Breaking News

Tuesday, 22 December 2015

Evolusi Teori Manajeman

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam mempelajari ilmu manajemen dan isi pembahasan di dalam nya pasti ada yang namanya evolusi teori manajemen jadi sebelum kita mempelajari ilmu manajemen secara luas kita perlu mengetahui perkembangan teori manajemen tersebut.
Manajemen merupakan sebuah cara yang digunakan dalam mengorganisasikan suatu tindakan. Dengan manajemen yang baik tentunya segala rencana dan kegiatan akan mencapai hasil maksimal pula. Oleh karena itu kita perlu mengkaji teori-teori yang digunakan dalam manajemen ini. Dengan pembuatan makalah ini diharapkan kita dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam hati kita tentang teori manajemen.
Pembahasan dan perkembangan teori-teori manajemen sangat dibutuhkan untuk memberikan landasan dalam pemahaman perkembangan teori manajemen selanjutnya. Setiap pandangan dalam teori manajemen akan membantu manajer untuk membuat keputusan-keputusan yang lebih efektif pada berbagai masalah yang berbeda dalam organisasi yang terus mengalami perubahan. Karena itu sebelum kita mengetaui manajemen kita perlu mengkaji ulang teori evolusi manajemen yang ada.

B.     Tujuan Penulisan
1.      Untuk memenuhi tugas pengantar manajemen.
2.      Agar dapat mengetahui pentingnya ilmu manajemen.
3.      Agar dapat mengimplementasikan manajemen dengan nyata baik di dunia kerja maupun di dalam kehidupan sehari-hari.





BAB II
PEMBAHASAN


A.    Evolusi Teori Manajeman
Seperti semua bidang studi lainnya, perkembangan teori manajemen terjadi sangat pesat. Oleh karena itu, agar pembahasan dan pemahaman tentang manajemen mengenai sasaran, perlu diketahui terlebih dahulu proses perkembangan teori-teori dan prinsip-prinsip  manajemen yang akan memberikan “landasan” kuat bagi pemahaman  perkembangan selanjutnya.
Ada 4 (empat) alasan mempelajari teori manajemen yaitu:
1.      Teori mengarahkan keputusan manajemen
Mempelajari teori membantu memahami proses sebagai dasar untuk mengetahui, dan dapat memilih suatu tindakan yang efektif. Pada hakikatnya suatu teori merupakan kelompok asumsi-asumsi yang koheren/logis, yang bermaksud menjelaskan antara dua atau lebih fakta yang dapat diobservasi. Teori yang absah (diakui), dapat memprediksi apa yang akan terjadi pada situasi tertentu. Dengan pengetahuan ini, dapat menerapkan teori manajemen yang berbeda terhadap situasi yang berdeba.
2.      Teori membentuk pandangan kita mengenai organisasi
Mempelajari teori manajemen juga mempelajari petunjuk kepada kita di mana kita mendapatkan beberapa ide mengenai organisasi dan manusia di dalamnya.
3.      Teori membuat kita sadar mengenai lingkungan usaha
Dengan mempelajari berbagai teori, kita dapat melihat bahwa setiap teori adalah hasil dari lingkungan sosial, ekonomi, politik, dan kekuatan teknologi yang ada pada waktu dan tempat terjadinya peristiwa tertentu. Pengetahuan ini akan membantu kitaa memahami apa sebabnya teori tertentu cocok terhadap keadaan yang berbeda.
4.      Teori merupakan sumber ide baru
Teori memungkinkan kita pada suatu kesempatan mengambil pandangan yang berbeda dari situasi sehari-hari. Pendekatan “eclectic” yaitu praktek maminjam prinsip-prinsi dari teori yang berbeda, seperti yang diperlukan oleh keadaan “State of the art” dalam teori dan praktek manajemen.[1]
Dalam bab ini ada beberapa aliran pemikiran manajemen yaitu:
-          Teori manajemen klasik
-          Manajemen ilmiah
-          Teori organisasi klasik
-          Aliran hubungan manusiawi
-          Aliran manajemen modern

