Breaking News

Tuesday, 22 December 2015

Makalah Manajemen Modern




MANAJEMEN MODERN

PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu mengadakan berbagai aktifitas baik  fisik maupun psikis guna memenuhi kebutuhan dan keinginan hidupnya secara maksimal. Salah satu aktifitas itu ditujukan sebagai sebuah proses untuk menyelesaikan tugas yang diakhiri dengan sebuah karya yang dapat dinikmati oleh manusia. Sejak manusia pertama ada, adalah sunatullah danya sifat untuk saling bergantung dan melengkapi kebutuhan antara satu dengan yang  lain, hal ini dimaksudkan agar tujuan dalam hidup dapat lebih mudah tercapai. Dari rasa saling membutuhkan ini muncul keinginan untuk bekerja sama. Dari kerja sama ini kemudian muncul keinginan untuk dapat mengatur, merencanakan, dan mengevaluasi tujuan kerja sama yang sejak awal dicitakan hingga terbentuklah satu sistem manajemen yang disepakati untuk mengatur semua anggotanya.
Ilmu manajemen memberikan pemahaman kepada kita tentang pendekatan atau tata cara penting dalam meneliti, menganalisa dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan manajer. Pada manfaat yang lebih besar, diharapkan mampu memberikan sumbangan terhadap rung lingkup dan perkembangan teori manajemen.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan manejemen modern?
2. Prinsip apa saja yang dikemukakan oleh  Henry fayol didalam manejemen modern?
3. Siapa saja tokoh-tokoh yang ada dalam manejemen modern?




PEMBAHASAN
MANAJEMEN MODERN

A.    Definisi Manajemen
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti "seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.[1]

Definisi Modern
Teori modern mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, tetapi organisasi adalah suatu sistem terbuka yang harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungannya. Teori organisasi dan manajemen modern dikembangkan sejak tahun 1950, Teori modern, dengan tekanan pada perpaduan dan perancangan, menyediakan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh.
Teori organisasi modern lebih dinamis daripada teori-teori lainnya dan meliputi lebih banyak variabel yang dipertimbangkan. Teori modern bisa disebut sebagai teori organisasi dan manajemen yang memadukan teori klasik dan neoklasik dengan konsep-konsep yang lebih maju.
Jadi, manajeman modern adalah manajemen yang pada periodenya ditandai dengan sudah dipelajari manajemen sebagai ilmu yang mempunyai dasar-dasar logika ilmiah, sehingga banyak melibatkan ahli manajemen maupun ahli ekonomi untuk melakukan penelitian tentang manajemen yang menghasilkan berbagai teori maupun aliran manejemen.[2]

B.  Latar Belakang Manajemen Modern
Salah satu cara untuk memahami manajemen dapat dilakukan dengan cara mempelajari latar belakang manajemen yanga ada pada masa kini, atau lebih dikenal dengan manajemen modern. Mempelajari latar belakang manajemen modern, sama hal nya dengan menengok kembali jalan nya sejarah manajemen dimasa yang lalu. Kita dapat memulai mempelajari latar belakang perkembangan manajemen dari sejak adanya catatan-catatan sejarah aktivitas manusia dengan mempelajari perkembangan problema manajemen sejak jaman dahulu hingga sekarang. Problema pokok manajemen adalah mengkoordinasi secara efektif unsur-unsur produksi, yakni orang, material, mesin uang dan pasar, atau sering sering disingkat dengan 5 m (men, materials, machines, money, markets). Tugas mengkoordinasikan 5m ini, sering diidentikkan dengan tugas manajer, oleh karena itu, sebutan manjer sebenarnya bukan hal baru, bahkan masalah-masalah yang dihadapi manajer saat ini, adalah setua sejarah itu sendiri. Hanyaa saja, upaya pengkombinasian 5m pada waktu yang lalu, tidak sesukar pada jaman modern sekarang ini.
Problema manajemen menjadi lebih komplek dihadapi oleh para manajer, pada saat para pekerja lepas dari jaman perbudakkan, dan mereka membentuk organisasi pekerja guna secara kolektif mengadakan perundingan dengan majikannnya, untuk menentukan syarat-syarat kerja yang lebih baik, yang diinginkan oleh para pekerja tersebut. Demikian juga saat industrialisasi telah bejalan jauh, dimana produksi dan distribusi dilaksanakan secara masal, para manajer mengadapi masalah teknik-teknik manajemen yang baru. Disaat inilah manajemen modern mulai diperkenalkan guna memecahkan permasalahan koordinasi 5m yang makin komplek. Dari gambaran di atas, guna lebih memahami latar belakang timbulnya manajemen modern, kiranya perlu ditengok kembali, problematik manajemen di jaman produksi oleh kaum budak, produksi rumah tangga, produksi oleh kaum tukang produksi pada industri rmah tangga, produksi dijamn revolusi industri, maupun produksi setelah Revolusi Industri. Dengan mempelajari kondisi produksi dari jaman ke jaman, maka akan lebih mudah memahmi perkembangan-perkembangan pemikiran manejemen.

