Breaking News

Wednesday, 30 December 2015

Privacy Policy

Privacy Policy for PR 45-cOM

If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at Privacy.

At http://pras5.blogspot.co.id/ we consider the privacy of our visitors to be extremely important. This privacy policy document describes in detail the types of personal information is collected and recorded by http://pras5.blogspot.co.id/ and how we use it.

Log Files
Like many other Web sites, http://pras5.blogspot.co.id/ makes use of log files. These files merely logs visitors to the site - usually a standard procedure for hosting companies and a part of hosting services's analytics. The information inside the log files includes internet protocol (IP) addresses, browser type, Internet Service Provider (ISP), date/time stamp, referring/exit pages, and possibly the number of clicks. This information is used to analyze trends, administer the site, track user's movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.

Cookies and Web Beacons
http://pras5.blogspot.co.id/ uses cookies to store information about visitors' preferences, to record user-specific information on which pages the site visitor accesses or visits, and to personalize or customize our web page content based upon visitors' browser type or other information that the visitor sends via their browser.

DoubleClick DART Cookie
→ Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on http://pras5.blogspot.co.id/.
→ Google's use of the DART cookie enables it to serve ads to our site's visitors based upon their visit to http://pras5.blogspot.co.id/ and other sites on the Internet.
→ Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL - http://www.google.com/privacy_ads.html

Our Advertising Partners
Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include .......

  • Google
  • Commission Junction
  • Amazon
  • Widget Bucks
  • Adbrite
  • Clickbank
  • Linkshare
  • Yahoo! Publisher Network
  • Azoogle
  • Chitika
  • Kontera
  • TradeDoubler

While each of these advertising partners has their own Privacy Policy for their site, an updated and hyperlinked resource is maintained here: Privacy Policies.
You may consult this listing to find the privacy policy for each of the advertising partners of http://pras5.blogspot.co.id/.

These third-party ad servers or ad networks use technology in their respective advertisements and links that appear on http://pras5.blogspot.co.id/ and which are sent directly to your browser. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies (such as cookies, JavaScript, or Web Beacons) may also be used by our site's third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertising campaigns and/or to personalize the advertising content that you see on the site.

http://pras5.blogspot.co.id/ has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.

Third Party Privacy Policies
You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. http://pras5.blogspot.co.id/'s privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites. You may find a comprehensive listing of these privacy policies and their links here: Privacy Policy Links.

If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers' respective websites. What Are Cookies?

Children's Information
We believe it is important to provide added protection for children online. We encourage parents and guardians to spend time online with their children to observe, participate in and/or monitor and guide their online activity. http://pras5.blogspot.co.id/ does not knowingly collect any personally identifiable information from children under the age of 13. If a parent or guardian believes that http://pras5.blogspot.co.id/ has in its database the personally-identifiable information of a child under the age of 13, please contact us immediately (using the contact in the first paragraph) and we will use our best efforts to promptly remove such information from our records.

Online Privacy Policy Only
This privacy policy applies only to our online activities and is valid for visitors to our website and regarding information shared and/or collected there. This policy does not apply to any information collected offline or via channels other than this website.

Consent
By using our website, you hereby consent to our privacy policy and agree to its terms.



Update
This Privacy Policy was last updated on: Thursday, December 31st, 2015. Privacy Policy Online Approved Site
Should we update, amend or make any changes to our privacy policy, those changes will be posted here.

Read more ...

Memilih Jenis Buah Mangga - PR 45-cOM

MANGGA

          Mutu buah mangga (Mangifera indica) di tentukan dari derajat keruaan, kebersihan, bentuk, ada tidaknya anthracnose (busuk buah), kerusakan akibat hama, goresan, memar, maupun terdapat getah pada buah

           Mangga dinyatakan tua bila telah mencapai tingkat perkembangan maksimum yang menjamin tercapainya proses pematangan maksimum yang menjamin tercapainya proses pematangan secara sempurna. Tanda-tanda mangga yang telah tua adalah bagian pangkal buah penuh membulat, ujung sudah tidak terlalu runcing, permukaan kulih dilalpisi lapisan lilin, dan getah terlihat jernih. Mangga dinyatakan matang apabila daging buahnya llunak dan rasanya  manis.