1.      Teori Manajemen Klasik
Sebelum sejarah yang disebut zaman manajemen ilmiah muncul,telah terjadi revolusi industri pada abad ke 19,yang menyebabkan sistematik. Usaha-usaha pengembangan manajemen kemudian di lakukan oleh para teoritisi. Pembahasan pengembangan teori-teori dan prinsip-prinsip manajemen akan dilakukan dengan uraian para tokoh dan gagasannya. Para pemikir tersebut rnemberikan perhatian terhadap masalah-masalah manajemen yang timbul baik itu di kalangan usahawan, industri maupun masyarakat. Ada beberapa tokoh manajemen yang mengawali  teori  manajemen klasik ini, yaitu :
a.       Robert Owen (1771 -1858)
Dimulai pada awal tahun 1800-an sebagai Manajer Pabrik Pemintalan Kapas di New Lanark, Skotlandia. Robert Owen mencurahkan perhatiannya pada pengginaan faktor produksi tenaga kerja. Dari hasil pengamatannya disimpulkan bahwa, bilamana terhadap mesin diadakan suatu perawatan yang baik akan memberikan keuntungan kepada perusahaan, demikian pula dengan tenaga kerja, apabila tenaga kerja dipelihara dan dirawat (adanya perhatian naik kompensasi, kesahatan, tunjangan) Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh Manajemen Personalia Dia juga seabagai salah seorang pendiri gerakan koperasi konsumsi, adapun usaha yang pernah dilakukan dan mengalami kegagalan adalah mendirikan suatu komuni di New Harmoni, Indian pada tahun 1824.
b.      Henry Fayol (1841 -1925)
Pada tahun 1916, dengan sebutan teori manajemen klasik yang sangat memperhatikan produktivitas pabrik dan pekerja, disamping memperhatikan manajemen bagi satu organisasi yang kompleks, sehingga beliau menampilkan satu metode ajaran manajemen yang lebih utuh dalam bentuk cetak biru.

2.      Prinsip Teori Manajemen Klasik (The Classical Managent Theories)
Bebrapa prinsip manajemen ilmiah yang mempunyai perhatian terhadap masalah-masalah manajemen akibat timbulnya revolusi industri di Inggris sekitar tahun 1800-an adalah:
a.       James Watt J. Dan Mathew Robinson Boulton
Mereka adalah putra dari pionir yang menemukan dan mengembangkan mesin uap. Mereka mengambil manajemen dari Soko Engineering Foundry di Inggris, yang didirikan ayah mereka pada tahun 1796. Watt bertugas memimpin organisasi dan administrasi, dan Boulton memberi perhatian khusus pada penjualan dan aktivitas perdagangan. Teknik manajerial yang dikembangkan kedua orang itu antara lain adalah penelitian dan peramalan pasar, perencanaan produksi, skema mesin, yang direncanakan sesuai dengan tuntutan proses pekerjaan, standar produksi, dan standarisasi komponen-komponen produksi.
b.      Charles Babbag (1792-1871)
Seorang guru besar matematika yang tertarik pada usaha penilaian efesiensi operasi suatu pabrik, yaitu dengan menerapkan prinsip-prinsip ilmiah akan terwujud peningkatan produktivitas dan penurunan biaya. Beliau tertarik pada prinsip efisiensi pembagian tugas dan perkembangan prinsip-prinsip ilmiah, untuk menentukan seorang manajer harus memakai fasilitas, bahan, dan tenaga kerja supaya mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya.

c.       Mary Parker Follett (1868-1933)
Beliau percaya dengan hubungan yang harmonis dengan karyawan dan manajemen berdasarkan persamaan tujuan, namun tidak sepenuhnya benar untuk memisahkan atasan sebagai pemberi perintah dengan bawahan sebagai penerima perintah. Beliau menganjurkan kedudukan kepemimpinan dalam organisasi, bukan karena kekuasaan yang bersumber dari kewenangan formil, tapi yang berasal dari kelebihan pengetahuan dan keahlian.

