Breaking News

Tuesday, 22 December 2015

Makalah Kepemimpinan


1.1  LATAR BELAKANG MASALAH
Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil.
Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati & menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Menciptakan & menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia.
Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi disbanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah & memilih mana yang baik & mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik.
Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri.
Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.

I.2  RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan, banyak permasalahan yang penulis dapatkan. Permasalahan tersebut antara lain :
a.         Bagaimana hakikat menjadi seorang pemimpin?
b.         Adakah teor –teori untuk menjadi pemimpin yang baik?
c.         Apa dan bagaimana menjadi pemimpin yang melayani?
d.        Apa dan bagaimana menjadi pemimpin sejati?
e.         Bagaimana hubungan kearifan lokal dengan kepemimpinan?






















BAB II
PEMBAHASAN



A.      Pengertian Kepemimpinan
Dalam kehidupan sehari–hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan lainnya. Istilah pemimpin adalah terjemahan dari leader/head/manager, yang juga disebut “manager/kepala/ketua/direktur/presiden dan lain sebagainya, tegasnya setiap orang yang mempunyai bawahan.[1] Kepemimpinan merupakan kemapuan yang dipunyai seorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran. Manajemen mencakup kepemimpinan, tetapi juga mencakup fungsi-fungsi lain seperti perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan.[2]
 Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok. Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhi dan menggerakkan orang–orang sedemikian rupa untuk memperoleh kepatuhan, kepercayaan, respek, dan kerjasama secara royal untuk menyelesaikan tugas.
Pada efisiensinya bahwa baik kepemimpinan yang sukses maupun kepemimpinan yang efektif melakukan delegasi wewenang meskipun kedua kepemimpinan tersebut ferkuensi pelaksananya tidak sama. Karena keduanya berbeda. Kepemimpinan yang sukses tampak pada kepemimpinan manajer mempengaruhi bawahan untuk melakukan suatu tugas, apabila bawahan tersebut melakukan hal itu berarti manajer sukses dalam kepemimpinannya, tetapi hal tersebut tidaklah efektif. Karena bawahan tersebut mengerjakan tugas tersebut dengan rasa ketidak senangan. Akan tetapi kepemimpinan yang efektif, seorang menejer akan menghormati seorang bawahanya, begitu juga sebaliknya. Dengan demikian seorang bawahan akan mengerjakan tugas dengan senang hati dan patuh kepada atasannya. Hal ini yang dimaksud dengan kepemimpinan yang efektif. Disini bawahan melihat tujuan peribadinya tersalur dengan mengerjakan hal tersebut.[3]
Berikut ini definisi-definisi yang di kemukaan para penulis tentang pengertian pemimpin :[4]
1.        Drs.H.Malayu S.P.Hasibuan
Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan. Manejer adalah seseorang yang mencapai tujuannya melalui kegiatan-kegiatan orang lain. Jadi, pemimpin itu harus mempunyai bawahan, harus membagi pekerjaannya dan harus tetap bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut.
2.        Robert Tanebaun
Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasi, mengarahkan dan mengontrol para bawahaan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikeordinasi demi mencapai tujuan perusahaan.[5]
3.        Prof. Macoby
Seorang pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang relijius, dalam artian menerima kepercayan etnis dan moral dari berbagai agama besar secara komulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.[6]
4.        Menurut pancasila
Beberapa asas utama dara kepemimpinan pancasila adalah :
Ing ngarsa sung tuladha: seorang pemimpin harus mampu dengan sikap dan perbuatannya menjadikan dirinya pola panutan dan ikutan bagi orang-orang yang dipimpinnya.
Ing madya mangun karsa: seorang pemimpin harus mampu membangkitkan semangat bersakarsa dan berkreasi pada orang-orang yang dibimbingnya.
Tut wuri handayani: seorang harus mampu mendorong orang-orang yang diasuhnya berani berjalan didepan dan sanggup bertanggup jawab.[7]