         Varietas mangga yang terkenal di Indonesia antara lain arumanis, gedong, goleh, manalagi, dan cengkir



1.Mangga Arumanis
Buah yang layak dipilih
Ukuran buah          : besar                  >400 g
                                 sedang          350-400 g
                                 kecil              300-349 g
                                 sangat kecil   250-299 g
Bentuk buah          : jorong, pangkal buah bulat dan miring lekukan dangkal atau tidak ada, ujung 
                                buah runcing dan berparuh sekit
Kulit buah masak  : tipis, halus. berlilin, warna pangkal hijau kuning kecoklatan sampai merah 
                                keunguan, bagian ujung hijau
Daging biah           : tebal, kuning, berserat halus, dan berair banyak
Rasa                       : manis beraroma harum


Buah tak layak pilih
    Terdapat bercak-bercak hitam kecoklatan atau merah muda Busuk pada tangkai atau pangkal buah 
    Cacat, luka, memar, kotor, serta terlihat bekas gigitan srangga, kulit keriput.
    Daging buah lembek
    Aroma kurang
    Ujuang Buah berlalu runcing dan pangkal kurang membulat


2.Mangga Golek
Buah yang layak dipilih
Ukuran buah         : besar                > 500 g
                                sedang          450-500 g
                                kecil             400-449 g
                                sangat kecil  350-399 g
Bentuk buah          : panjang, pangkal agak runcing, ujung runcing, tidak berlekuk, dan tidak
                                berparuh.
Kulit buah masak  : agak tebal dan halus berlilin, warna pangkal kuning, dan ujung hijau muda
Daging buah          : tebal, lunak, warna kuning, serat halus, dan kadar air buah sedang
Rasa                       : Manis dan aroma agak harum

Buah tidak layak dipilih
    Ukuran buah belum cukup
    Kulit keriput
    Memperlihatkan bercak, cacat, luka, atau memar


2.Mangga Gedong
Buah yang layak dipilih
Ukuran buah         : besar                > 250 g
                                sedang         200-250 g
                                kecil            150-199 g
                                sangat kecil 100-149 g
Bentuk buah          : bulat, tangkai di tengah, pangkal buah miring agak berlekuk, dan ujung buah
                                membulat tidak berparuh
Kulit buah masak  : tebal dan halus berlilin, warna merah jingga, dan ujung merah kekuningan
Daging buah          : tebal, kenyal, warna kuning sampai kuning jingga, serat halus, dan kadarbanyak
Rasa                       : Manis dan aroma  harum agak keras
 
Buah tidak layak dipilih
    Ukuran buah belum cukup
    Kulit keriput dan kusam
    Memperlihatkan bercak, cacat, luka, atau memar
    Warna belum optimal


mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan... untuk jenis mangga yang selanjutnya tunggu di artikel selanjutnya.......semoga bisa berguna


Read more ...

Tuesday, 29 December 2015

Letah Hati


Lelah Hati Ini
  






Menerawang suasana malam bertabur bintang.
Ku sadarkan angan kepada bulan.
Lelah hati yang membuatmu bimbang.
Menjalin cinta yang tiada keputusan.
                                    Terbentang sebuah tebing jurang yang teramat terjang.
                                    Dan.
                                    Tak mungkin sekali kita untuk menyebranginya.
Sayap-sayap cinta yang telah patah.
Bersama rasa yang terbuang.
Letih sudah kaki ini melangkah.
Membawa angan yang kian suram.
                                    Bunga cinta yang tak lagi mekar.
                                    Layu hingga menjadi kusam.
                                    Kisah yang terlalu panjang.
                                    & hanya menyisahkan keletihan.

Read more ...

Sunday, 27 December 2015

Laptop Berbicara: Lengkap



Baik kawan-kawan taukah kita bahwa PC/Laptop kita ternyata dapat menyapa kita ketika PC kita dihidupkan. Banyak juga yang bertanya-tanya apa mungkin hal tersebut bisa. Pada mulanya saya sendiri juga tidak yakin bahwa semua itu bisa. Tapi setelah saya buktikan di Laptop saya ternyata berhasil, disini saya menggunakan Windows 7 Ultim,,...

Pada pertemuan kali ini saya akan berbagi pengalaman saya kepada kalian mengenai cara membuat Laptop kita menyapa ketika pertama kali kita hidupkan.

Langsung saja kita mulai caranya.
1.      Pertama-tama kita buka Notepad.
2.      Kemudian Copykan kode di bawah ini ke Notepad kalian.

Dim speaks, speech
speaks="how are you Mr. yudi Prasetyo?"
Set speech=CreateObject("sapi.spvoice")
speech.Speak speaks

3.      Untuk yang berwarna merah, kita bisa ganti kalimat sesuai dengan keinginan kita,

Catatan: untuk suara lebih bagus kita menggunakan bahasa inggris.

