Breaking News

Tuesday, 22 December 2015

Makalh Arti dan Kegunaan Manajemen



ARTI DAN KEGUNAAN MANAJEMEN


BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Manajemen mempunyai pengaruh yang besar dalam efektifitas organisasi dalam lingkungan yang dapat menyebabkan pencapaian hasil terbaik yang diperoleh dari sumber-sumber daya yang dimiliki dan dapat memuaskan kebutuhan yang menjadi tujuan terciptanya organisasi.
Mengingat kegunaan manajemen yang penting dalam kehidupan, dalam makalah ini disajikan teori-teori, dasar-dasar, dan ruang lingkup manajemen agar kita dapat memanfaatkan manajemen dengan sebaik-baiknya.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan manajemen?
2.      Apa fungsi manajemen?
3.      Apa yang dimaksud dengan organisasi ruang lingkup manajemen?
4.      Apa kegunaan manajemen?

C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui teori-teori manajemen.
2.      Untuk mengetahui fungsi-fungsi manajemen.
3.      Untuk mengetahui pengertian organisasi ruang lingkup manajemen.
4.      Untuk mengetahui kegunaan manajemen.






BAB II ISI

A.    Pengertian Manajemen
Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Pengaturan dilakukan melalui proses dan berdasarkan urutan dari fungsi-fungsi manajemen itu. Jadi, manajemen itu merupakan proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan.
1.      Menurut Drs. H. Malayu S.P Hasibuan
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
2.      Andrew F. Sikula
Manajemen pada umumnya dikaitkan dengan aktifitas-aktifitas perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara efisien.
3.      G.R Terry
Manajemen adalah suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.
4.      Harold Koontz dan Cyril O’Donnel
Manajemen adalah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.[1]



5.      Stephen. P. Robbin
Proses menyelesaikan aktivitas secara efisien dengan dan melalui orang lain.
6.      James. A.F. stoner and E. Edward. Freeman
Proses merencanakan, mengorganisasi, memimpin, dan mengendalikan pekerjaan dari anggota organisasi yang teredia untuk mencapai tujuan organisasi yang dinyatakan.
7.      David. H. Holt
Proses merencanakan, mengorganisasi, dan mengendalikan yang mencakup manusia, material, dan sumber daya keuangan dalam suatu lingkungan organisasi.[2]
            Berdasarkan definisi-definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa:
a.       Manajemen memliki tujuan yang ingin dicapai
b.      Manajemen merupakan perpaduan antara ilmu dengan seni
c.       Manajemen merupakan proses yang sistematis, terkoordinasi, kooperatif, dan terintegrasi dalam memanfaatkan unsur-unsurnya (men, money, methods, materials, machines, market)
d.      Manajemen baru dapat diterapkan jika ada dua orang atau lebih melakukan kerjasama dalam organisasi
e.       Manajemen harus didasarkan pada pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab
f.       Manajemen terdiri dari beberapa fungsi
g.      Manajemen hanya merupakaan alat untuk mencapai tujuan.
Sedangkan Luther Gulick mendefinisikan manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerja sama ini lebih bermanfaat bagi kemanusiaan. Menurut Gulick manajemen telah memenuhi persyaratan untuk disebut bidang ilmu pengetahuan, karena telah dipelajari untuk waktu yang lama dan tidak diorganisasi menjadi suatu rangkaian teori. Teori-teori ini masih terlalu umum dan subyektif. Tetapi, teori manajemen selalu diuji dalam praktek, sehingga manajemen sebagai ilmu akan terus berkembang.
Hubungan antara teori dan praktek manajemen adalah:
Praktek            menimbulkan suatu teori          menghasilkan prinsip-prinsip           yang akan menjadi kaidah-kaidah           dasar pengembang an kegiatan manajemen dalam praktek.

Dari teori-teori di atas dapat kita ketahui bahwa manajemen merupakan suatu ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dengan aktifitas-aktifitas atau tindakan-tindakan tertentu untuk mencapai suatu tujuan secara efektif dan efisien.