Dalam kelompok manusia manapun, seorang pemimpin harus memiliki power ‘ pengaruh’ diantaranya adalah [8]:
1.        Power eksekutif ‘ pelaksanan’ yaitu pengaruh yang dapat menimbulkan karisma dan wibawa untuk mengatur anggota kelompok ataupun untuk mengatur orang lain.
2.        Power legislatif  ‘pembuat hukum’ yaitu pengaruh untuk mengatur hubungan antar kelompok (satu kelompok dengan kelompok lainya).
3.        Power pembuat keputusan, yaitu pengaruh untuk melerai perselisihan yang terjadi dalam penerapan hukum.
Susunan pengaruh tersebut harus dilaksanakan dengan tertib, dan cocok diterapkan dalam sebuah lambaga perusahan dan negara bahkan cocok juga jika diterapkan dalam lembaga asosiasi  internasional.

Dalam dunia usaha, keputusan seorang pemimpin sangatlah penting untuk mengambil sebuah hasil akhir dari satu masalah yang harus diputuskan oleh pemimpin. Untuk menghasilkan suatu keputusan dari pemimpin dalam melaksanakan tugasnya dengan baik dan sukses, seorang pemimpin harus memiliki beberapa sifat di antaranya adalah[9] :

1.        Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk mengendalikan perusahanya. Semangkin besar kemampuan dan pengetahuanya terhadap urusan perushaan, maka pengaruhnya akan semangkin kuat juga.
2.        Memiliki keistimewan yang lebih dibanding dengan orang lain.
3.        Memahami kebiasan dan bahas orang yang menjadi tnaggung jawabnya.
4.        Mempunyai kharisma dan wibawa dihadapan rekan maupun bawahannya.
5.        Konsekuen dengan kebenaran dan tidak mengikuti hawa nafsu.
6.        Berprilaku dengn lembut dan kasih sayang terhadap yang dipimpinnya, agar orang lain simpatik kepadanya.
7.        Mempunyai suasana saling memafkan antara pemimpin dan bawahanya.
8.        Bermusyawarah dengan para bawhan serta mintala pendapat dan nasihat dari para bawahan dan tidak sombong.
9.        Menertibkan semua urusan dan membulatkan tekat untuk kemudian bertawakal.
10.    Membangun kesadaran akan adanya pengawasan dari Allah.
Seorang yang berjiwa pemimpin harus mengutamakan tugas, tanggung jawab, dan membina hubungan yang harmonis, baik dengan atasannya maupun dengan bawahannya. Jadi, seorang yang berjiwa pemimpin harus mengadakan komunikasi yang lancar terhadap atasan dan bawahan, baik komunikasi formal maupun komunikasi informal.

B.       Tipologi Kepemimpinan
Tokoh manajemen dan ahli sosiologi sepakat bahwa tidak terdapat karakteristik baku yang melekat dalam kepemimpinan dan harus dipegang oleh seorang pemimpin sepanjang waktu untuk merealisasikan tujuannya. Kepemimpinan diartikan sebagai peran tertentu yang dijalankan seorang pemimpin dalam sebuah sikap tertentu yang mengintegrasikan peran manusia, permasalahan dan kondisi. Berikut ini beberapa tipe/gaya kepemimpinan:[10]
1.        Tipe Demokrasi
Keputusan yang diambil dalam model kepemimpinan ini merupakan hasil kesepakatan bersama melalui sebuah diskusi dan pemikiran kolektif. Dalam menjalankan model kepemimpinan ini dibangun dengan semangat kebersamaan, persamaan dan egaliterisme. Masing-masing individu adalah sama dan merupakan bagian yang lain.
2.        Tipe Autoritarian
Seorang pemimpin memiliki wewenang mutlak untuk menentukan program atau kebijakan tanpaharus meminta pertimbangan dan bermusyawarah dengan masyarakat. Rakyat hanya berperan menjalankan program dan kebijakan pemerintah, selangkah demi selangkah, tanpa mengetahui masa depan dan tujuan yang ingin diraih. Pemimpin memiliki wewenang mutlak untuk membagi pekerjaan, menurunkan perintah dan memaksa rakyat untuk mematuhinya secara otoriter.
3.        Tipe Laissezfaire
Dalam model kepemimpinan ini, peran seorang pemimpin bersifat pasif. Dia memberikan kebebasan mutlak kapada rakyat untuk mengambil keputusan, tindakan atau langkah lain terkait dengan kehidupannya.
4.        Tipe Kepemimpinan Pribadi
Motivasi dan pengarahan menimbulkan kontak antar pribadi pegawai. Lahirlah suatu hubungan yang dekat antara pemimpin dan bawahannya. Apabila kepemimpinan pribadi, maka situasinya diliputi oleh karakteristik pribadi dan suasana yang informal.