4.      Kemudian kita simpan file Notepad tersebut dengan format “.vbs” tanpa tanda petik contoh : welcom.vbs     pada type pilih: All Files



5.      Kemudian letakkan atau pindah file tadi seperti di bawah ini.
Computer/System C/User/YudiPrasetyo(nama pc kita)/AppData/Roaming/Microsoft/Windows/Startmenu/Program/Startup

6.      Untuk melihat hasilnya Lalu kita Restart Laptop kita.

7.      Untuk yang masih bingung silahkan ditanyakan,

temen-temen bisa lihat vidionya di bawah ini

Membuat Laptop Menyapa
Read more ...

Mengganti Background Pada Foto(Lengkat)



Berikut ini merupakan cara untuk mengganti foto background dengan aplikasi Photoshop. Bagi teman-teman yang sudah tahu, sebenarnya cara ini sangatlah mudah sekali, simpel, dan tidaklah ribet. Mungkin ada temen-temen yang masih bingung atau belum jelas, silahkan simak saja tutorialnya mengenai sara menggati background foto, maka pada tutorialnya akan saya tuliskan mengenai petunjuknya.

Sebenarnya intinya ketika kita ingin merubah background pada foto kita dengan Photoshop, yaitu dengan memisahkan antara model foto atau gambar kita dengan latar belakang pada foto kita. Untuk lebih jelasnya silahkan kawan-kawan simak aja ya oke...

Tahapan mengganti background di Photoshop
1.      Bukalah aplikasi Photoshop terlebih dahulu.
2.      Bukalah foto yang akan di edit

















3.       
     Kita lakukan seleksi pada fotonya




                                                                                   


4.      Kemudian duplikat layernya dengan menekan CTRL + J pada kyboard. Lalu tambahkan gambar yang akan di jadikan background
















5.      Ubahlah urutan layer. Jadikan layer yang unuk backgroundnya di antara kedua layer..



 

 










6.      Kemudin sudah selesai deh.. dan ini hasilnya



 

 








                                                                                                                  
7.      Catatan, memang mudah untuk melakukannya, yang sedikit menyulitkan yaitu, ketika sedang melakukan seleksi, karena memerlukan ketelitian dan kesabaran yang tinggi,.
Selamat mencoba untuk teman-teman semuanya....semoga berhasil
Read more ...

Wednesday, 23 December 2015

Pengantar Manajemen Pengawasan & Pengendalian:Lengkap



MAKALAH PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Ilmu pengetahuan pada dasarnya dibagi atas dua golongan, yaitu ilmu pengetahuan alam / eksakta dan ilmu pengetahuan sosial.
Manajemen termasuk kedalam kelompok ilmu pengetahuan sosial. Manajemen adalah bidang yang sangat penting untuk dipelajari dan dikembangkan karena tidak ada perusahaan yang dapat berhasil baik tanpa menerapkan manajemen secara baik. Manajemen digunakan untuk menetapkan tujuan,  usaha untuk mencapai tujuan serta memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien.  Manajemen juga merupakan suatu pedoman pikiran dan tindakan.
Jadi, jika ilmu manajemen dipahami, dihayati, dikembangkan serta diterapkan, maka pembinaan bangsa, politik, ekonomi, kemakmuran dan sebagainya akan mudah ditingkatkan. Manajemen juga didasarkan pada kerjasama yang serasi, harmonis, serta pembagian kerja, tanggung jawab diantara semua anggota masyarakat, maka pentinglah ilmu pengetahuan ini dipelajari.
Pengendalian (pengawasan) atau controlling adalah bagian terakhir dari fungsi manajemen. Fungsi ini sangat penting dan sangat menentukan pelaksanaan proses manajemen, karena itu harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Fungsi manajemen yang dikendalikan adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian itu sendiri. Kasus-kasus yang banyak terjadi dalam organisasi adalah akibat masih lemahnya pengendalian sehingga terjadilah berbagai penyimpangan antara yang direncanakan dengan yang dilaksanakan.


B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian pengawasan  dan pengendalian?
2.      Apa tujuan pengawasan dan pengendalian?
3.      Apa prinsip pengawasan dan pengendalian?
4.      Apa saja asas-asas pengawasan dan pengendalian?
5.      Apa saja jenis-jenis pengawasan dan pengendalian?
6.      Bagaimana proses pengawasan dan pengendalian?

C.    TUJUAN
1.      Pembaca dapat memahami pengertian pengawasan dan pengendalian.
2.      Pembaca dapat memahami tujuan pengawasan dan pengendalian.
3.      Pembaca dapat memahami prinsip pengawasan dan pengendalian.
4.      Pembaca dapat memahami asas-asas pengawasan dan pengendalian.
5.      Pembaca dapat mengerti jenis-jenis pengawasan dan pengendalian.
6.      Pembaca dapat memahami proses pengawasan dan pengendalian.











BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pengawasan dan Pengendalian
Fungsi kelima dari seorang pemimpin adalah pengawasan serta pengendalian. Fungsi ini merupakan fungsi setiap manajer yang terakhir. Fungsi ini merupakan fungsi pimpinan yang berhubungan dengan usaha menyelamatkan jalannya perusahaan ke arah pulau cita-cita yakni  kepada tujuan yang telah direncanakan.[1]
Melakukan suatu tugas, hanya mungkin dengan baik bila seseorang yang melaksanakan tugas itu mengerti arti dan tujuan dari tugas yang dilaksanakan. Demikianpun seorang pemimpin yang melakukan tugas pengawasan, haruslah sungguh-sungguh mengerti arti dan tujuan daripada pelaksanaan tugas pengawasan.
Pengawasan atau pengendalian merupakan follow up dari perintah-perintah yang sudah dikeluarkan. Apa yang sudah diperintahkan haruslah diawasi, agar apa yang diperintahkan itu benar-benar dilaksanakan.
Pengawasan dapat diartikan sebagai suatu proses untuk penentuan apa pekerjaan selanjutnya untuk apa yang telah dilaksanakan, menilainya dan mengkoreksi bila perlu dengan maksud agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula.[2]

B.     Tujuan Pengawasan dan Pengendalian
Jelas kiranya, dari pengertian pengawasan diatas, bahwa tujuan utama dari pengawasan ialah :
1.      Mengusahakan agar apa yang direncanakan menjadi kenyataan.
2.      Supaya proses pelaksanaan dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan rencana.
3.      Melakukan tindakan perbaikan (corrective) jika terdapat penyimpangan-penyimpangan (deviasi)
4.      Agar tujuan yang dihasilkan sesuai dengan yang direncanakan.
Untuk dapat mencapai tujuan-tujuan tersebut, maka pengawasan pada taraf pertama bertujuan agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan instruksi yang telah dikeluarkan, dan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan serta kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam pelaksanaan rencana berdasarkan penemuan-penemuan tersebut dapat diambil tindakan untuk memperbaikinya baik pada waktu itu ataupun waktu-waktu yang akan datang.
C.    Fungsi Pengawasan
Ralph Currier Davis dan Alan C. Filley membagi fungsi pengawasan menjadi delapan sub-fungsi yang terdiri dari tahap-tahap kegiatan sebagai berikut:
1.      Perencanaan rutin (routine planning)
2.      Penjadwalan (scheduling)
3.      Persiapan (preparation)
4.      Pengabaran (dispatching)
5.      Pengarahan (direction)
6.      Pemeriksaan (supervision)
7.      Pembandingan (comparison)
8.      Pembetulan (corrective action)
D.    Prinsip-prinsip Pengawasan dan Pengendalian
Untuk mendapatkan sistem pengawasan yang efektif, maka perlu dipenuhi beberapa prinsip pengawasan. Dua prinsip pokok yang merupakan suatu kondisi bagi sistem pengawasan yang efektif ialah adanya rencana tertentu dan adanya pemberian instruksi-instruksi, serta wewenang-wewenang kepada bawahan.[3]
Selain kedua prinsip pokok diatas, maka suatu sitem pengawasan haruslah mengandung prinsip-prinsip berikut:
1.      Dapat mereflektir sifat-sifat dan kebutuhan-kebutuhan dari kegiatan-kegiatan yang harus diawasi.
2.      Dapat dengan segera melaporkan penyimpangan-penyimpangan.
3.      Fleksibel.
4.      Dapat mereflektir pola organisasi.
5.      Ekonomis.
6.      Dapat dimengerti.
7.      Dapat menjamin diadakannya tindakan korektif.
Sistem pengawasan adalah efektif, bilamana sistem pengawasan itu memenuhi prinsip fleksibilitas. Ini berarti bahwa sistem pengawasan itu tetap dapat dipergunakan meskipun terjadi perubahan-perubahan terhadap rencana diluar dugaan.
E.     Asas-asas Pengawasan dan Pengendalian
Harold Koontz dan Cyril O Donnel menetapkan asas pengendalian sebagai berikut[4] :
1.      Asas tercapainya tujuan (Principle of assurance of objective), artinya pengendalian harus ditujukan ke arah tercapainya tujuan yaitu dengan mengadakan perbaikan untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan dari rencana.
2.      Asas efisiensi pengendalian (Principle of efficiency of control), artinya pengendalian itu efisien, dapat menghindari penyimpangan dari rencana, sehingga tidak menimbulkan hal-hal lain yang diluar dugaan.
3.      Asas tanggung jawab pengendalian (Principle of control responsibility), artinya pengendalian hanya dapat dilaksanakan jika manajer bertanggung jawab terhadap pelaksanaan rencana.
4.      Asas pengendalian terhadap masa depan (principle of future control), artinya pengendalian yang efektif harus ditujukan kearah pencegahan penyimpangan-penyimpangan yang akan terjadi, baik waktu sekarang maupun masa yang akan datang.
5.      Asas pengendalian langsung (Principle of direct control), artinya teknik kontrol yang paling efektif ialah mengusahakan adanya manajer bawahan yang berkualitas baik.
6.      Asas refleksi perencanaan (principle of reflection of plans), artinya pengendalian harus disusun dengan baik, sehingga dapat mencerminkan karakter dan susunan rencana.
7.      Asas penyesuaian dengan organisasi (Principle of organizational suitability), artinya pengendalian harus dilakukan sesuai dengan struktur organisasi.
8.      Asas pengendalian individual (Principle of individuality of control), artinya pengendalian dan teknik pengendalian harus sesuai dengan kebutuhan manajer.
9.      Asas standar (principle of standard), artinya pengendalian yang efektif dan efisien memerlukan standar yang tepat yang akan dipergunakan sebagai tolok ukur pelaksanaan dan tujuan yang akan dicapai.
10.  Asas pengawasan terhadap strategis (Principle of strategic point control), artinya pengendalian yang efektif dan efisien memerlukan adanya perhatian yang ditujukan terhadap faktor-faktor yang strategis dalam perusahaan.
11.  Asas kekecualian (the exception principle), artinya efisiensi dalam pengendalian membutuhkan adanya perhatian yang ditujukan terhadap faktor kekecualian.
12.  Asas pengendalian fleksibel (principle of flexibility of control), artinya pengendalian harus luwes untuk menghindari kegagalan pelaksanaan rencana.
13.  Asas peninjauan kembali (principle of review), artinya sistem pengendalian harus ditinjau berkali-kali, agar sistem yang digunakan berguna untuk mencapai tujuan.
14.  Asas tindakan (principle of action), artinya pengendalian dapat dilakukan apabila ada ukuran-ukuran untuk mengoreksi penyimpangan-penyimpangan rencana, organisasi, staffing, dan directing.