B.     Fungsi Manajemen
Menurut Skinner[3] (1992), fungsi manajemen meliputi:
1.      Perencanaan (planning),
2.      Pengorganisasian (organizing),
3.      Pengerjaan (staffing),
4.      Pengarahan (directing),
5.      Pengendalian (controlling).
Sedangkan menurut Stephen P. Robbin[4] (1993), fungsi manajemen meliputi:
1.      Perencanaan (planning),
2.      Pengorganisasian (organizing),
3.      Memimpin (leading), dan
4.      Pengendalian (controlling).
Manajemen sebagai suatu proses dipandang sebagai rangkaian kegiatan dari fungsi-fungsi manajemen (yaitu perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan, dan pengendalian) untuk mengkoordinir dan mengintegrasikan penggunaan sumber daya yang ada dalam perusahaan, untuk mencapai tujuan perusahaan.
1.      Perencanaan (planning)
Perencanaan merupakan fungsi paling awal yang merupakan pedoman ke arah mana tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan perencanaan ini dapat di kurangi ketidakpastian; lebih bisa mengarahkan perhatian pada tujuan; dan lebih memudahkan dalam pengawasan.
2.      Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian merupakan fungsi manajemen yang mengelompokkan orang dan memberikan tugas, menjalankan tugas misi. Karena terbatasnya kemampuan seseorang dan meningkatnya volume pekerjaan agar diperoleh hasil yang optimal. Dengan adanya pembagian pekerjaan itu maka muncullah bagian-bagian di dalam perusahaan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar diperoleh bentuk struktur organisasi yang efisien, yaitu:
a.       Adanya spesialisasi dan pembagian pekerjaan.
b.      Adanya pendelegasian wewenang yang jelas.
c.       Adanya rentang kendali yang sesuai dengan kemampuan supervisi seseorang.
d.      Adanya proses pendelegasian dan pengintegrasian.
e.       Adanya unsur lini dan staff.

3.      Pengarahan (directimg)
Pengarahan merupakan fungsi manajemen untuk mengarahkan dan memberikan perintah. Melalui pengarahan, penyimpangan dari rencana yang telah disusun akan diperkecil, juga memudahkan manajemen untuk melakukan evaluasi.
4.      Pengendalian (controlling)
Yang dimaksud dengan pengendalian adalah suatu proses untuk memastikan bahwa aktivitas aktual perusahaan sesuai dengan yang telah direncanakan. Proses pengendalian mencatat perkembangan ke arah tujuan dan memungkinkan manajer mendeteksi penyimpangan dari perencanaan tepat pada waktunya, untuk mengambil tindakan korektif sebelum terlambat.
Dalam aktivitas pengendalian, hal-hal berikut dilakukan:
a.       Mengukur prestasi kerja berdasarkan standar dan metode pengukuran prestasi.
b.      Menilai penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dan melakukan tindakan koreksi.
c.       Melakukan tinjauan terhadap perencanaan, strategi, dan kebijakan perusahaan.[5] 

Manajemen adalah proses untuk mencapai suatu tujuan. Supaya tujuan tersebut dapat tercapai dengan baik, suatu organisasi hendaknya memiliki program-program atau tindakan-tindakan yang sistematis. Tindakan-tindakan yang sistematis tersebut dapat dimulai dengan merencanakan terlebih dahulu program-program yang akan dilaksanakan, kemudian mengorganisasikannya (spesialisasi/pembagian kerja). Selanjutnya, setelah pekerjaan terspesialisasikan, diberikan pengarahan agar penyimpangan dari rencana-rencana yang telah disusun dapat diperkecil dan untuk mempermudah evaluasi. Kemudian, dilakukan pengendalian untuk memastikan bahwa aktifitas aktual organisasi sesuai dengan yang direncanakan.

C.    Ruang Lingkup Manajemen
1.      Lingkungan luar (eksternal)
Ruang lingkup manajemen lingkungan luar terdiri atas:
a.       Lingkungan umum, yang meliputi: ekonomi, politik, hukum, sosio kultural (budaya), teknologi, dimensi internasional (globalisasi dan paham ekonomi), dan kondisi lingkungan alam.
b.      Lingkungan khusus, yang meliputi: pemilik, customer, klien, pemasok (suplier), pesaing, supli tenaga kerja, badan pemerintah, lembaga keuangan, media, dan serikat pekerja.
2.      Lingkungan dalam (internal)
Ruang lingkup manajemen lingkungan dalam terdiri atas:
a.       Manusia (specialized dan manajerial personal)
b.      Financial (sumber, alokasi, dan kontrol dana)
c.       Fisik (gedung, kantor, dan lain-lain)
d.      Sistem dan teknologi
e.       Sistem nilai dan budaya organisasi.[6] 
Di dalam organisasi manajemen diperlukan agar segala aktifitas atau kinerja organisasi dapat terorganisir dengan baik, sehingga tujuan yang ditetapkan dapat tercapai. Manajemen berpengaruh besar bagi kinerja organisasi karena manajemen memiliki ruang lingkup yang terdiri dari lingkungan dalam dan lingkungan luar yang perlu dikaji agar manajemen dapat berjalan dengan baik. Lingkungan dalam adalah aspek yang ada di dalam organisasi, misalnya: manusia (bagaimana specialized dan manajerial personal bekerja); financial (bagaimana sumber dan pengalokasian dana); dan lain-lain. Sedangkan, lingkungan luar aspek diluar organisasi, misalnya: sosio budaya (bagaimana kehidupan sosial dan keibasaan para pelaku organisasi); dimensi internasional (globalisasi dan paham ekonomi pelaku organisasi); customer (bagaimana sikap customer, apakah merasa puas dengan pelayanan atau tidak); dan lain-lain, semua itu dikaji di dalam manajemen.

