ARTI DAN KEGUNAAN MANAJEMEN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Manajemen mempunyai pengaruh yang besar dalam efektifitas
organisasi dalam lingkungan yang dapat menyebabkan pencapaian hasil terbaik
yang diperoleh dari sumber-sumber daya yang dimiliki dan dapat memuaskan
kebutuhan yang menjadi tujuan terciptanya organisasi.
Mengingat kegunaan manajemen yang penting dalam kehidupan, dalam
makalah ini disajikan teori-teori, dasar-dasar, dan ruang lingkup manajemen
agar kita dapat memanfaatkan manajemen dengan sebaik-baiknya.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa
yang dimaksud dengan manajemen?
2.
Apa
fungsi manajemen?
3.
Apa
yang dimaksud dengan organisasi ruang lingkup manajemen?
4.
Apa
kegunaan manajemen?
C.
Tujuan
1.
Untuk
mengetahui teori-teori manajemen.
2.
Untuk
mengetahui fungsi-fungsi manajemen.
3.
Untuk
mengetahui pengertian organisasi ruang lingkup manajemen.
4.
Untuk
mengetahui kegunaan manajemen.
BAB II ISI
A.
Pengertian
Manajemen
Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur.
Pengaturan dilakukan melalui proses dan berdasarkan urutan dari fungsi-fungsi
manajemen itu. Jadi, manajemen itu merupakan proses untuk mewujudkan tujuan
yang diinginkan.
1.
Menurut
Drs. H. Malayu S.P Hasibuan
Manajemen
adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan
sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan
tertentu.
2.
Andrew
F. Sikula
Manajemen pada
umumnya dikaitkan dengan aktifitas-aktifitas perencanaan, pengorganisasian, pengendalian,
penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi, dan pengambilan keputusan
yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan untuk mengkoordinasikan
berbagai sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga akan dihasilkan
suatu produk atau jasa secara efisien.
3.
G.R
Terry
Manajemen
adalah suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan
serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber
daya manusia dan sumber-sumber lainnya.
4.
Harold
Koontz dan Cyril O’Donnel
Manajemen adalah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui
kegiatan orang lain.[1]
5.
Stephen.
P. Robbin
Proses
menyelesaikan aktivitas secara efisien dengan dan melalui orang lain.
6.
James.
A.F. stoner and E. Edward. Freeman
Proses
merencanakan, mengorganisasi, memimpin, dan mengendalikan pekerjaan dari
anggota organisasi yang teredia untuk mencapai tujuan organisasi yang
dinyatakan.
7.
David.
H. Holt
Proses merencanakan, mengorganisasi, dan mengendalikan yang
mencakup manusia, material, dan sumber daya keuangan dalam suatu lingkungan
organisasi.[2]
Berdasarkan
definisi-definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa:
a.
Manajemen
memliki tujuan yang ingin dicapai
b.
Manajemen
merupakan perpaduan antara ilmu dengan seni
c.
Manajemen
merupakan proses yang sistematis, terkoordinasi, kooperatif, dan terintegrasi
dalam memanfaatkan unsur-unsurnya (men, money, methods, materials, machines, market)
d.
Manajemen
baru dapat diterapkan jika ada dua orang atau lebih melakukan kerjasama dalam
organisasi
e.
Manajemen
harus didasarkan pada pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab
f.
Manajemen
terdiri dari beberapa fungsi
g.
Manajemen
hanya merupakaan alat untuk mencapai tujuan.
Sedangkan Luther Gulick mendefinisikan manajemen sebagai suatu
bidang ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan
bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem
kerja sama ini lebih bermanfaat bagi kemanusiaan. Menurut Gulick manajemen
telah memenuhi persyaratan untuk disebut bidang ilmu pengetahuan, karena telah
dipelajari untuk waktu yang lama dan tidak diorganisasi menjadi suatu rangkaian
teori. Teori-teori ini masih terlalu umum dan subyektif. Tetapi, teori
manajemen selalu diuji dalam praktek, sehingga manajemen sebagai ilmu akan
terus berkembang.
Hubungan antara teori dan praktek manajemen adalah:
Praktek menimbulkan suatu teori menghasilkan prinsip-prinsip yang akan menjadi kaidah-kaidah dasar pengembang an kegiatan
manajemen dalam praktek.
Dari
teori-teori di atas dapat kita ketahui bahwa manajemen merupakan suatu ilmu dan
seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya
lainnya dengan aktifitas-aktifitas atau tindakan-tindakan tertentu untuk
mencapai suatu tujuan secara efektif dan efisien.
B.