5.        Tipe Kepemimpinan Paternalistis
Di dalam system kepemimpinan ini terdapat suatu pengaruh kebapakan antara pemimpin dan kelompoknya. Tujuannya ialah untuk melindungi dan memperhatikan kesejahteraan pengikut-pengikutnya. Paternalism cocokuntuk situasi-situasi tertentu, namun dapat menghambat pengembangan rasa percaya pada diri sendiri dari anggota-anggota kelompoknya.
6.        Tipe Orientasi Tugas (taks-oriented)
Manager berorientasi tugas mengarahkan dan mengawasi bawahan secara tertutup untuk menjamin bahwa tugas dilaksanakan sesuai dengan yang diinginkannya. Manager dengan gaya kepemimpinan ini lebih memperhatikan pelaksanaan pekerjaan daripada pengembangan dan pertumbuhan karyawan.

C.      Fungsi dan Alat Kepemimpinan
Fungsi Kepemimpinan
Fungsi-fungsi yang dilakukan pemimpin dalam kelompoknya, agar kelompok berjalan dengan efektif adalah:[11]
1.        Fungsi-fungsi yang berhubungan dengan tugas (taks-related) atau pemecahan masalah. Fungsi ini menyangkut pemberian saran, penyelesaian, informasi dan pendapat.
2.        Fungsi-fungsi pemeliharaan kelompok (group-maintenance) atau social. Fungsi kedua mencangkup segala sesuatu yang dapat membantu kelompok berjalan lebih lancar, persetujuan dengan kelompok lain, penengahan perbedaan pendapat dan sebagainya.

Fungsi kepemimpinan menurut Hadari Nawawi ada lima yaitu:
1.        Fungsi Instruktif.
Pemimpin berfungsi sebagai komunikator yang menentukan apa (isi perintah), bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai, melaksanakan dan melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat mengerjakan perintah) agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang yang dipimpin hanyalah melaksanakan perintah.
2.        Fungsi konsultatif.
Pemimpin dapat menggunakan fungsi konsultatif sebagai komunikasi dua arah. Hal tersebut digunakan manakala pemimpin dalam usaha menetapkan keputusan yang memerlukan bahan pertimbangan dan berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya.
3.        Fungsi Partisipasi.
Dalam menjaiankan fungsi partisipasi pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam melaksanakannya. Setiap anggota kelompok memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan yang dijabarkan dari tugas-tugas pokok, sesuai dengan posisi masing-masing.
4.        Fungsi Delegasi
Dalam menjalankan fungsi delegasi, pemimpin memberikan pelimpahan wewenang membuay atau menetapkan keputusan. Fungsi delegasi sebenarnya adalah kepercayaan ssorang pemimpin kepada orang yang diberi kepercayaan untuk pelimpahan wewenang dengan melaksanakannya secara bertanggungjawab. Fungsi pendelegasian ini, harus diwujudkan karena kemajuan dan perkembangan kelompok tidak mungkin diwujudkan oleh seorang pemimpin seorang diri.
5.        Fungsi Pengendalian.
Fungsi pengendalian berasumsi bahwa kepemimpinan yang efektif harus mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Dalam melaksanakan fungsi pengendalian, pemimpin dapat mewujudkan melalui kegiatan bimbingan, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan.[12]
Sealain itu fungsi kepemimpinen baru bisa dijalankan dalam sebuah masyarakat jika telah terpenuhi tiga unsur utama, yakni kumpulan manusia yang dimulai dari tiga orang atau lebih, terdapat tujuan kolektif yang ingin diwujudkan bersama, terdapat seseorang yang dipilih untuk menjadi pemimpin dan mendapatkan persetujuan dari mayoritas anggota masyarakat yang  akan membuatnya merealisasikan tujuan bersama.[13]

