BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dalam mempelajari ilmu manajemen dan isi pembahasan di
dalam nya pasti ada yang namanya evolusi teori manajemen jadi sebelum kita
mempelajari ilmu manajemen secara luas kita perlu mengetahui perkembangan teori
manajemen tersebut.
Manajemen merupakan sebuah cara yang digunakan dalam
mengorganisasikan suatu tindakan. Dengan manajemen yang baik tentunya segala
rencana dan kegiatan akan mencapai hasil maksimal pula. Oleh karena itu kita perlu mengkaji teori-teori yang
digunakan dalam manajemen ini. Dengan pembuatan makalah
ini diharapkan kita dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam hati
kita tentang teori manajemen.
Pembahasan dan perkembangan
teori-teori manajemen sangat dibutuhkan untuk memberikan landasan dalam
pemahaman perkembangan teori manajemen selanjutnya. Setiap pandangan dalam
teori manajemen akan membantu manajer untuk membuat keputusan-keputusan yang
lebih efektif pada berbagai masalah yang berbeda dalam organisasi yang terus
mengalami perubahan. Karena itu sebelum kita mengetaui manajemen kita perlu
mengkaji ulang teori evolusi manajemen yang ada.
B.
Tujuan
Penulisan
1.
Untuk
memenuhi tugas pengantar manajemen.
2.
Agar dapat mengetahui pentingnya ilmu
manajemen.
3.
Agar dapat
mengimplementasikan manajemen dengan nyata baik di dunia kerja maupun di dalam
kehidupan sehari-hari.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Evolusi Teori Manajeman
Seperti semua bidang studi lainnya, perkembangan
teori manajemen terjadi sangat pesat. Oleh karena itu, agar pembahasan dan
pemahaman tentang manajemen mengenai sasaran, perlu diketahui terlebih dahulu
proses perkembangan teori-teori dan prinsip-prinsip manajemen yang akan memberikan “landasan”
kuat bagi pemahaman perkembangan
selanjutnya.
Ada
4 (empat) alasan mempelajari teori manajemen yaitu:
1.
Teori mengarahkan
keputusan manajemen
Mempelajari teori membantu memahami proses sebagai
dasar untuk mengetahui, dan dapat memilih suatu tindakan yang efektif. Pada
hakikatnya suatu teori merupakan kelompok asumsi-asumsi yang koheren/logis,
yang bermaksud menjelaskan antara dua atau lebih fakta yang dapat diobservasi.
Teori yang absah (diakui), dapat memprediksi apa yang akan terjadi pada situasi
tertentu. Dengan pengetahuan ini, dapat menerapkan teori manajemen yang berbeda
terhadap situasi yang berdeba.
2.
Teori membentuk
pandangan kita mengenai organisasi
Mempelajari teori manajemen juga mempelajari
petunjuk kepada kita di mana kita mendapatkan beberapa ide mengenai organisasi
dan manusia di dalamnya.
3.
Teori membuat kita
sadar mengenai lingkungan usaha
Dengan mempelajari berbagai teori, kita dapat
melihat bahwa setiap teori adalah hasil dari lingkungan sosial, ekonomi,
politik, dan kekuatan teknologi yang ada pada waktu dan tempat terjadinya
peristiwa tertentu. Pengetahuan ini akan membantu kitaa memahami apa sebabnya
teori tertentu cocok terhadap keadaan yang berbeda.
4.
Teori merupakan sumber
ide baru
Teori memungkinkan kita pada suatu kesempatan
mengambil pandangan yang berbeda dari situasi sehari-hari. Pendekatan
“eclectic” yaitu praktek maminjam prinsip-prinsi dari teori yang berbeda,
seperti yang diperlukan oleh keadaan “State of the art” dalam teori dan praktek
manajemen.[1]
Dalam bab ini ada beberapa aliran pemikiran
manajemen yaitu:
-
Teori manajemen klasik
-
Manajemen ilmiah
-
Teori organisasi klasik
-
Aliran hubungan
manusiawi
-
Aliran manajemen modern
1.