3.      Manajemen ilmiah
Manajemen ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah pada studi, analisa, dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Sedangkan arti kedua, manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme-mekanisme atau teknik-teknik untuk meningkatkan efesiensi kerja organisasi. Taylor menuangkan gagasannya dalam tiga judul makalah yaitu Shop management, The Principle of Scientific Management dan Testimony Before the Special House Committee dan di rangkum di dalam sebuah buku yang berjudul Scienfic Management. Taylor telah memberikan prnsip-prinsip dasar (filsafat) penerapan pendekatan ilmiah pada manajement dan mengembangkan nya. Ada empat prinsip dasar Menurut pendapat :
a. Frederick W. Taylor (1856-1915)
1.Pengembangan metode-metode ilmiah dalam manajemen, agar sebagai contoh, metode yang paling baik untuk pelaksanaan setiap pekerjaan dapat ditentukan.
2. Seleksi ilmiah untuk karyawan, agar setiap karyawan dapat diberikan tanggung jawab atas sesuatu tugas sesuai dengan kemampuannya.
3. Pendidikan dan pengembangan ilmiah pada karyawan.
4. Kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja.

Sedangkan mekanisme dan teknik-teknik yang dikembangkan Taylor untuk melaksanakan empat prinsipnya menggukan studi gerak dan waktu, pengawasan fungsional (functional foremanship), sistem upah per-potong diferensial, pengecualian kartu intruksi, pembelian dengan spesifkasi dan standardisasi pekerjaan, peralatan serta tenaga kerja. Manfaat yang didapat dari pengembangan teknik-teknik manajemen ilmiah ini tampak pada perkembangan teknik-teknik riset operasi, simulasi, otomatisasi dan sebagainya dalam memecahkan msalah-masalah manjemen
.
b. Frank dan Lillian Gilbreth (1868-1924 dan 1878-1972)
Seorang pelopor pengembangan studi gerak dan waktu, menciptakan berbagai teknik manajemen yang di miliki Taylor. Beliau sangat tertarik terhadap masalah efesiens, terutama untuk menemukan “cara terbaik pengerjaan suatu tugas”. Sedangkan Lillian Gilbreth lebih tertarik pada aspek-aspek manusia dalam kerja, seperti seleksi, penempatan dan latiahan personalia. Dia mengemukakan gagasannya dalam bukunya yang berjudul The Psychology of Management. Menurutnya manajemen ilmiah mempunyai satu tujuan akhir yang mana dapat membatu para karyawan mencapai seluruh potensinya sebagai mestinya.

c. Henry L. Gantt (1861-1919)
Mengemukakan gagasan yang berupa :
1. kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan manajemen
2. seleksi ilmiah tenaga kerja
3. sistem insentif (bonus) untuk merangsang produktivitas
4. penggunaan intruksi-intruksi kerja yang terperinci

Kontribusinya yang terbesar adalah penggunaan metode grafik yang di kenal sebagai “bagan gantt” (Gantt Chatt) untuk perencanaan, koordinasi dan pengawasan produksi.

d. Harrington Emerson (1853-1931)
Pemborosan dan ketidak efesienan adalah masalah-masalah yang dilihat Emerson sebagai penyakit sistem industri. Oleh sebab itu Emerson mengemukakan 12 prinsip-prinsip efesiansi yang sangat terkenal,secara ringkas adalah sebagai berikut:
1.  Tujuan-tujan dirumuskan dengan jelas.
2.  Kegiatan yang dilakukan masuk akal.
3.  Adanya staf yang cakap.
4.  Disiplin.
5.  Balas jasa yang adil.
6.  Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akurat, dan ajeg, sistem informasi dan akuntansi.
7.  Pemberian perintah, perencanaan dan pengurutan kerja.
8.  Adanya standar-standar dan skejul-skejul, metode dan waktu setiap pekerjaan.
9.  Kondisi yang distandardisasi.
10.Operasi yang distandardisasi.
11. Intruksi-intruksi praktis tertulis yang standar.
12.Balas jasa efesiansi, rencana insentif.