F.     Jenis-jenis Pengendalian
Ada berbagai macam pendapat tentang jenis-jenis pengawasan. Hal itu terjadi karena perbedaan sudut pandangan atau dasar perbedaan jenis-jenis pengawasan itu. Ada empat macam dasar penggolongan jenis-jenis pengawasan, yakni[5]:
1.      Berdasarkan sifat dan waktu pengawasan
Sifat dan waktu pengawasan dapat dibedakan atas :
a.       Preventive control , yaitu pengendalian yang dilakukan sebelum kegiatan dikerjakan dengan maksud supaya tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan.
b.      Repressive control , yaitu pengendalian yang dilakukan setelah terjadi penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan, dengan maksud agar tidak terjadi pengulangan kesalahan, sehingga sasaran yang direncanakan dapat tercapai.
c.       Pengendalian yang dilakukan ditengah proses penyimpangan terjadi
d.      Pengendalian berkala, yaitu pengendalian yang dilakukan secara berkala sebulan sekali atau satu kuartal sekali atau satu tahun sekali.
e.       Pengendalian mendadak, yaitu pengendalian yang dilakukan secara mendadak.
2.      Berdasarkan obyek pengawasan
Obyek atau sasaran pengawasan ialah :
a.       Pengendalian produksi (production control). Pengendalian ini ditujukan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas produksi yang dihasilkan, apakah sesuai dengan standar atau rencananya.
b.      Pengendalian keuangan (financial control). Pengendalian ini ditujukan kepada hal-hal yang menyangkut keuangan, tentang pemasukan dan pengeluaran, biaya-biaya perusahaan termasuk pengendalian anggarannya.
c.       Pengendalian pegawai (personal control). Pengendalian ini ditujukan kepada hal-hal yang ada hubungannya dengan kegiatan karyawan. Misalnya apakah karyawan bekerja sesuai dengan rencana, perintah, tata kerja, disiplin, absensi, dan sebagainya.
d.      Pengendalian waktu (time control). Pengendalian ini ditujukan kepada penggunaan waktu, artinya apakah waktu untuk mengerjakan suatu pekerjaan sesuai atau tidak dengan rencana.
e.       Pengendalian kebijaksanaan (policy control). Pengendalian ini ditujukan untuk mengetahui dan menilai, apakah kebijaksanaan-kebijaksanaan organisasi telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah digariskan.
f.       Pengendalian teknis (technical control). Pengendalian ini ditujukan kepada hal-hal yang bersifat fisik, yang berhubungan dengan tindakan dan teknis pelaksanaan.
g.      Pengendalian penjualan (sales control). Pengendalian ini ditujukan untuk mengetahui apakah produksi atau jasa yang dihasilkan terjual sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
h.      Pengendalian inventaris (Inventary control). Pengendalian ini ditujukan untuk mengetahui apakah inventaris perusahaan masih ada semua atau ada yang hilang, apakah masih layak pakai, atau harus diganti.
i.        Pengendalian pemeliharaan (Maintenance control). Pengendalian ini ditujukan untuk mengetahui apakah semua inventaris perusahaan dan kantor dipelihara dengan baik atau tidak, dan jika ada yang rusak apa kerusakannya, apa masih dapat diperbaiki atau tidak.