Teori Manajemen Klasik
Sebelum
sejarah yang disebut zaman manajemen ilmiah muncul,telah terjadi revolusi
industri pada abad ke 19,yang menyebabkan sistematik. Usaha-usaha pengembangan
manajemen kemudian di lakukan oleh para teoritisi. Pembahasan pengembangan
teori-teori dan prinsip-prinsip manajemen akan dilakukan dengan uraian para
tokoh dan gagasannya. Para pemikir tersebut rnemberikan perhatian terhadap
masalah-masalah manajemen yang timbul baik itu di kalangan usahawan, industri
maupun masyarakat. Ada beberapa tokoh manajemen yang mengawali
teori manajemen klasik ini, yaitu :
a.
Robert Owen (1771
-1858)
Dimulai
pada awal tahun 1800-an sebagai Manajer Pabrik Pemintalan Kapas di New Lanark,
Skotlandia. Robert Owen mencurahkan perhatiannya pada pengginaan faktor
produksi tenaga kerja. Dari hasil pengamatannya disimpulkan bahwa, bilamana
terhadap mesin diadakan suatu perawatan yang baik akan memberikan keuntungan
kepada perusahaan, demikian pula dengan tenaga kerja, apabila tenaga kerja
dipelihara dan dirawat (adanya perhatian naik kompensasi, kesahatan, tunjangan)
Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi
oleh Manajemen Personalia Dia juga seabagai salah seorang pendiri gerakan
koperasi konsumsi, adapun usaha yang pernah dilakukan dan mengalami kegagalan
adalah mendirikan suatu komuni di New Harmoni, Indian pada tahun 1824.
b.
Henry Fayol (1841 -1925)
Pada
tahun 1916, dengan sebutan teori manajemen klasik yang sangat memperhatikan
produktivitas pabrik dan pekerja, disamping memperhatikan manajemen bagi satu
organisasi yang kompleks, sehingga beliau menampilkan satu metode ajaran
manajemen yang lebih utuh dalam bentuk cetak biru.
2.
Prinsip
Teori Manajemen Klasik (The Classical
Managent Theories)
Bebrapa prinsip manajemen ilmiah yang mempunyai
perhatian terhadap masalah-masalah manajemen akibat timbulnya revolusi industri
di Inggris sekitar tahun 1800-an adalah:
a.
James Watt J. Dan
Mathew Robinson Boulton
Mereka adalah putra dari pionir yang menemukan dan
mengembangkan mesin uap. Mereka mengambil manajemen dari Soko Engineering
Foundry di Inggris, yang didirikan ayah mereka pada tahun 1796. Watt bertugas memimpin
organisasi dan administrasi, dan Boulton memberi perhatian khusus pada
penjualan dan aktivitas perdagangan. Teknik manajerial yang dikembangkan kedua
orang itu antara lain adalah penelitian dan peramalan pasar, perencanaan
produksi, skema mesin, yang direncanakan sesuai dengan tuntutan proses
pekerjaan, standar produksi, dan standarisasi komponen-komponen produksi.
b.
Charles Babbag
(1792-1871)
Seorang guru besar matematika yang tertarik pada
usaha penilaian efesiensi operasi suatu pabrik, yaitu dengan menerapkan
prinsip-prinsip ilmiah akan terwujud peningkatan produktivitas dan penurunan
biaya. Beliau tertarik pada prinsip efisiensi pembagian tugas dan perkembangan
prinsip-prinsip ilmiah, untuk menentukan seorang manajer harus memakai
fasilitas, bahan, dan tenaga kerja supaya mendapatkan hasil yang
sebaik-baiknya.
c.
Mary Parker Follett (1868-1933)
Beliau percaya dengan hubungan yang harmonis dengan
karyawan dan manajemen berdasarkan persamaan tujuan, namun tidak sepenuhnya
benar untuk memisahkan atasan sebagai pemberi perintah dengan bawahan sebagai
penerima perintah. Beliau menganjurkan kedudukan kepemimpinan dalam organisasi,
bukan karena kekuasaan yang bersumber dari kewenangan formil, tapi yang berasal
dari kelebihan pengetahuan dan keahlian.
3.