 4. Teori organisasi klasik
Henry Fayol (1841-1925)
Seorang industri prancis yang mengemukakan teori dan teknik-teknik administrasi sebagai pedoman bagi pengelolah organisasi-organisasi yang komplit dalam buku yang dikenal, Adiministration Industrielle et Generale (Administrasi Industri dan Umum). Dalam teori administrasinya Fayol merinci manajemen menjadi lima unsur yang terkait antara lain :
1. perencanaan
2. pengorganisasian
3. pemberian perintah
4. pengkoordinasian
5. pengawasan

Menurut pembagian kegiatan manajemen (administrasi) atas fungsi-fungsi yang dikenal sebagai Fungsionalisme foyal, foyal membagi operasi-operasi perusahaan menjad enam kegiatan yaitu :
1. teknik produksi dan manufacturing produk
2. komersial pembelian bahan baku dan penjualan produk
3. keuangan (finansial) perolehan penggunaan modal
4. keamanan perlindungan karyawan dan kekayaan
5. akuntasi laporan biaya,laba, dan hutang serta pembuatan neraca dan pengumpulan data statistik
6. manajerial

Disamping itu Fayol juga mengemukakan empat belas prinsip-prinsip antara lainn:
1. pembagian kerja (adanya spesialisasi akan meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja
2. wewenang – hak untuk memberikan perintah dan dipatuhi
3. disiplin – harus ada respek dan ketaatan pada peranan-peranan dan tujuan organisasi
4. kesatuan perintah- setiap karyawan hanya menerima intruksi tentang kegiatan tertentu dari atasannya.
5. Kesatuan pengarahan operasi-operasi dalam organisasi yang mempunyai tujuan yang sama harus diarahkan oleh seorang manajer dengan penggunaan satu rencana
6. meletakkan kepentingan pribadi di bawa kepentingan
7. balas jasa kompensasi untuk pekerjaan yang di lakukan harus adil baik bagi karyawan maupun pemilik
8. sentralisasi adanya keseimbangan yang tepat antara sentralisasi dan desentralisasi
9. garis wewenang dan perintah yang jelas
10. order bahan-bahan material dan orang-arangnya harus ada di tempat dan waktu yang tepat
11. keadilan harus ada kesamaan pelaku dalam organisasi
12. stabilitas staf organisasi tingkat perputaran tenaga kerja yang tinggi tidak baik bagi pelaksanaan fungsi-fungsi organisasi
13. inisiatif bawahan harus di beri kebebasan untuk menjalankan dan menyelesaikan rencananya
14. esprit de corps (semangat korps)  “kesatuan adalah kekuatan”.   Pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggaan kesetian dan rasa memilikidari para anggota yang tercermin pada semangat korps.
1.      Aliran hubungan manusiawi
Aliran hubungan manusiawi (perilaku manusia atau neoklasik) muncul karena ketidak puasan bahwa yang dikemukakan pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efesiensi produksi dan keharmonisan kerja. Beberapa ahli mencoba melengkapi teori organisasi klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi antara lain:
a. Hugo  Munsterbeg (1863-1916)
sebagai pencetus  psikologi industri di dalam bukunya pskology and Industrial Efficiency, beliau menguraikan penerapan peralatan-peralatan psikologi untuk membantu mencapai tujuan produktivitas dengan cara
1. penemuan best person
2. penciptaan best possible work
3. penggunaan best posible effect untuk memotivasi karyawan