1.      Produksi Di Jaman Perbudakan
Adanya perbedaan pengertian yang amat tajam antara pekerja dan budak, menyebabkan kaum budak berada pada kondisi sosial ekonomi yang menyedihkan, sementara kaum pekerja selalu dapat meningkatakan kondisi sosial ekonominya. Kaum budak selalu dikarakteristikkan sebagai tenaga yang produktivitasnya rendah dan penuh pemborosan. Ciri proses produksi pada waktu itu, adalah dengan mesin-mesin primitif yang amat kasar, peralatan kerja tangan dan teknik manajemen. Dijaman perbudakan ini, tenaga kerja dikuasai oleh kaum majikan, dan pendekatan kemanusiaan belum dilaksanakan.
2.      Produksi oleh rumah tangga
Adanya perubahan kondisi pekerja dari model perbudakan ke model pekerja rumah tangga kaum bangsawan maupun tuan tuan tanah, memperlihatkan adanya perkembangan baru dalam sistem teknik manejemen. Pada model pekerja rumah tangga, sitem balas jasa sudah diatur lebih baik daripada saat perbudakan. Disamping itu, pengakuan terhadap hak-hak kaum pekerja, merupakan langkah awal dari pendekatan hubungan manusiawinpada bidang manajemen.

3.      Produksi oleh tukang
Dalam hal ini para pekerja dapat memperoleh kebebasan untuk memilih sendiri jenis tanaman yang akan diusahakan. Di waktu-waktu luang, para pekerja mengerjakan kerajinan tangan, bahkan banyak pula kaum pekerja yang menjadikan kerajinan tangan ini sebagai mata pencaharian pokoknya.
Pada fase ini , dunia manajemen memperoleh sumbangan, yakni dengan diperkenalkannya sistem organisasi. Dalam sistem organisasi ini dikenalkan berbagai kegiatan seperti sistem magang untuk masuk menjadi anggota organisasi, sistem pelatihan, sistem pengaturan waktu pelatihan, peraturan pengupahan, pengaturan jam kerja, pengaturan daerah penjualan, pengaturan harga penjualan, dan sebagainya. Dengan demikian bidang-bidang manajemen seperti manajemen personalia, manajemen pemasaran, memperoleh “isi” pada periode ini.
4.      Produksi Pada Industri Rumah Tangga
Pada sistem perekonomian rumah tangga,dimana para pekrja menghasilkan barang untuk keluarganya maupun untuk penghuni rumah tangga yang lain (rumah tangga besar), telah terjadi perubahan dalam pola produksinya, sebagai akibat terjadinya perdagangan antar antar rumah tangga. Akibat lancarnya perdagangan antar rumah tangga, kebutuhan untuk menngkatkan produksi merupakan tuntutan bagi mereka. Alhasil, mereka membeli bahan baku, dan menyerahkan kepada para pengrajin yang dikumpulkan pda sebuah rumah kerja atau “”cottage”.
Sistem “cottage” ini akhirnya berkembang dengan digunakannya mesin-mesin guna meningkatkan volume produksi para pengrajin. Disinilah sistem pabrik mulai dikenal orang sekaligus merupakan prototipe wirausaha seperti yang kita kenal sekarang ini. Sistem “cottage” merupakan bibit dari pabrik-pabrik modern yang ada dewasa ini. Dunia manajemen memperoleh banyak “isi” dengan adanya sistem “cottage” tadi, dan hal ini memberikan peluang bagi berkembangnya manajemen industri dikemudian hari.