Manajemen
ilmiah
Manajemen ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah
pada studi, analisa, dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Sedangkan arti
kedua, manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme-mekanisme atau
teknik-teknik untuk meningkatkan efesiensi kerja organisasi. Taylor menuangkan
gagasannya dalam tiga judul makalah yaitu Shop management, The Principle of
Scientific Management dan Testimony Before the Special House Committee dan di
rangkum di dalam sebuah buku yang berjudul Scienfic Management. Taylor telah
memberikan prnsip-prinsip dasar (filsafat) penerapan pendekatan ilmiah pada
manajement dan mengembangkan nya. Ada empat prinsip dasar Menurut pendapat :
a. Frederick W. Taylor
(1856-1915)
1.Pengembangan
metode-metode ilmiah dalam manajemen, agar sebagai contoh, metode yang paling
baik untuk pelaksanaan setiap pekerjaan dapat ditentukan.
2.
Seleksi ilmiah untuk karyawan, agar setiap karyawan dapat diberikan tanggung
jawab atas sesuatu tugas sesuai dengan kemampuannya.
3.
Pendidikan dan pengembangan ilmiah pada karyawan.
4.
Kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja.
Sedangkan
mekanisme dan teknik-teknik yang dikembangkan Taylor untuk melaksanakan empat
prinsipnya menggukan studi gerak dan waktu, pengawasan fungsional (functional
foremanship), sistem upah per-potong diferensial, pengecualian kartu intruksi,
pembelian dengan spesifkasi dan standardisasi pekerjaan, peralatan serta tenaga
kerja. Manfaat yang didapat dari pengembangan teknik-teknik manajemen ilmiah
ini tampak pada perkembangan teknik-teknik riset operasi, simulasi, otomatisasi
dan sebagainya dalam memecahkan msalah-masalah manjemen
.
b.
Frank
dan Lillian Gilbreth (1868-1924 dan 1878-1972)
Seorang
pelopor pengembangan studi gerak dan waktu, menciptakan berbagai teknik manajemen
yang di miliki Taylor. Beliau sangat tertarik terhadap masalah efesiens,
terutama untuk menemukan “cara terbaik pengerjaan suatu tugas”. Sedangkan
Lillian Gilbreth lebih tertarik pada aspek-aspek manusia dalam kerja, seperti
seleksi, penempatan dan latiahan personalia. Dia mengemukakan gagasannya dalam
bukunya yang berjudul The Psychology of Management. Menurutnya manajemen ilmiah
mempunyai satu tujuan akhir yang mana dapat membatu para karyawan mencapai
seluruh potensinya sebagai mestinya.
c.
Henry
L. Gantt (1861-1919)
Mengemukakan
gagasan yang berupa :
1. kerjasama yang saling menguntungkan antara
tenaga kerja dan manajemen
2. seleksi ilmiah tenaga kerja
3. sistem insentif (bonus) untuk merangsang
produktivitas
4. penggunaan intruksi-intruksi kerja yang
terperinci
Kontribusinya
yang terbesar adalah penggunaan metode grafik yang di kenal sebagai “bagan
gantt” (Gantt Chatt) untuk perencanaan, koordinasi dan pengawasan produksi.
d.
Harrington
Emerson (1853-1931)
Pemborosan
dan ketidak efesienan adalah masalah-masalah yang dilihat Emerson sebagai
penyakit sistem industri. Oleh sebab itu Emerson mengemukakan 12 prinsip-prinsip efesiansi yang sangat
terkenal,secara ringkas adalah sebagai berikut:
1. Tujuan-tujan
dirumuskan dengan jelas.
2. Kegiatan
yang dilakukan masuk akal.
3. Adanya
staf yang cakap.
4. Disiplin.
5. Balas
jasa yang adil.
6. Laporan-laporan
yang terpercaya, segera, akurat, dan ajeg, sistem informasi dan akuntansi.
7. Pemberian
perintah, perencanaan dan pengurutan kerja.
8. Adanya
standar-standar dan skejul-skejul, metode dan waktu setiap pekerjaan.
9. Kondisi
yang distandardisasi.
10.Operasi yang
distandardisasi.
11. Intruksi-intruksi
praktis tertulis yang standar.