b. Elton mayo (1880-1949)
hubungan manusiawi sering digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan cara dimana manajer berinteraksi dengan bawahannya “manajemen personalia” agar terdorong untuk lebih banyak dan lebih baik dalam bekerja .dan untuk menciptakan hubungan yang baik .
2.      Aliran manajemen modern
Masa manajemen modern berkembang melalui dua jalur yang berbeda. Jalur pertama  merupakan pengembangan dari aliran hubungan manusiawi yang dikenal sebagai perilaku organisasi, dan yang lain dibangun atas dasar manajemen ilmiah, dikenal sebagai aliran kuantitatif (operation research dan management science atau manajemen operasi).[2] Contoh :



a. Perilaku Organisasi
perkembangan aliran perilaku organisasi ditandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang perilaku manusia dan sistem sosial, tokoh-tokoh aliran antara lain  :
1. Abraham Maslow yang mengemukakan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang prilaku manusia dan dinamika proses motivasi
2. Douglas Mcgregor dengan teori X dan teori Y nya
3. Frederick Herzberg yang menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor  
4. Robert Blake dan Jance Mouton yang membahasa lima gaya kepemimpinan dengan kisi-kisi manajerial (managerial grid)
5. Rensis Likert yang telah mengidentifikasi dan melakukan penelitiannya secara ekstensif mengenai empat sistem manajemen dari sistem: 1exploitif - otoritatif  sampai sistem 4 partisipatif kelompok
6. Fred Fiedler yang menyarankan pendekatan contingency pada stadi kepemimpinan
7. Chris Argyris yang memandang organisasi  sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya

b. Prinsip-prinsip dasar Perilaku Organisasi
 Beberapa prinsip dasar penting yang dapat di simpulkan dari beberapa para tokoh manajemen modern antara lain :
1. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat (peranan,prosedur,prinsip)
2. manajemen harus sistematik dan pendekatan yang digunakan harus dengan pertimbangan secara hati-hati
3. organisasi sebagai suatu kesekuruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi
4. pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan.
B.     Sejarah Pemikiran Ilmu Manajemen
Manajemen sebenarnya sama usianya dengan kehidupan manusia, mengapa demikian karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip manajemen, baik langsung maupun tidak langsung, baik di sadari ataupun tidak disadari. Ilmu manajemen ilmiah timbul pada sekitar awal abad ke 20 di benua Eropa barat dan Amerika. Dimana di negara-negara tersebut sedang dilanda revolusi yang dikenal dengan nama revolusi industri. Yaitu perubahan-berubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah semakin maju dan kebutuhan manusia sudah semakin banyak dan beragama sejenisnya. Manajemen diperlukan dalam segala bidang. Bentuk dan organisasi serta tipe kegiatan. Dimana orang-orang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

1.      evolusi dalam bidang pemikiran manajemen dan pola-pola analisis manajemen(WEIHRICH, KOOTZ, 1993)
a.       Berdasarkan pandangan HEINZ WEIHRICH dan HAROLD KOONTZ dalam buku mereka berjudul “management A Global perspective” 10 th. Edition ,terbitan penerbit Mc. Graw Hill Inc., New York 1993.
Pendekatan mereka berakhir pada pendekatan proses manajemen atau pendekatan operasional, sedangkan perkembangan dalam pemikiran manajemen, sudah berkembang lebih jauh lagi. Walau pun tidakeksaknya dan relatif kasarnya teori dan ilmu manajemen, perlu diingat bahwa perkembangan pemikiran tentang manajemen dapat kita kembalikan hingga periode di mana manusia pertama kali berupaya mencapai tujuan-tujuan mereka. melalui jalan kerja sama dalam kelompok-kelompok
Teori manajemen operasional modern, berawal pada awal permulaan abad kedua puluh, tetapi sebelumnya orang sudah mulai berfikir secara serius tentang manajemen dan menyusun teori-teori sebelum periode tersibut. Dalam pembahasa yang disajikan menyerupai sebuah sketsa tentang sejarah pemikiran dalam bidang manajemen.
Menurut KOONTZ dan WEIHRICH berbagai macam sumbangan pikiran para penulis dan para praktisi (manajemen) telah menimbulkan adanya macam-macam pendekatan dalam bidang manajemen yang akhirnya menghasilkan sebuah (rimba teori manajemen = MANAJEMENT THEORY JUNGLE)
b.    FREDERICK TAYLOR  (1856-1912) dan manajemen ilmiah  (SCIENTIFIC MANAGEMEN)
 FREDERICK WINSLOW TAYLOR diberi judul THE FATHER OF SCIENTIFIC MANAJEMEN (Bapak manajemen ilmiah). TAYLOR berpendapat bahwa masalah produktivitas merupakan persoalan ketidakacuhan pihak manajemen maupun para karyawan. Sebagian dari sikap tersebut muncul karena fakta bahwa baik para manajer maupun para karyawan tidak mengetahui apa yang dimaksud  dengan pengertian “kerja pantas seharian” (FAIR DAYS WORK) dan “upah pantas seharian” (FAIR DAYS PAY).[3]