3.      Berdasarkan Subyek pengawasan
Bilamana pengawasan itu dibedakan atas dasar penggolongan siapa yang mengadakannya, maka pengawasan itu dapat dibedakan atas:
a.       Internal control, yaitu pengendalian yang dilakukan seorang atasan terhadap bawahannya. Cakupan dari pengendalian intern ini meliputi hal-hal yang cukup luas, baik pelaksanaan tugas, prosedur, sistem, hasil, kehadiran dan lain-lain.
b.      External control, yaitu pengendalian yang dilakukan oleh pihak luar. Pengendalian extern dapat dilakukan secara formal atau informal.
c.       Audit control, yaitu pengendalian atau penilaian atas masalah-masalah yang berkaitan dengan pembukuan perusahaan.
d.      Formal control, yaitu pengendalian yang dilakukan oleh instansi atau pejabat yang berwenang dan dapat dilakukan secara intern, maupun extern.
e.       Informil control, yaitu pengendalian yang dilakukan oleh masyarakat atau konsumen, baik langsung maupun tidak langsung.

4.      Berdasarkan proses dan cara-cara pengendalian
Proses pengendalian dilakukan secara bertahap melalui langkah-langkah berikut:
a.       Menentukan standar-standar yang akan digunakan sebagai dasar pengendalian.
b.      Mengukur pelaksanaan atau hasil yang telah dicapai.
c.       Membandingkan pelaksanaan atau hasil dengan standar dan menentukan penyimpangan jika ada.
d.      Melakukan tidakan perbaikan, jika terdapat penyimpangan agar pelaksanaan dan tujuan sesuai dengan rencana. Rencana juga perlu dinilai ulang dan dianalisi kembali, apakah sudah benr-benar realistis atau tidak. Jika belum benar atau realistis maka rencana itu harus diperbaiki.
Agar pengawasan yang dilakukan seorang atasan berjalan secara efektif, maka haruslah terkumpul fakta-fakta ditangan pemimpin yang bersangkutan. Dapat dilakukan dengan:
a.       Personal observation (peninjauan pribadi), yaitu mengawasi dengan jalan meninjau secara pribadi sehingga dapat dilihat sendiri pelaksanaan pekerjaannya. Cara pengawasan ini mengandung suatu kelemahan, bila timbul syak wasangka dari bawahan. Cara seperti ini memberi kesan kepada bawahan, bahwa mereka diamati secara kerass dan kuat sekali. Di pihak lain ada yang berpendapat bahwa cara inilah yang terbaik. Sebagai alasan karena dengan cara ini kontak langsung antara atasan dan bawahan dapat dipererat.
b.      Interview (laporan lisan), yaitu pengawasan yang dilakukan dengan mengumpulkan fakta-fakta melalui laporan lisan yang diberikan bawahan. Wawancara yang diberikan ditujukan kepada orang-orang atau segolongan orang tertentu yang dapat memberikan gambaran dari hal-hal yang ingin diketahui terutama tentang hasil sesungguhnya (actual results) yang dicapai oleh bahawannya.
c.       Written report (laporan tertulis), yaitu suatu pertanggung jawaban kepada atasannya mengenai pekerjaan yang dilaksanakannya, sesuai dengan instruksi dan tugas-tugas yang diberikan atasan kepadanya.
d.      Control by exception (pengawasan berdasarkan kekecualian), adalah suatu sistem pengawasan, dimana pengawasan itu ditujukan kepada soal-soal kekecualian. Jadi pengawasan hanya dilakukan bila diterima laporan yang menunjukkan adanya peristiwa-peristiwa yang istimewa. Pengendalian ini dikhususkan untuk kesalahan-kesalahan yang luar biasa dari hasil atau standar yang diharapkan.