12.Balas jasa
efesiansi, rencana insentif.
4. Teori
organisasi klasik
Henry
Fayol (1841-1925)
Seorang
industri prancis yang mengemukakan teori dan teknik-teknik administrasi sebagai
pedoman bagi pengelolah organisasi-organisasi yang komplit dalam buku yang
dikenal, Adiministration Industrielle et Generale (Administrasi Industri dan
Umum). Dalam teori administrasinya Fayol merinci manajemen menjadi lima unsur
yang terkait antara lain :
1.
perencanaan
2.
pengorganisasian
3. pemberian
perintah
4.
pengkoordinasian
5.
pengawasan
Menurut
pembagian kegiatan manajemen (administrasi) atas fungsi-fungsi yang dikenal
sebagai Fungsionalisme foyal, foyal membagi operasi-operasi perusahaan menjad
enam kegiatan yaitu :
1.
teknik produksi dan manufacturing produk
2.
komersial pembelian bahan baku dan penjualan produk
3.
keuangan (finansial) perolehan penggunaan modal
4.
keamanan perlindungan karyawan dan kekayaan
5. akuntasi laporan biaya,laba, dan hutang serta
pembuatan neraca dan pengumpulan data statistik
6.
manajerial
Disamping itu Fayol juga mengemukakan empat belas
prinsip-prinsip antara lainn:
1. pembagian kerja (adanya spesialisasi akan
meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja
2. wewenang – hak untuk memberikan perintah dan
dipatuhi
3. disiplin – harus ada respek dan ketaatan pada
peranan-peranan dan tujuan organisasi
4. kesatuan perintah- setiap karyawan hanya menerima
intruksi tentang kegiatan tertentu dari atasannya.
5. Kesatuan pengarahan operasi-operasi dalam
organisasi yang mempunyai tujuan yang sama harus diarahkan oleh seorang manajer
dengan penggunaan satu rencana
6. meletakkan kepentingan pribadi di bawa
kepentingan
7. balas jasa kompensasi untuk pekerjaan yang di
lakukan harus adil baik bagi karyawan maupun pemilik
8. sentralisasi adanya keseimbangan yang tepat
antara sentralisasi dan desentralisasi
9. garis wewenang dan perintah yang jelas
10. order bahan-bahan material dan orang-arangnya
harus ada di tempat dan waktu yang tepat
11. keadilan harus ada kesamaan pelaku dalam
organisasi
12. stabilitas staf organisasi tingkat perputaran
tenaga kerja yang tinggi tidak baik bagi pelaksanaan fungsi-fungsi organisasi
13. inisiatif bawahan harus di beri kebebasan untuk
menjalankan dan menyelesaikan rencananya
14. esprit de corps (semangat korps) “kesatuan adalah kekuatan”. Pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki
kebanggaan kesetian dan rasa memilikidari para anggota yang tercermin pada
semangat korps.
1.
Aliran
hubungan manusiawi
Aliran
hubungan manusiawi (perilaku manusia atau neoklasik) muncul karena ketidak puasan
bahwa yang dikemukakan pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan
efesiensi produksi dan keharmonisan kerja. Beberapa ahli mencoba melengkapi teori
organisasi klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi antara lain:
a.
Hugo Munsterbeg (1863-1916)
sebagai
pencetus psikologi industri di dalam bukunya
pskology and Industrial Efficiency, beliau menguraikan penerapan
peralatan-peralatan psikologi untuk membantu mencapai tujuan produktivitas
dengan cara
1.
penemuan best person
2.
penciptaan best possible work
3.
penggunaan best posible effect untuk memotivasi karyawan
b.
Elton mayo (1880-1949)
hubungan
manusiawi sering digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan cara dimana
manajer berinteraksi dengan bawahannya “manajemen personalia” agar terdorong
untuk lebih banyak dan lebih baik dalam bekerja .dan untuk menciptakan hubungan
yang baik .
2.