Alat Kepemimpinan
Alat ukur kepemimpinan ada 7, yaitu:
  1. Komunikasi
  2. Bagaimana membina hubungan dengan orang lain  
  3. Memahami diri sendiri
  4. Bekerja dalam kelompok
  5. Kemampuan manajemen
  6. Learning skills
  7. Kemampuan membuat keputusan

D.      Teori  Kepemimpinan

Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada produktifitas organisasi secara keseluruhan. Dalam makalah ini akan dibahas tentang teori kepemimpinan. Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain[14] :

1.         Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory )
Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ”The Greatma Theory”. Dalam perkembanganya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat–sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat–sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dan kepribadian.
Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain :
a)        Kecerdasan
Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata–rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.
b)        Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.
c)        Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.
d)       Sikap Hubungan Kemanusiaan
Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya.
2.      Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecenderungan kearah 2 hal.
a)      Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.
b)      Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yangmemberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat, bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.
Jadi, berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula.
3.      Teori Kewibawaan Pemimpin
Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.
4.      Teori Kepemimpinan Situasi
Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.
5.    Teori Kelompok
Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya.

Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas, dapat diketahui bahwa teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style), yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat, keterampilan dan sikapnya.

E.       Metode kepemimpinan
Tidak banyak pemimpin yang memiliki metode kepemimpinan ini. Karena hal ini tidak pernah diajarkan di sekolah – sekolah formal. Keterampilan seperti ini disebut dengan Softskill atau Personalskill. Dalam sebuah ulasan berjudul Can Leadership Be Taught, dibahas bahwa kepemimpinan (dalam hal ini metode kepemimpinan) dapat diajarkan sehingga melengkapi mereka yang memiliki karakter kepemimpinan. Ada 3 hal penting dalam metode kepemimpinan, yaitu:
1.    Kepemimpinan yang efektif dimulai dengan visi yang jelas. Visi ini merupakan sebuah daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan, yang mendorong terjadinya proses ledakan kreatifitas yang dahsyat melalui integrasi maupun sinergi berbagai keahlian dari orang – orang yang ada dalam organisasi tersebut. Bahkan dikatakan bahwa nothing motivates change more powerfully than a clear vision. Visi yang jelas dapat secara dahsyat mendorong terjadinya perubahan dalam organisasi. Seorang pemimpin adalah inspirator perubahan dan visioner yaitu memiliki visi yang jelas kemana organisasinya akan menuju. Kepemimpinan secara sederhana adalah proses untuk membawa orang – orang atau organisasi yang dipimpin menuju suatu tujuan yang jelas. Tanpa visi, kepemimpinan tidak ada artinya sama sekali. Visi inilah yang mendorong sebuah organisasi untuk senantiasa tumbuh dan belajar serta berkembang dalam mempertahankan survivalnya sehingga bias bertahan sampai beberapa generasi. Ada 2 aspek mengenai visi, yaitu visionary role dan implementation role. Artinya seorang pemimpin tidak hanya dapat membangun atau menciptakan visi bagi organisasinya tapi memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan visi tsb ke dalam suatu rangkaian tindakan atau kegiatan yang diperlukan untuk mencapai visi itu.
2.    Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang yang responsive. Artinya dia selalu tanggap terhadap setiap persoalan, kebutuhan, harapan, dan impian dari mereka yang dipimpin. Selain itu selalu aktif dan proaktif dalam mencari solusi dari setiap permasalahan ataupun tantangan yang dihadapi.
3.    Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang pelatih atau pendamping bagi orang–orang yang dipimpinnya (performance coach). Artinya dia memiliki kemempuan untuk menginspirasi, mendorong dan memampukan anak buahnya dalam menyusun perencanaan (termasuk rencana kegiatan, target atau sasaran, rencana kebutuhan sumber daya, dan sebagainya), melakukan kegiatan sehari–hari seperti monitoring dan pengendalian, serta mengevaluasi kinerja dari anak buahnya.[15]




















