besar berhubungan dengan subsistem manusia
pada organisai-organisasi, dan hal tersebut makin penting, apabila kita harus
melaksanakan suatu tugas yang mengharuskan kita melakukan lintas batas berbagai
garis organisasi dimanapun mereka berada, dalam hal mencapai sasaran yang
bersangkutan.
3.
Pengawasan (CONTROLLING)
Mengawasi
merupakan proses dimana diupayakan agar kejadian-kejadian berlangsung sesuai
dengan rencana-rencana yang telah disusun sebelumnya. Ia mencakup aneka macam
aktivitas misalnya menetapkan waktu (TIMING) dan menjadwal (SCHEDULING)
pekerjaan organisasi yang bersangkutan dan menghubungkannya dengan upaya-upaya
individual dan segmen-segmen organistoris yang ada. Pengkoordinasian sering
kali dianggap sebagai bagian esensial dari fungsi peengawasan, yangberkaitan
denagan pengsinkronisasian aktivitas-aktivitas sehubungan dengan waktu dan
tempat dalam rangka upaya memanfaatkan sumber-sumber daya sebaik mungkin yang diarahkan
ke arah pencapaian tujuan yang sama atau tujuan yang mempuanyai kaitan satu
sama lain.[6]
PENUTUP
KESIMPULAN
Teori Manajemen Modern ini di awali oleh teori
klasik,neo-klasik,dan munculah manajemen modern. Teori ini cukup bagus di
terapkan pada perusahaan-perusahaan yang berada di indonesia, karena dapat
menghemat waktu,tenaga,dan biaya. Namun teori ini memepunyai kelemahan dari
segi kemanusiaan yang mulai
tergeser. Oleh karena itu
banyak perusahaan yang menggabungkan teori klasik,neo-klasik,dengan modern,
untuk mencapai kepuasan bagi organisasi dan perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Ranupandoco
Heldcrachman, Teori dan konsep manajemen, UPP AMP YKPN, Yogyakarta,cet.ke 2,
1996
Anggota
IKAPI, Dasar-dasar manajemen,Gadjah
Mada University Press,Yogyakarta, cet. Ke.21, 2009
Winardi, Asas-Asas Manajemen, Mandar maju, Bandung, 2000
No comments:
Post a Comment