5. Produksi Selama Dan Sesudah Revolusi Industri
Revolusi Industri ini mendorong penggunaan sistem mesin dalam pabrik, serta membantu pertumbuhan ekonomi industri, yang semua itu terjadi karena revolusi industri memberikan peluang dalam tiga hal yang saling berkaitan, yakni (a) penggunaan mesin-mesin secara luas, (b) dassar bagi penemuan-penemuan baru, dan (c) tumbuhnya pasar dunia.[3]
C. Prinsip-Prinsip Manajemen Henry fayol
a. Devision of Work
Spesialisasi menurut Henry Fayol merupakan sifat alamiah, terlihat pada setiap masyarakat. Bila masyarakat berkembang, maka tambahlah organisasi-organisasi baru menggantikan organisasi lama yang mengatakan beraneka ragam fungsi pada masyarakat primitif. Tujuan pembagian kerja adalah menghasilkan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih dengan usaha yang sama. Pembagian kerja memungkinkan mengurangi sasaran, terhadap mana perhatian harus diarahkan, dan dikenal sebagai alat terbaik memanfaatkan individu-individu dan kelompok-kelompok orang.
b. Authority and responbility
. Authority(wewenang) adalah hak memberi instruksi-instruksi dan kekuasaan yang meminta kepatuhan. Henry Fayol membedakan Authority atas personal Authority dan official Authority. Personal authority (kekuasaan pribadi) bersumber dari intelegensia, pengalaman, nilai moral, kesanggupan memimpin, pelayanan-pelayanan masa lalu dsb. Untuk menjadi seorang atasan yang abik, personal authority merupaka sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dan lengkap daripada official authority. Official authority merupakan wewenang resmi, yang diterima dari instansi yang lebih tinggi.
Responbility atau tanggung jawab adalah tugas dan fungsi-fungsi yang harus dilakukan oleh seoarang pejabat, agar dapat melaksanakan authority (wewenang) yang diberikan kepadanya.
c. dicipline
Hakikat dari kepatuhan (dicipline), yakni melakukan apa yang sudah disetujui bersama antar pemimpin dengan para pekerja, baik persetujuan tertulis lisan atau berupa peraturan atau kebiasaan.
d. unity of command
Dalam setiap tindakan pegawai harus menerima instruksi dari seorang atasan saja. Bila hal ini dilanggar, berarti wewenang dikurangi.
e. unity of direction
Prinsip ini merupakanpersyaratan penting untuk kesatuan tindakan, koordinasi, kekuatan, memfokuskan usaha.
f. subordination of individual interest to general interest
Dalam sebuah perusahaan, kepentingan seorag pegawai tidak boleh diatas kepentingan perusahaaan. Kepentingan rumah tangga harus terlebih dahulu daripada kepentingan angota-anggotanya, dan kepentingan negara harus didahulukan dari kepentingan warga negara atau kepentingan kelompok masyarakat.
g. remuneration of personal
Gaji pegawai adalah harga dari layanan yang diberikannya. Harus adil, sejauh mungkin memberi kepuasan bai kepada pegawai maupun kepada perusahaan.


h. centralization
Masalah sentralisasi atau desentralisasi adalah masalah pembagian kekuasaan, pada suatu organisasi kecil, sentralisasi dapat diterapkan, akan tetapi pada organisasi besar harus diterapkan desentralisasi.
i.Scalar chain
Scalar chain (rantai scalar) adalah rantai yang bermula dari atasan, yaitu dari authority terakhir hingga pada tingkat terendah.
j. order
Untuk ketertiban manusia ada formula yang harus dipegang, yaitu suatu tempat untuk setiap orang, dan setiap orang pada tempatnya masing-masing.
k. equity
Untuk merangsang pegawai dalam melaksanakan tugasnya dengan kesungguhan dan kesetiaan, mereka memerlukan keramahan dan keadilan. Kombinasi keramahan dan keadilan merupakan equity.
l. stability of  turnover of personel
Seorang pegawai membutuhkan wat agar membiasakan diri pada pekerjaan baru dan berhasil mengerjakannya dengan baik.
m. intiative
Memikirkan sebuah rencana dan meyakinkan keberhasilan merupakan pengalaman yang memuaskan bagi seseorang. Sumber kekuatan perusahaan adalah adanya insiatif di kalangan ataasan amupun bawahan, khususnya pada masa sulit. Oleh karena itu insiatif penting dikembangkan semaksimal mungkin.


n. Ecsprit de Corps
“persatuan adalah kekuatan”. Para pimpinan perusahaan harus berbuat banyak untuk merealisasikan perusahaan itu.[4]
C.  Tokoh-tokoh dalam Aliran Modern
  1. Abraham Maslow, yang mengemukakan adanya idquo, yaitu Ego dan Super Ego, dan  Hirarki Kebutuhan Manusia, dalama penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika motivasi.
  2. Douglas McGregor, yang terkenal karena mengemukakan teori X dan teori Y.
  3. Frederick Herzberg, yang mengemukakan teori motivasi higienis dan teori dua factor.
  4. Robert Blak dan Jane Mounton, yang membahas lima gaya kepemimpinan dan kisi-kisi manajerial (managerial grid).
  5. Rensistlikert, yang telah mengidentifikasi dan melakukan penelitian secara ekstensive mengenai  Empat  Sistem Manajemen, diantaranya Exploitif-Otoritatif sampai Partisipatif Kelompok.
  6. Chris Argyris, yang memandang organisasi sebagai sistem social atau sistem hubungan antar budaya.[5]