G.    Alat-alat Pengendalian
Alat-alat pengendalian yang dapat dipergunakan suatu perusahaan atau organisasi, yaitu:
1.      Budget (anggaran)
Budget adalah suatu ikhtisar hasil yang akan diharapkan dari pengeluaran-pengeluaran yang disediakan untuk mencapai hasil tersebut. Pengendalian budget (budgetary control) bertujuan untuk mengetahui apakah hasil yang diharapkan dari penerimaan atau pengeluaran itu sesuai dengan yang diinginkan atau tidak. Hal ini dapat diketahui dengan cara membandingkanny dengan budget, karena dalam budget telah ditetapkan jumlah penerimaan, jumlah pengeluaran dan hasil yang akan diperoleh untuk masa yang akan datang. Apabila tidak sesuai dengan budget, baik penerimaan atau pengeluaran, maupun hasil yang diperoleh, maka perusahaan itu tidak efektif karena terdapat penyimpangan (deviasi) dan manajer perusahaan harus segera mengadakan perbaikan (correction).[6]
Pada dasarnya, tipe-tipe budget dibedakan atas :
a.     Sales budget (anggaran penjualan)
b.     Production budget (anggaran produksi)
c.     Cost production budget (anggaran biaya produksi)
d.    Step budget (menunjukkan bermacam-macam tingkat produksi)
e.     Purchasing budget (anggaran pembelian)
f.      Labor budget/budget personnel (berhubungan dengan jumlah buruh)
g.     Cash and financial budget (anggaran keuangan)
h.     Master budget (budget keseluruhan)

2.      Non Budget
Alat pengendalian nonbudget yaitu sebagai berikut:
a.       Personal observation, yaitu pengawasan langsung secara pribadi oleh pimpinan perusahaan terhadap para bawahan yang sedang bekerja. Jika terjadi kesalahan, maka pimpinan dapat segera melakukan koreksi dengan cara menegur atau memberikan petunjuk, sehingga pada saat itu juga kegiatan itu dapat segera diperbaiki.
b.      Report (laporan). Laporan yang dibuat oleh para manajer bawahan, misalnya manajer produksi, manajer pemasaran membuat laporan-laporan pemasaran atau marketing report. Manajer personal membuat laporan karyawan atau personnel report. Manajer keuangan membuat laporan keuangan atau financial report. Berdasarkan laporan-laporan ini diketahui dan diawasi perkembangan dan kegiatan-kegiatan yang sudah lampau. Tetapi jika terjadi penyimpangan tidak dapat segera diketahui, sehingga perbaikan akan terlambat. Hal ini merupaka suatu kelemahan alat pengendalian report ini.
c.       Financial statement, adalah daftar laporan keuangan yang biasanya terdiri dari Balance sheet dan Income statement. Dari kedua daftar ini dapat diketahui dan diawasi melalui analisis laporan keuangan, mengenai keadaan permodalan perusahaan.
d.      Statistic, merupakan pengumpulan data, informasi, dan kejadian yang telah berlalu. Menganalisa data tersebut, dan menyajikannya dalam bentuk-bentuk tertentu, misalnya grafik, curva, sehingga dapat memudahkan pimpinan mengetahui kejadian yang telah berlalu dan dapat dengan mudah pula dijadikan informasi sebagai bahan dalam mengambil keputusan.
e.       Break even point (titik pulang pokok). Yaitu suatu titik atau keadaan ketika jumlah penjualan tertentu tidak mendapat laba ataupun rugi. Jadi jumlah biaya sama dengan jumlah penjualan.
f.       Internal audit. Yaitu pengendalian yang dilakukan oleh atasan terhadap bawahan yang meliputi bidang-bidang kegiatan secara menyeluruh yang menyangkut masalah keuangan, apakah sesuai dengan prosedur dan praktek yang telah ditetapkan. Auditing ini juga menyangkut pengendalian persediaan yang baik, pembayaran barang yang dibeli, dan pemeriksaan yang cukup, apakah barang yang telah dibayar benar-benar telah diterima.
Personal audit adalah suatu analisa dari semua faktor yang menyangkut administrasi personalia. Berdasarkan analisa tersebut dan berbagai rekomendasi, diperbaiki setiap penyimpangan dari standar yang diinginkan.
Audit by A.I.M
Pemerisaan dengan A.I.M. (American Institute of Management) terhadap perusahaan ialah dengan menggunakan 10 kategori dasar yang seluruhnya mempunyai 10.000 point nilai.
Kategori dasar itu ialah:
1)      Fungsi ekonomi (economic function)
2)      Struktur perusahaan (cooperate structure)
3)      Kesehatan pertumbuhan pendapatan (health of earning growth)
4)      Kejujuran terhadap pemegang saham (fairness to stock olders)
5)      Penelitian dan pengembangan (research and development)
6)      Analisis kepemimpinan (directorate analysis)
7)      Efisiensi produksi (production efficiency)
8)      Penilaian pelaksanaan (executive evaluation)
9)      Analisis permodalan (financial analysis)
10)  Analisis hasil (income analysis)