Aliran
manajemen modern
Masa
manajemen modern berkembang melalui dua jalur yang berbeda. Jalur pertama merupakan pengembangan dari aliran hubungan
manusiawi yang dikenal sebagai perilaku
organisasi, dan yang lain dibangun atas dasar manajemen ilmiah, dikenal
sebagai aliran kuantitatif (operation
research dan management science atau manajemen operasi).[2]
Contoh :
a. Perilaku Organisasi
perkembangan
aliran perilaku organisasi ditandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang
perilaku manusia dan sistem sosial, tokoh-tokoh aliran antara lain :
1. Abraham Maslow yang mengemukakan adanya hirarki
kebutuhan dalam penjelasannya tentang prilaku manusia dan dinamika proses
motivasi
2.
Douglas Mcgregor dengan teori X dan teori Y nya
3. Frederick Herzberg yang menguraikan teori
motivasi higienis atau teori dua faktor
4. Robert Blake dan Jance Mouton yang membahasa
lima gaya kepemimpinan dengan kisi-kisi manajerial (managerial grid)
5. Rensis Likert yang telah mengidentifikasi dan
melakukan penelitiannya secara ekstensif mengenai empat sistem manajemen dari
sistem: 1exploitif - otoritatif sampai
sistem 4 partisipatif kelompok
6. Fred Fiedler yang menyarankan pendekatan
contingency pada stadi kepemimpinan
7. Chris Argyris yang memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar
hubungan budaya
b. Prinsip-prinsip
dasar Perilaku Organisasi
Beberapa prinsip dasar penting yang dapat di
simpulkan dari beberapa para tokoh manajemen modern antara lain :
1. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu
proses teknik secara ketat (peranan,prosedur,prinsip)
2. manajemen harus sistematik dan pendekatan yang
digunakan harus dengan pertimbangan secara hati-hati
3. organisasi sebagai suatu kesekuruhan dan
pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi
4. pendekatan motivasional yang menghasilkan
komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan.
B.
Sejarah
Pemikiran Ilmu Manajemen
Manajemen sebenarnya sama usianya dengan kehidupan manusia, mengapa
demikian karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa
terlepas dari prinsip-prinsip manajemen, baik langsung maupun tidak langsung,
baik di sadari ataupun tidak disadari. Ilmu manajemen ilmiah timbul pada
sekitar awal abad ke 20 di benua Eropa barat dan Amerika. Dimana di
negara-negara tersebut sedang dilanda revolusi yang dikenal dengan nama
revolusi industri. Yaitu perubahan-berubahan dalam pengelolaan produksi yang
efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah semakin maju dan
kebutuhan manusia sudah semakin banyak dan beragama sejenisnya. Manajemen
diperlukan dalam segala bidang. Bentuk dan organisasi serta tipe kegiatan.
Dimana orang-orang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah
ditetapkan.
1. evolusi
dalam bidang pemikiran manajemen dan pola-pola analisis manajemen(WEIHRICH,
KOOTZ, 1993)
a. Berdasarkan
pandangan HEINZ WEIHRICH dan HAROLD KOONTZ dalam buku mereka berjudul
“management A Global perspective” 10 th. Edition ,terbitan penerbit Mc. Graw
Hill Inc., New York 1993.
Pendekatan
mereka berakhir pada pendekatan proses manajemen atau pendekatan operasional,
sedangkan perkembangan dalam pemikiran manajemen, sudah berkembang lebih jauh
lagi. Walau pun tidakeksaknya dan relatif kasarnya teori dan ilmu manajemen,
perlu diingat bahwa perkembangan pemikiran tentang manajemen dapat kita
kembalikan hingga periode di mana manusia pertama kali berupaya mencapai
tujuan-tujuan mereka. melalui jalan kerja sama dalam kelompok-kelompok
Teori manajemen operasional modern, berawal pada
awal permulaan abad kedua puluh, tetapi sebelumnya orang sudah mulai berfikir
secara serius tentang manajemen dan menyusun teori-teori sebelum periode
tersibut. Dalam pembahasa yang disajikan menyerupai sebuah sketsa tentang
sejarah pemikiran dalam bidang manajemen.