Fungsi
Manajemen
Menurut Skinner[3]
(1992), fungsi manajemen meliputi:
1. Perencanaan (planning),
2. Pengorganisasian (organizing),
3. Pengerjaan (staffing),
4. Pengarahan (directing),
5. Pengendalian (controlling).
Sedangkan
menurut Stephen P. Robbin[4] (1993),
fungsi manajemen meliputi:
1. Perencanaan
(planning),
2. Pengorganisasian
(organizing),
3. Memimpin
(leading), dan
4. Pengendalian
(controlling).
Manajemen
sebagai suatu proses dipandang sebagai rangkaian kegiatan dari fungsi-fungsi
manajemen (yaitu perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan,
dan pengendalian) untuk mengkoordinir dan mengintegrasikan penggunaan sumber
daya yang ada dalam perusahaan, untuk mencapai tujuan perusahaan.
1. Perencanaan
(planning)
Perencanaan merupakan fungsi paling
awal yang merupakan pedoman ke arah mana tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya. Dengan perencanaan ini dapat di kurangi ketidakpastian; lebih bisa
mengarahkan perhatian pada tujuan; dan lebih memudahkan dalam pengawasan.
2. Pengorganisasian
(organizing)
Pengorganisasian merupakan fungsi
manajemen yang mengelompokkan orang dan memberikan tugas, menjalankan tugas
misi. Karena terbatasnya kemampuan seseorang dan meningkatnya volume pekerjaan
agar diperoleh hasil yang optimal. Dengan adanya pembagian pekerjaan itu maka
muncullah bagian-bagian di dalam perusahaan.
Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan agar diperoleh bentuk struktur organisasi yang efisien, yaitu:
a. Adanya
spesialisasi dan pembagian pekerjaan.
b. Adanya
pendelegasian wewenang yang jelas.
c. Adanya
rentang kendali yang sesuai dengan kemampuan supervisi seseorang.
d. Adanya
proses pendelegasian dan pengintegrasian.
e. Adanya
unsur lini dan staff.
3. Pengarahan
(directimg)
Pengarahan merupakan fungsi
manajemen untuk mengarahkan dan memberikan perintah. Melalui pengarahan,
penyimpangan dari rencana yang telah disusun akan diperkecil, juga memudahkan
manajemen untuk melakukan evaluasi.
4. Pengendalian
(controlling)
Yang dimaksud dengan pengendalian
adalah suatu proses untuk memastikan bahwa aktivitas aktual perusahaan sesuai
dengan yang telah direncanakan. Proses pengendalian mencatat perkembangan ke
arah tujuan dan memungkinkan manajer mendeteksi penyimpangan dari perencanaan
tepat pada waktunya, untuk mengambil tindakan korektif sebelum terlambat.
Dalam aktivitas pengendalian,
hal-hal berikut dilakukan:
a. Mengukur
prestasi kerja berdasarkan standar dan metode pengukuran prestasi.
b. Menilai
penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dan melakukan tindakan koreksi.
c. Melakukan
tinjauan terhadap perencanaan, strategi, dan kebijakan perusahaan.[5]
Manajemen
adalah proses untuk mencapai suatu tujuan. Supaya tujuan tersebut dapat tercapai dengan baik, suatu organisasi hendaknya
memiliki program-program atau tindakan-tindakan yang sistematis.
Tindakan-tindakan yang sistematis tersebut
dapat dimulai dengan merencanakan terlebih
dahulu program-program yang akan dilaksanakan, kemudian mengorganisasikannya
(spesialisasi/pembagian kerja).
Selanjutnya, setelah pekerjaan terspesialisasikan, diberikan pengarahan agar penyimpangan dari rencana-rencana yang
telah disusun dapat diperkecil dan untuk mempermudah evaluasi. Kemudian,
dilakukan pengendalian untuk memastikan bahwa
aktifitas aktual organisasi sesuai dengan yang direncanakan.
C. Ruang
Lingkup Manajemen
1.
Lingkungan
luar (eksternal)
Ruang lingkup manajemen
lingkungan luar terdiri atas:
a. Lingkungan
umum, yang meliputi: ekonomi, politik, hukum, sosio kultural (budaya),
teknologi, dimensi internasional (globalisasi dan paham ekonomi), dan kondisi
lingkungan alam.
b. Lingkungan
khusus, yang meliputi: pemilik, customer, klien, pemasok (suplier), pesaing,
supli tenaga kerja, badan pemerintah, lembaga keuangan, media, dan serikat
pekerja.
2.