BAB III
KESIMPULAN


Kepemimpinan merupakan kemapuan yang dipunyai seorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran. Manajemen mencakup kepemimpinan, tetapi juga mencakup fungsi-fungsi lain seperti perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan.
Seorang yang berjiwa pemimpin harus mengutamakan tugas, tanggung jawab, dan membina hubungan yang harmonis, baik dengan atasannya maupun dengan bawahannya. Jadi, seorang yang berjiwa pemimpin harus mengadakan komunikasi yang lancar terhadap atasan dan bawahan, baik komunikasi formal maupun komunikasi informal.


















DAFTAR PUSTAKA


Abu Sinn, Ahmad Ibrahim. 2008. Manajemen syariah : sebuah kajian historis dan kontemporer. Jakarta: PT Raja Gravindo Persada.
  Handoko, T. Hani. 1984. Managenem. Yokyakarta: BPFE-Yokyakarta.
Hasibuan Malayu S.P. 2007. Managemen: Dasar, pengertian, dan Masalah,.Jakarta: Bumi Aksara.
Kartono, Kartini. 1995. Pemimpin dan Kepemimpinan.  Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.      
Siswanto, H. B. 2012. Pengantar Manajemen. Jakarta: PT Bumi Angkasa.
Taufik, Ali Muhamad. 2004. “Peraktik Manajemen Berbasis Al­­­-quran"  Jakarta: Gema Isnani Press.





[1] H. Malayu S.P.Hasibuan,. MANAJEMEN: Dasar, pengertian, dan Masalah,.Jakarta,. Bumi Aksara,.2007,.Hal : 42
[2]   T. Hani Handoko,.MANAJEMEN,. Yokyakarta,.BPFE-Yokyakarta,. 1984,. Hal: 294-295
[3] H. B Siswanto,.Pengantar Manajemen,. Jakarta,. PT Bumi Angkasa,. 2012,. Hal :163.
[4] Op.cit,. H. Malayu S.P.Hasibuan,. hal: 43.
[5] Robert Tanebaun dalam Malayu S.P. Hasibuan,. Manajemen,. Jakarta,. PT Bumi Aksara,. 2007,. hal: 43.
[6] Macoby dalam Malayu S.P. Hasibuan,. Manajemen,. Jakarta,. PT Bumi Aksara,. 2007,. hal: 43.
[7] Pancasila dalam Malayu S.P. Hasibuan,. Manajemen,. Jakarta,. PT Bumi Aksara,. 2007,. hal: 43.
[8] Ali Muhamad Taufik., “Peraktik Manajemen Berbasis Al­­­-quran"  Jakarta., Gema Isnani Press., Th : 2004., hal : 35-36
[9] Op.cit. Ali Muhamad Taufik. Hal : 37-39
[10] Abu Sinn, Ahmad Ibrahim,. Manajemen syariah : sebuah kajian historis dan kontemporer,. Jakarta,.PT Raja Gravindo Persada,. 2008,. Hal: 131-132.
[11]   Op.cit,. Hani Handoko,.Hal: 299
[13] Op.cit., Ahmad Ibrahim Abu Sinn, hal. 128.
[15]. Kartono, Kartini., Pemimpin dan Kepemimpinan.  Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada,.1995., hal : 55­-63.

No comments:

Post a Comment

Designed By VungTauZ.Com