C.    Perkembangan ilmu manajemen
Sesunnguhnya manajemen telah lama ada jauh sebelum ini. Salah satu bukti betapa manajemen telah lama ada adalah dengan adanya bukti Piramida di Mesir. Adanya bangunan Piramida di Mesir menunjukkan bahwa pada zaman dahulu telah ada serangkaian kegiatan yang diatur sedemikian rupa, mengikuti tahapan- tahapan tertentu yang telah disiapkan hingga bangunan piramida yang megah ditengah gurun pasir dapat menjadi decak kagum masyarakat di seluruh dunia dari dulu hingga kini. Dari sejarah dapat kita ketahui bahwa tidak kurang dari ribuan orang telah terlibat dalam pembangunan Piramida di Mesir. Kekuatan bangunan tersebut telah menunjukkan bahwa pada zaman dahulu manajemen telah diketahui dan dijalankan oleh umat manusia, walaupun tidak dalam pengertian seperti sekarang. Banyak lagi contoh yang dapat kita lihat sebagai bukti bagaimana orang-orang dahulu telah menerapkan manajemen dalam kehidupannya. Alexander The Great telah menerapkan konsep staf organisasi dalam melakukan kampanye militernya. Menara Pisa di Italia, Candi Borobudur di Indonesia, hingga berbagai bukti sejarah lainnya yang tidak dapat disebutkan satu- persatu. Kesemua bukti tersebut menunjukkan bukti bahwa sesungguhnya manajemen bukan merupakan ilmu baru, bahkan dalam konsep yang paling tradisional sekalipun, telah dikenal dan dijalankan oleh orang- orang terdahulu. perkembangan ilmu manajemen dari waktu kewaktu terus berjalan, bahkan hingga sekarang. ada beberapa model manajemen yang dikenal:
1.      manajemen ilmiah
aliran manajemen ilmiah (scientific management) di tandai kontribusi-kontribusi dari Frederick W. Taylor, Fank dan Lillian Gilbreth, Henry L. Gantt, Harrington Emerson yang di uraikan satu persatu.
a. Frederick W. Taylor (1856-1915)
manajemen dikembangkan mula-mula pada tahun 1900-an. Karna karya Taylor disebut sebagai bapak manajeman ilmiah. Yang pertama artinya manajemen merupakan penerapan metode ilmiah pada studi,analisa dan pemecahan masalah-masalah oerganisasi, kemudian yang kedua manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme-mekanisme atau teknik-teknik “a bag of trikcs”untuk meningkatkan efesiensi kerja  
penggunaan metode-metode ilmiah untuk mendefinisi “satu cara yang terbaik untuk suatu pekerjaan yang akan dilakukan.