Menurut
KOONTZ dan WEIHRICH berbagai macam sumbangan pikiran para penulis dan para
praktisi (manajemen) telah menimbulkan adanya macam-macam pendekatan dalam
bidang manajemen yang akhirnya menghasilkan sebuah (rimba teori manajemen =
MANAJEMENT THEORY JUNGLE)
b. FREDERICK
TAYLOR (1856-1912) dan manajemen
ilmiah (SCIENTIFIC MANAGEMEN)
FREDERICK
WINSLOW TAYLOR diberi judul THE FATHER OF SCIENTIFIC MANAJEMEN (Bapak manajemen
ilmiah). TAYLOR berpendapat bahwa masalah produktivitas merupakan persoalan
ketidakacuhan pihak manajemen maupun para karyawan. Sebagian dari sikap
tersebut muncul karena fakta bahwa baik para manajer maupun para karyawan tidak
mengetahui apa yang dimaksud dengan
pengertian “kerja pantas seharian” (FAIR DAYS WORK) dan “upah pantas seharian”
(FAIR DAYS PAY).[3]
C.
Perkembangan
ilmu manajemen
Sesunnguhnya
manajemen telah lama ada jauh sebelum ini. Salah satu bukti betapa manajemen
telah lama ada adalah dengan adanya bukti Piramida di Mesir. Adanya bangunan
Piramida di Mesir menunjukkan bahwa pada zaman dahulu telah ada serangkaian
kegiatan yang diatur sedemikian rupa, mengikuti tahapan- tahapan tertentu yang
telah disiapkan hingga bangunan piramida yang megah ditengah gurun pasir dapat
menjadi decak kagum masyarakat di seluruh dunia dari dulu hingga kini. Dari
sejarah dapat kita ketahui bahwa tidak kurang dari ribuan orang telah terlibat
dalam pembangunan Piramida di Mesir. Kekuatan bangunan tersebut telah
menunjukkan bahwa pada zaman dahulu manajemen telah diketahui dan dijalankan
oleh umat manusia, walaupun tidak dalam pengertian seperti sekarang. Banyak
lagi contoh yang dapat kita lihat sebagai bukti bagaimana orang-orang dahulu
telah menerapkan manajemen dalam kehidupannya. Alexander The Great telah
menerapkan konsep staf organisasi dalam melakukan kampanye militernya. Menara
Pisa di Italia, Candi Borobudur di Indonesia, hingga berbagai bukti sejarah
lainnya yang tidak dapat disebutkan satu- persatu. Kesemua bukti tersebut
menunjukkan bukti bahwa sesungguhnya manajemen bukan merupakan ilmu baru,
bahkan dalam konsep yang paling tradisional sekalipun, telah dikenal dan
dijalankan oleh orang- orang terdahulu. perkembangan
ilmu manajemen dari waktu kewaktu terus berjalan, bahkan hingga sekarang. ada
beberapa model manajemen yang dikenal:
1. manajemen
ilmiah
aliran manajemen ilmiah (scientific
management) di tandai kontribusi-kontribusi dari Frederick W. Taylor, Fank dan
Lillian Gilbreth, Henry L. Gantt, Harrington Emerson yang di uraikan satu
persatu.
a. Frederick W. Taylor (1856-1915)
manajemen dikembangkan mula-mula
pada tahun 1900-an. Karna karya Taylor disebut sebagai bapak manajeman ilmiah.
Yang pertama artinya manajemen merupakan penerapan metode ilmiah pada
studi,analisa dan pemecahan masalah-masalah oerganisasi, kemudian yang kedua
manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme-mekanisme atau teknik-teknik “a
bag of trikcs”untuk meningkatkan efesiensi kerja
penggunaan metode-metode ilmiah
untuk mendefinisi “satu cara yang terbaik untuk suatu pekerjaan yang akan
dilakukan.
2. manajemen
dengan pendekatan manusia
pendekatan yang berupa prilaku organisasi yang
ditandai menurut beberapa pendapat antara lain :
1. Abraham Maslow yang mengemukakan adanya hirarki
kebutuhan dalam penjelasannya tentang prilaku manusia dan dinamika proses
motivasi
2.