D.    Kegunaan Manajemen
Manajemen adalah bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan, dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia atau kepegawaian (staffing), pengarahan dan kepemimpinan (leading), dan pengawasan (controlling).[7] Dengan demikian, jika kita melaksanakannya dengan hati-hati kita akan dapat memperoleh beberapa manfaat sebagai kegunaan manajemen, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Dengan mempelajari manajemen, kita akan mengetahui proses manajemen yang perlu ditempuh agar tujuan organisasi dapat dicapai. Proses manajemen, sebagai kesatuan rangkaian kegiatan yang bekerja saling berhubungan dan saling mempengaruhi.
2.      Dengan mempelajari manajemen, kita akan mengetahui unsur-unsur manajemen apakah yang kita perlukan untuk mencapai tujuan organisasi.
3.      Dengan mengkaji manajemen, kita akan memperoleh sejumlah data dan informasi mengenai tingkat efisiensi dan efektivitas organisasi.[8] Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar (perbandingan antara output dan input), sedangkan efektivitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut ahli manajemen Peter Drucker efektivitas adalah melakukan pekerjaan yang benar (doing the right things), sedang efisiensi adalah melakukan pekerjaan dengan benar (doing things right). Bagi seorang manajer, pertanyaan yang benar adalah bukan bagaimana melakukan pekerjaan dengan benar, tetapi bagaimana menemukan pekerjaan yang benar untuk dilakukan, dan memusatkan sumber daya dan usaha pada pekerjaan tersebut.[9]

Suatu organisasi yang memiliki manajemen baik, maka tujuan yang telah direncanakan akan tercapai pula dengan baik. Melalui manajemen, suatu organisasi akan mengetahui unsur-unsur dan tindakan-tindakan apa saja yang diperlukan untuk mencapai tujuannya. Dengan begitu suatu organisasi akan memperoleh efektifitas dan efisiensi kerja, sehingga tujuan dapat yang direncanakan dapat tercapai.










BAB III PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah kemampuan mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proses manajemen tersebut melalui tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan untuk mengkoordinasi berbagai sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara efisien. Manajemen dapat diterapkan dalam semua organisasi manusia, seperti perusahaan, pemerintah, pendidikan, sosial, keagamaan, dan lain-lain.












DAFTAR PUSTAKA

Anoraga, Pandji. 2009. Manajemen Bisnis. Jakarta: Rineka Cipta.
Handoko, Hani. 1998. Manajemen Edisi 2. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.

Hasibuan, Malayu. 2007.  Manajemen;dasar, pengertian, dan masalah. Jakarta: Bumi Aksara.
Komarrudin. 1990. Manajemen Berdasarkan Sasaran. Jakarta: BumI Aksara.

Widjaja Tunggal, Amin. 2002. Manajemen  suatu Pengantar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
https://afidburhanuddin.wordprees.com. Diunduh pada tanggal 11 Maret 2015.






[1] Malayu Hasibuan, Manajemen;dasar, pengertian, dan masalah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), hlm. 1-3
[2] Amin Widjaja Tunggal, Manajemen  suatu Pengantar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002), hlm.31.
[3] Skinner dalam Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), hlm. 117.

[4] Stephen P. Robbin dalam Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), hlm. 117.
[5] Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), hlm. 117-119.
[6] Dalam laman https://afidburhanuddin.wordprees.com. Diunduh pada tanggal 11 Maret 2015.
[7] Hani Handoko, Manajemen Edisi 2,  (Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta, 1998), hlm. 10-11.
[8]  Komaruddin, Manajemen Berdasarkan Sasaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 1990), hlm. 68-69.
[9]  Hani Handoko, Manajemen Edisi 2.......,hlm. 7.

No comments:

Post a Comment

Designed By VungTauZ.Com