H.    Cara-cara membuat laporan guna pengawasan
Menurut  James Williamson, ada tujuh landasan pokok dalam penulisan laporan. Ketujuh landasan tersebut adalah[7]:
1.      Jelas
2.      Lengkap
3.      Ringkas
4.      Sopan
5.      Tulus
6.      Mengandung kepribadian
7.      Teliti
Selanjutnya John C. Johnson, mengemukakan lima buah pedoman pokok dalam meyusun suatu laporan, yaitu
1.      Periksalah semua fakta-fakta yang dibutuhkan sebelum membuat laporan.
2.      Aturlah keterangan-keterangan itu sebaik mungkin.
3.      Laporan harus singkat tetapi lengkap.
4.      Pergunakanlah bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.
5.      Cantumkanlah badan-badan yang dapat membantu atasan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

 Untuk menjawab pertanyaan, bila laporan disusun, maka John C. Johnson menjawab dalam empat hal, yaitu:
1.      Bilamana pelapor mengambil putusan penting yang secara langsung berpengaruh terhadap atasannya, walaupun pengambilan putusan itu adalah wewenang dan tanggung jawab pelapor sendiri.
2.      Bilamana pelapor memerlukan bantuan dalam rangka pengambilan suatu putusan penting atau dalam pemecahan suatu masalah yang sulit.
3.      Jika pelapor meramalkan akan timbul kesulitan-kesulitan
4.      Jika terjadi peristiwa yang istimewa atau luar biasa yang perlu diketahui atasan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan laporan adalah unsur-unsur laporan. Laporan sebaiknya di standariser. Unsur-unsur laporan itu terdiri dari :
1.      Judul
2.      Daftar isi dan intisari
3.      Ringkasan
4.      Tubuh laporan
5.      Appendix
Susunan dari unsur-unsur diatas tidak selalu demikian. Seringkali unsur ketiga didahului oleh unsur keempat. Hal ini sesungguhnya bukan merupakan persoalan yang prinsipel.



















BAB III
KESIMPULAN

Dari penjelasan-penjelasan yang telah disampaikan pada makalah ini, dapat kita simpulkan bahwa fungsi pengawasan dan pengendalian didalam suatu manajemen sangatlah penting adanya. Karena jika pengawasan dan pengendalian tidak dilaksanakan secara baik, maka akan sangat berpengaruh didalam pemanajemenan untuk mencapai tujuan pada suatu organisasi.























DAFTAR PUSTAKA

Hasibuan, Drs. Malayu S.P. 1986. Manajemen dasar, Pengertian dan
Masalah.Jakarta: PT. Gunung Agung
Juran, J.M. 1988. Terobosan Manajemen, Jakarta: Erlangga
Manullang, Drs.M .1981. Dasar-dasar Manajemen,
            Jakarta: Ghalia Indonesia
Sutabri, Tata .2005. Sistem Informasi Manajemen,
            Yogyakarta:  Andi Yogyakarta
Uchjana Effendy.M.A, Onong .1996. Sistem Informasi Manajemen,
            Bandung: Mandar Maju



[1] Malayu Hasibuan Manajemen dasar,Pengertian danMasalah Jakarta: PT. Gunung Agung 1986.hml.101

[2] Ibid,hal 105
[3] Juran Terobosan Manajemen Jakarta: Erlangga,1988.hml.78

[4] M Manullang, Dasar-dasar Manajemen, Jakarta: Ghalia Indonesia,1981.hlm.96

[5] Tata Sutabri, Sistem Informasi Manajemen, Yogyakarta:  Andi Yogyakarta,2005.hml.115

[6] Onong Uchjana Effendy Sistem Informasi Manajemen Bandung: Mandar Maju,1996.hml.128


[7] Ibid,hml.134
Read more ...
Designed By VungTauZ.Com