Lingkungan dalam (internal)
Ruang lingkup manajemen
lingkungan dalam terdiri atas:
a. Manusia
(specialized dan manajerial personal)
b. Financial
(sumber, alokasi, dan kontrol dana)
c. Fisik
(gedung, kantor, dan lain-lain)
d. Sistem
dan teknologi
e. Sistem
nilai dan budaya organisasi.[6]
Di dalam organisasi manajemen diperlukan agar segala aktifitas atau
kinerja organisasi dapat terorganisir dengan baik, sehingga tujuan yang ditetapkan dapat
tercapai. Manajemen berpengaruh besar bagi kinerja organisasi karena manajemen
memiliki ruang lingkup yang terdiri dari lingkungan dalam dan lingkungan luar
yang perlu dikaji agar manajemen dapat berjalan dengan baik. Lingkungan dalam
adalah aspek yang ada di dalam organisasi, misalnya: manusia (bagaimana specialized dan manajerial
personal bekerja); financial (bagaimana sumber dan pengalokasian dana); dan
lain-lain. Sedangkan, lingkungan luar aspek diluar organisasi, misalnya: sosio
budaya (bagaimana kehidupan sosial dan keibasaan para pelaku organisasi);
dimensi internasional (globalisasi dan paham ekonomi pelaku organisasi);
customer (bagaimana sikap customer, apakah merasa puas dengan pelayanan atau
tidak); dan lain-lain, semua itu dikaji di dalam manajemen.
D.
Kegunaan
Manajemen
Manajemen adalah bekerja dengan orang-orang untuk menentukan,
menginterpretasikan, dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan
fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia atau
kepegawaian (staffing), pengarahan dan kepemimpinan (leading), dan pengawasan (controlling).[7]
Dengan demikian, jika kita melaksanakannya dengan hati-hati kita akan dapat
memperoleh beberapa manfaat sebagai kegunaan manajemen, diantaranya adalah
sebagai berikut:
1. Dengan mempelajari manajemen, kita akan mengetahui
proses manajemen yang perlu ditempuh agar tujuan organisasi dapat dicapai.
Proses manajemen, sebagai kesatuan rangkaian kegiatan yang bekerja saling
berhubungan dan saling mempengaruhi.
2. Dengan mempelajari manajemen, kita akan mengetahui unsur-unsur
manajemen apakah yang kita perlukan untuk mencapai tujuan organisasi.
3. Dengan mengkaji manajemen, kita akan memperoleh sejumlah data dan
informasi mengenai tingkat efisiensi dan efektivitas organisasi.[8]
Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar (perbandingan
antara output dan input), sedangkan efektivitas merupakan kemampuan untuk
memilih tujuan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut ahli manajemen Peter Drucker efektivitas adalah melakukan
pekerjaan yang benar (doing
the right things), sedang efisiensi adalah melakukan pekerjaan dengan benar (doing
things right). Bagi seorang manajer, pertanyaan yang benar adalah bukan
bagaimana melakukan pekerjaan dengan benar, tetapi bagaimana menemukan
pekerjaan yang benar untuk dilakukan, dan memusatkan sumber daya dan usaha pada
pekerjaan tersebut.[9]
Suatu organisasi yang memiliki manajemen baik, maka
tujuan yang telah direncanakan akan tercapai pula dengan baik. Melalui
manajemen, suatu organisasi akan mengetahui unsur-unsur dan tindakan-tindakan
apa saja yang diperlukan untuk mencapai tujuannya. Dengan begitu suatu
organisasi akan memperoleh efektifitas dan efisiensi kerja, sehingga tujuan
dapat yang direncanakan dapat tercapai.
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen
adalah kemampuan mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan
sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan. Proses manajemen tersebut melalui tindakan-tindakan perencanaan,
pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian,
komunikasi, dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi
dengan tujuan untuk mengkoordinasi berbagai sumber daya yang dimiliki oleh
perusahaan sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara efisien.
Manajemen dapat diterapkan dalam semua organisasi manusia, seperti perusahaan,
pemerintah, pendidikan, sosial, keagamaan, dan lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA
Anoraga, Pandji. 2009. Manajemen Bisnis. Jakarta: Rineka Cipta.
Handoko,
Hani. 1998.
Manajemen Edisi 2. Yogyakarta:
BPFE-Yogyakarta.
Hasibuan,
Malayu. 2007. Manajemen;dasar,
pengertian, dan masalah. Jakarta: Bumi Aksara.
Komarrudin.
1990. Manajemen Berdasarkan Sasaran. Jakarta: BumI Aksara.
Widjaja
Tunggal, Amin. 2002. Manajemen suatu
Pengantar. Jakarta: PT
Rineka Cipta.
https://afidburhanuddin.wordprees.com. Diunduh pada tanggal 11 Maret 2015.
No comments:
Post a Comment