2.      manajemen dengan pendekatan manusia
pendekatan yang berupa prilaku organisasi yang ditandai menurut beberapa pendapat antara lain :
1. Abraham Maslow yang mengemukakan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang prilaku manusia dan dinamika proses motivasi
2. Douglas Mcgregor dengan teori X dan teori Y nya
3. Frederick Herzberg yang menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor  
4. Robert Blake dan Jance Mouton yang membahasa lima gaya kepemimpinan dengan kisi-kisi manajerial (managerial grid)

3.      manajemen kuantitatif (perhitungan)
ditandai dengan berkembangnya team-team riset operasi (operations research) dalam pemecahan masalah-masalah industri yang didasarkan atas sukses team-team riset operasi Inggris dalam perang dunia II. Sejalan dengan kompleksnya komputer elektronik, tranportasi  dan komunikasi dapat digunakan dan di kembangkan teknik-teknik riset operasi manjadi semakin penting sebagai dasar rasional untuk membuat keputusan yang ada. Dalam prosedur-prosedur riset operasi tersebut diformalisasikan dan di sebut juga aliran management science, teknik ini digunakan dalam banyak kegiatan seperti penganggaran modal, manajemen aliran kas, scheduling produksi, pengembangan strategis produk, perencanaan program pengembangan sumber daya manusia dan lain sebagainya, ada beberapa langkah pendekatan management science antara lain :
1. perumusan masalah
2. penyusunan satu model matematis
3. mendapatkan penyelesaian dari model
4. pengujian model dan hasil yang di dapatkan dari model
5. penetapan pengawasan atas hasil-hasil
6. pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi



4.      manajemen dengan pendekatan sistem
pada sistem ini bermasud untuk memandang organisasi  sebagia suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan, keseluruhan dan sebagai bagian dari lingjungan eksternal yang lebih luas. Pendekatan ini sangat mendasar secara garis besar berarti bahwa segala sesuatu adalah saling berhubungan dan saling tergantung. Satu sistem terdiri dari elemen-elemen yang berhubungan dan bergantung satu dengan yang lain, tetapi berbagi elemen tersebut berinteraksi maka akan membentuk suatu kesatuan yang menyeluruh.

5.      manajemen dengan pendekatan kontingensi[4]
pendekatan kontingensi (contingency approach) dikembangkan oleh para manajer, konsultan dan peneliti yang mencoba untuk menerapkan konsep-konsep dari berbagai aliran manajemen dalam situasi kehidupan nyata contoh nya:karyawan terdidik (unskilled) diman karyawan mempunyai skill dan mempunyai kesempatan untuk berlatih.[5]

















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Setiap ahli memberi pandangan yang berbeda tentang definisi manajemen, namun secara umum manajamen dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian terhadap orang-orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Evolusi teori manajemen berkembang secara klasik dan ilmiah. Pendekatan Klasik yang telah berkembang ke arah pemanfaatan hasil-hasil penelitian dari pendekatan lain dan terus tumbuh menjadi pendekatan baru yang disebut Pendekatan Sistem dan Pendekatan Kontingensi. Demikian pula Pendekatan Hubungan Manusiawi dan ilmu manajemen memberikan pendekatan yang penting dalam meneliti, menganalisis dan memecahkan masalah-masalah manajemen















DAFTAR PUTAKA


Handoko, Hani.1998.Manajemen.Yogyakarta:BPFE Yogyakarta
Tunggal, Wijaya Amin.2002.Manajemen Suatu Pengantar.Jakarta:PT Rineka
 Cipta
Winardi.2002.Sejarah Perkembangan Pemikiran dalam Bidang Manajemen.
            Bandung:Mandar Maju



[1] Amin Widjaja Tunggal, Manajemen Suatu Pengantar, (Jakarta: Pt Rineka Cipta, 2002), hal 37-39.
[2] Hani Handoko, Manajemen, (Yogyakarta: BPFE-YOGYAKARTA, 1998), hal 39-53.
[3] Winardi,Sejarah Perkembangan pemikiran dalam Bidang Manajemen,(Bandung: Mandar Maju 2002) hal 140-142

[5] Ibid, hal 53-57

No comments:

Post a Comment

Designed By VungTauZ.Com