D.  Asas-asas Manajemen Modern
            Pekerjaan seorang manejer pada pokoknya terdiri dari dua buah fungsi principal yaitu:
a.       Memutuskan (DECIDING)
b.      Melaksanakan (DOING)
Mengingat bahwa fungsi-fungsi tesebut sesungguhnya lebih kompeks daripada yang dapat dinyatakan oleh dua buah istilah sederhana tersebut, maka mungkin lebih baik kita menggunakan istilah:
a.       Perencanaan (PLANNING)
Perencanaaan merupakan suatu proses dimana orang memikirkan pekerjaan yang akaan dilaksanakan, dipertimbangkan, apa yang diperlukan untuk melakukannya.
Perencanaan meliputi aneka macam subfungsi sbb:
1.         Perencanaan jangka panjang (LONG-RANGE PLANNING)
2.         Perencanaan jangka pendek (SHORT-RANGE PLANNING)
3.         Pengambilan keputusan strategik(STRATEGIC DECISION     MAKING)
b.      Pelaksanaan (EXECUTION)
Fase pelaksanaan dalam bidang manajemen meliputi berbagai macam subfungsi yang berbeda-beda. Hal yang terpenting diantara mereka adalah:
1.         Pengorganisasian (ORGANIZING)
Pengorganisasian mencakup suatu formalisasi tentang pemikiran dan perencanaan yang diperlukan oleh organisasi tertentu, hingga ia menjadi strukur proses-proses dan arus yang teratur, hingga dengan demikian tersedia sebuah landasan stabil bagi pengelompokan aktivitas dan peralatan.


2.         Memimpin/memberikan arah (DIRECTING)
Memimpin berhubungan dengan kepemimpinan tatap muka antara para atasan, para bawahan, para rekan dan para kawan kerja. DIRECTING merupakan sebuah fungsi manajemen yang terutama banyak dipelajari oleh para ilmuan dan para pemraktek manajemen. Fungsi-fungsi DIRECTING sebagian besar berhubungan dengan subsistem manusia pada organisai-organisasi, dan hal tersebut makin penting, apabila kita harus melaksanakan suatu tugas yang mengharuskan kita melakukan lintas batas berbagai garis organisasi dimanapun mereka berada, dalam hal mencapai sasaran yang bersangkutan.

3.      Pengawasan (CONTROLLING)
Mengawasi merupakan proses dimana diupayakan agar kejadian-kejadian berlangsung sesuai dengan rencana-rencana yang telah disusun sebelumnya. Ia mencakup aneka macam aktivitas misalnya menetapkan waktu (TIMING) dan menjadwal (SCHEDULING) pekerjaan organisasi yang bersangkutan dan menghubungkannya dengan upaya-upaya individual dan segmen-segmen organistoris yang ada. Pengkoordinasian sering kali dianggap sebagai bagian esensial dari fungsi peengawasan, yangberkaitan denagan pengsinkronisasian aktivitas-aktivitas sehubungan dengan waktu dan tempat dalam rangka upaya memanfaatkan sumber-sumber daya sebaik mungkin yang diarahkan ke arah pencapaian tujuan yang sama atau tujuan yang mempuanyai kaitan satu sama lain.[6]



PENUTUP
KESIMPULAN

Teori Manajemen Modern ini di awali oleh teori klasik,neo-klasik,dan munculah manajemen modern. Teori ini cukup bagus di terapkan pada perusahaan-perusahaan yang berada di indonesia, karena dapat menghemat waktu,tenaga,dan biaya. Namun teori ini memepunyai kelemahan dari segi kemanusiaan yang mulai tergeser. Oleh karena itu banyak perusahaan yang menggabungkan teori klasik,neo-klasik,dengan modern, untuk mencapai kepuasan bagi organisasi dan perusahaan.















DAFTAR PUSTAKA



Ranupandoco Heldcrachman, Teori dan konsep manajemen, UPP AMP YKPN, Yogyakarta,cet.ke 2, 1996


Anggota IKAPI, Dasar-dasar manajemen,Gadjah Mada University Press,Yogyakarta, cet. Ke.21, 2009




Winardi, Asas-Asas Manajemen, Mandar maju, Bandung, 2000





[3] Heldcrachman Ranupandoco, Teori dan konsep manajemen, (Yogyakarta: UPP AMP YKPN,cet.ke 2, 1996) h.19

[4] Anggota IKAPI, Dasar-dasar manajemen, (yogyakarta: Gadjah Mada University Press, cet. Ke.21, 2009) h.25-30
[6] Winardi, Asas-Asas Manajemen,(Bandung:Mandar maju,2000) h. 432-436

No comments:

Post a Comment

Designed By VungTauZ.Com