Douglas Mcgregor dengan teori X dan teori Y nya
3. Frederick Herzberg yang menguraikan teori
motivasi higienis atau teori dua faktor
4. Robert Blake dan Jance Mouton yang membahasa
lima gaya kepemimpinan dengan kisi-kisi manajerial (managerial grid)
3. manajemen
kuantitatif (perhitungan)
ditandai dengan berkembangnya
team-team riset operasi (operations research) dalam pemecahan masalah-masalah
industri yang didasarkan atas sukses team-team riset operasi Inggris dalam
perang dunia II. Sejalan dengan kompleksnya komputer elektronik, tranportasi dan komunikasi dapat digunakan dan di
kembangkan teknik-teknik riset operasi manjadi semakin penting sebagai dasar
rasional untuk membuat keputusan yang ada. Dalam prosedur-prosedur riset
operasi tersebut diformalisasikan dan di sebut juga aliran management science, teknik
ini digunakan dalam banyak kegiatan seperti penganggaran modal, manajemen
aliran kas, scheduling produksi, pengembangan strategis produk, perencanaan
program pengembangan sumber daya manusia dan lain sebagainya, ada beberapa
langkah pendekatan management science antara lain :
1. perumusan masalah
2. penyusunan satu model matematis
3. mendapatkan penyelesaian dari
model
4. pengujian model dan hasil yang
di dapatkan dari model
5. penetapan pengawasan atas
hasil-hasil
6. pelaksanaan hasil dalam kegiatan
implementasi
4. manajemen
dengan pendekatan sistem
pada sistem ini
bermasud untuk memandang organisasi
sebagia suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling
berhubungan, keseluruhan dan sebagai bagian dari lingjungan eksternal yang lebih
luas. Pendekatan ini sangat mendasar secara garis besar berarti bahwa segala
sesuatu adalah saling berhubungan dan saling tergantung. Satu sistem terdiri
dari elemen-elemen yang berhubungan dan bergantung satu dengan yang lain,
tetapi berbagi elemen tersebut berinteraksi maka akan membentuk suatu kesatuan
yang menyeluruh.
5. manajemen
dengan pendekatan kontingensi[4]
pendekatan kontingensi (contingency
approach) dikembangkan oleh para manajer, konsultan dan peneliti yang mencoba
untuk menerapkan konsep-konsep dari berbagai aliran manajemen dalam situasi
kehidupan nyata contoh nya:karyawan terdidik (unskilled) diman karyawan
mempunyai skill dan mempunyai kesempatan untuk berlatih.[5]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Setiap ahli memberi pandangan yang
berbeda tentang definisi manajemen, namun secara umum manajamen dapat
didefinisikan sebagai seni dan ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian terhadap orang-orang dan mekanisme
kerja untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Evolusi teori manajemen berkembang
secara klasik dan ilmiah. Pendekatan Klasik yang telah berkembang ke arah
pemanfaatan hasil-hasil penelitian dari pendekatan lain dan terus tumbuh
menjadi pendekatan baru yang disebut Pendekatan Sistem dan Pendekatan
Kontingensi. Demikian pula Pendekatan Hubungan Manusiawi dan ilmu manajemen
memberikan pendekatan yang penting dalam meneliti, menganalisis dan memecahkan
masalah-masalah manajemen
DAFTAR
PUTAKA
Handoko,
Hani.1998.Manajemen.Yogyakarta:BPFE
Yogyakarta
Tunggal, Wijaya
Amin.2002.Manajemen Suatu Pengantar.Jakarta:PT
Rineka
Cipta
Winardi.2002.Sejarah Perkembangan Pemikiran dalam Bidang
Manajemen.
Bandung:Mandar Maju
[1] Amin Widjaja Tunggal,
Manajemen Suatu Pengantar, (Jakarta: Pt Rineka Cipta, 2002), hal 37-39.
[2]
Hani Handoko, Manajemen, (Yogyakarta:
BPFE-YOGYAKARTA, 1998), hal 39-53.
[3] Winardi,Sejarah Perkembangan pemikiran dalam Bidang
Manajemen,(Bandung: Mandar Maju 2002) hal 140-142
[5] Ibid, hal 53-57
No comments:
Post a Comment